1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Ideologi Ekonomi AS

26 Januari 2009

Presiden Obama ingin regulasi ketat di sektor keuangan. Perubahan mendasar ideologi ekonomi.

Foto: AP

Presiden Barack Obama mengusulkan regulasi lebih ketat untuk sektor keuangan. Keputusan hari-hari pertama Obama di berbagai sektor mendapat sorotan luas media di Eropa.

Harian Jerman Süddeutsche Zeitung menulis:

Presiden baru Barack Obama ingin mengawasi lebih ketat bisnis Hedgefonds dan kredit perumahan. Juga bank-bank besar mungkin terancam regulasi ketat, yaitu larangan melakukan binis dengan resiko terlalu tinggi dan berlebihan. Karena ini yang memang selama ini terjadi di Wall Street. Dengan bisnis yang sangat spekulatif, bank-bank besar seperti Goldman Sachs, Merrill Lynch atau Deutsche Bank mengeruk keuntungan besar selama bertahun-tahun, ketika situasi perekonomian baik. Namun ketika datang masa sulit, dengan alasan demi penyelamatan sistem ekonomi, mereka menuntut pembayar pajak menanggung kerugian mereka. Bisnis yang terlalu sepihak ini yang ingin dihentikan Obama. Jadi Wall Street diancam dengan aturan main yang lebih ketat. Hal serupa boleh jadi akan dihadapi juga oleh pasar bursa di London, Frankfurt, Tokio atau Hongkong.

Harian Austria Der Standard mengomentari usulan Obama untuk regulasi pasar uang sebagai berikut:

Jika saja ini diterapkan empat atau lima tahun lalu, kemungkinan besar dunia tidak akan mengalami dampak terburuk krisis keuangan saat ini. Sekarang, langkah ini terlalu terlambat. Bagaimanapun logis dan pentingnya kebijakan-kebijakan yang diusulkan itu, langkah ini hanya merupakan bantuan kecil untuk mengembalikan stabilitas pasar keuangan. Kondisi kebanyakan bank sudah begitu buruk. Satu-satunya opsi yang menjanjikan adalah mengambil alih untuk sementara bank-bank itu dari pihak swasta menjadi milik pemerintah, sebagaimana dilakukan Swedia awal 90-an. Tapi untuk melakukan nasionalisasi, Obama harus bisa melunakkan penentangan keras dari pihak oposisi.

Harian Italia La Reppublica menyoroti penampilan baru Amerika Serikat di Forum Ekonomi Dunia di Davos yang akan dimulai tengah minggu ini. Harian ini menulis:

Setelah sedikitnya satu dekade, pemain utama di pertemuan ekonomi dunia di Davos mengubah motto. Amerika Serikat tidak lagi mengumandangkan slogan, bahwa hanya pasar yang menentukan semuanya. Amerika Serikat sekarang ingin pasar dengan regulasi dan pengawasan. Negara harus menjamin distribusi kekayaan. Obama mungkin tidak akan terpilih sebagai presiden, jika tidak ada gejolak ekonomi yang berawal dua tahun lalu dan sekarang meluas ke berbagai penjuru dunia. Tapi Obama tampaknya juga menyadari, bahwa ia dituntut mengambil langkah tegas untuk menanggulangi krisis ini. Ia sekarang menegaskan, bahwa masa-masa dimana elit politik Amerika Serikat dan dunia perbankan berduet seiringan, sudah berlalu.

Selain kebijakan di sektor keuangan, berbagai keputusan Obama di bidang politik luar negeri juga jadi sorotan. Harian Jerman Frankfurter Rundschau berkomentar:

Obama akan melakukan kesalahan. Dan pihak-pihak yang tetap ingin memelihara prasangka terhadap Amerika Serikat, pasti akan mendapat kesempatan. Sekarang saja beberapa hal sudah bisa dikritik. Pembubaran Guantanamo misalnya, bisa makan waktu sampai satu tahun. Instruksi presiden yang dikeluarkan masih punya celah-celah dan kekurangan. Walaupun begitu, arah baru politik luar negeri Amerika Serikat sebenarnya tidak cukup hanya disebut sebagai pergantian haluan. Perubahan ini lebih tajam, lebih mendasar. Sebuah ideologi yang gagal sedang meninggalkan panggung. (hp)