Sebuah studi baru di India menunjukkan bagaimana kejadian cuaca ekstrem semakin sering terjadi dan memengaruhi kualitas hidup warganya.
Gelombang panas, kekeringan, kebakaran hutan dan banjir melanda India secara berkalaFoto: Adnan Abidi/REUTERS
Iklan
Kejadian cuaca ekstrem seperti banjir, gelombang panas, dan siklon semakin sering terjadi di India, diiringi dampak negatif yang luas terhadap kesehatan, pembangunan, dan ekonomi.
Laporan teranyar di India menunjukkan bahwa hampir 3.000 orang meninggal dunia, dua juta hektare tanaman rusak, dan 80.000 rumah hancur akibat kejadian cuaca ekstrem tahun lalu. Laporan itu juga menunjukkan bahwa kejadian cuaca ekstrem terjadi di berbagai wilayah di India hampir setiap hari, yaitu pada 88% hari sepanjang tahun 2024.
Direktur CSE, Sunita Narain, mengatakan kepada DW bahwa laporan terbaru ini seharusnya menjadi peringatan bagi para pembuat kebijakan. "Laporan ini penting dan menekankan perlunya tata kelola lingkungan yang lebih kuat, infrastruktur layanan kesehatan yang lebih baik, serta kebijakan iklim yang ambisius untuk mengatasi krisis yang saling berkaitan ini,” kata Narain.
Ketika New Delhi Diselimuti Smog
Di Konmferensi Iklim COP23 di Bonn sedang dibahas soal reduksi emisi gas rumah kaca. Sementara ibukota India New Delhi mengalami smog terparah sepanjang sejarahnya.
Foto: Picture-Alliance/AP Photo/M. Swarup
Smog tebal
Ketika negara-negara di dunia membahas strategi untuk mengurangi emisi di Konferensi Iklim COP23 di Bonn, Jerman, di sisi lain dunia, smog tebal menyelimuti ibukota India, New Delhi.
Foto: Getty Images/AFP/D. Faget
Kualitas udara terburuk sedunia
Smog bukan pemandangan asing di New Delhi. Bahkan faktanya, New Delhi adalah pemegang rekor menyedihkan: Ibukota dengan kualitas udara terburuk sedunia.
Foto: Getty Images/AFP/D. Faget
Musim dingin memperburuk situasi
Musim dingin tidak membawa salju ke New Delhi, tapi lebih buruk lagi. Udara dingin seperti mengurung smog tetap berada dekat permukaan tanah dan tidak bisa terpencar ke tempat lain.
Foto: Picture-Alliance/AP Photo/M. Swarup
Salah satu penyebab utama: kendaraan di jalan
Penyumbang asap terbesar adalah lalu lintas kendaraan bermotor. Selain itu, penduduk di daerah pedesaan secara tradisional sering membakar ladang mereka setelah panen. Praktik ini secara resmi sudah dilarang, tapi pihak berwenang cenderung menutup mata dan tidak mengambil tindakan apa-apa.
Foto: Imago/Hindustan Times
Tidak bisa bernafas, tidak bisa melihat jauh
Smog di kota sudah demikian tebal, sampai orang susah bernafas. Asap membuat mata dan kerongkongan terasa perih. Banyak orang mengeluh karena sakit kepala atau kesulitan pernafasan.
Foto: Reuters/A. Abidi
Dengan masker
Penduduk mencoba melindungi diri dari serbuan partikel-partikel polusi dengan menggunakan menutup wajah. Tapi tidak ada yang luput dari dampak pencemaan udara ini.
Foto: Getty Images/AFP/P. Singh
Tingkat pencemaran terlalu tinggi
Pertengahan minggu lalu, tingkat polisi di New Delhi sudah mencapai hampir 30 kali lebih tinggi daripada batas yang disarankan lembaga kesehatan dunia WHO.
Foto: Reuters/S. Khandelwal
Polusi di mana-mana
Bahkan kepala negara pun tak bisa lepas dari kepungan smog. Dalam foto di atas, Raja Belgia Philippe sedang memeriksa barisan penjaga keamanan militer selama kunjungan kenegaraannya ke Delhi.
Foto: picture-alliance/AP Photo/M. Swarup
Sekolah-sekolah diliburkan
Karena tebalnya smog yang bisa mengganggu kesehatan, sekolah-sekolah di New Delhi terpaksa diliburkan.
Foto: Getty Images/AFP/S. Hussain
Aksi protes terhadap pencemaran udara
Warga New Delhi kesal dengan pencemaran udara yang kronis di kotanya dan menggelar aksi protes. Hingga kini, pemerintahan kota dinilai hanya setengah hati menghadapi pencemaran udara.
Foto: Picture-Alliance/AP Photo/M. Swarup
10 foto1 | 10
Polusi udara, panas, dan banjir
Kota-kota besar di India secara rutin mengalami tingkat kualitas udara terburuk di dunia. Sejak tahun 2021, penduduk di 13 kota di India, termasuk Delhi, menghirup udara yang tidak aman satu dari setiap tiga hari, menurut laporan tersebut. Harapan hidup di Delhi hampir delapan tahun lebih pendek akibat polusi udara, berdasarkan berbagai studi.
Iklan
Meskipun bulan-bulan musim panas utama—yakni dari April hingga Juni—selalu panas di India, suhu telah menjadi jauh lebih ekstrem dalam dekade terakhir. Intensitas hujan dan banjir juga meningkat.
Sekitar 80% penduduk India tinggal di wilayah yang dianggap rentan terhadap bencana seperti gelombang panas atau banjir besar, menurut laporan tersebut. "Laporan ini mengungkapkan sebuah kenyataan yang tidak nyaman. India berada di pusat badai sempurna di mana kekacauan iklim, krisis kesehatan, dan kekurangan pembangunan saling bertabrakan,” kata Abinash Mohanty, Kepala Bidang Perubahan Iklim dan Keberlanjutan di IPE Global, sebuah organisasi pembangunan internasional, kepada DW.
Mohanty mengatakan bahwa data dalam laporan tersebut sesuai dengan temuan utama dari studi IPE Global tahun 2024, yang menunjukkan bahwa 80% distrik di India rentan terhadap kejadian cuaca ekstrem. "Ini lebih dari sekadar alarm statistik, ini adalah krisis nyata yang sedang berlangsung,” tuturnya.
Mohanty menambahkan bahwa model pembangunan India perlu "dibayangkan ulang secara radikal” agar mampu beradaptasi terhadap suhu yang lebih panas, hilangnya keanekaragaman hayati, dan darurat air. "Konsekuensi dari tidak bertindak hari ini akan menjadi kenyataan yang tidak dapat diubah di hari esok,” papanya.
Rekor Suhu Terpanas Dunia dalam Sejarah
Entah itu di Lapland, Kanada atau India, suhu musim panas tahun ini lebih panas dari biasa. Bahkan belahan bumi selatan pun merasakan hal ini. Selandia Baru mencatat musim dingin terhangat dalam 100 tahun terakhir.
Foto: BC Wildfire Service/AFP
Lytton, Kanada: Kebakaran dan panas yang ekstrem
Lytton di Kanada mencatat rekor suhu tertinggi pada 2 Juli, hampir 50 derajat Celcius. Beberapa hari kemudian, desa tersebut hangus dilanda kebakaran hutan. Para ahli memperingatkan kubah panas seperti ini akan makin sering terjadi di Amerika Utara, dipicu pemanasan global yang memperlambat "jet stream" di Troposfer. Kondisi panas ekstrem ini dapat berlangsung beberapa pekan.
Foto: BC Wildfire Service/AFP
Kevo, Finlandia: rekor suhu terpanas di Eropa Utara
Ini adalah bulan Juli terpanas di Lapland sejak 1914 dengan suhu tertinggi 33.6℃ di Finlandia Utara. Beberapa bagian Skandinavia juga mengalami kenaikan suhu sekitar 10-15℃ dari biasanya. Ahli meteorologi mengatakan, rekor panas di Eropa Utara ada kaitannya dengan kubah panas di atas Amerika Utara
Foto: Otto Ponto/Lehtikuva/AFP/Getty Images
New Delhi, India: Kematian terkait suhu panas dan musim hujan yang tidak menentu
India juga jauh lebih panas tahun ini. Di awal Juli, ibu kota New Delhi mencatat temperatur 43℃, suhu terpanas dalam 9 tahun terakhir. Awal musim hujan tahun ini juga terlambat sekitar sepekan. India setidaknya telah mendata 6.500 kematian yang berkaitan dengan panas ekstrem sejak 2010.
Siberia juga mengalami panas terik tahun ini, dengan temperatur melebihi 30℃ di bulan Mei, membuat daerah lingkaran Arktik ini lebih hangat dari sebagian daerah Eropa lainnya. Kekeringan dan suhu tinggi memicu kebakaran hutan hebat di daerah Rusia Utara. Dan ibun atau tanah beku abadi alias permafrost mulai mencair, melepaskan CO2 dan metana ke atmosfer
Foto: Thomas Opel
Selandia Baru: Winter yang hangat
Musim dingin di belahan bumi Selatan juga lebih hangat tahun ini. Hastings, Selandia Baru mencatat kenaikan suhu pada 22℃ bulan lalu. Itu adalah Juni terpanas dalam 110 tahun, lapor Badan Meteorologi Nasional (NIWA). Rata-rata kenaikan suhu sekitar 2℃. Musim dingin yang lebih hangat menjadi masalah untuk pertanian dan tentu saja tempat wisata ski.
Foto: kavram/Zoonar/picture alliance
Mexicali, Meksiko: Drama kekeringan
Meksiko mencatat bulan Juni paling panas dengan suhu hingga 51.4℃. Meksiko sedang mengalami kekeringan terburuknya dalam 30 tahun terakhir. Baja California sangat terpengaruh dan sungai Colorado di kawasan itu mulai kering kerontang. Volume air di waduk dekat Meksiko City juga menyusut drastis.
Foto: Fernando Llano/AP/dpa/picture alliance
Ghadames, Libya: Panas gurun di Afrika Utara
Semenanjung Arab dan Afrika Utara juga sangat panas tahun ini. Gurun Sahara mencatat temperatur 50℃ bulan lalu. Sedangkan di barat dari Libya, suhu naik 10 derajat dari suhu normal di bulan Juni, lapor Badan Meteorologi Nasional. Suhu di kota oasis Ghadames naik hingga 46℃ dan di ibu kota Tripoli nyaris mencapai 43℃. (mn/as)
Foto: DW/Valerie Stocker
7 foto1 | 7
Tindakan apa yang dapat diambil oleh pemerintah India?
Narain dari CSE mengatakan bahwa pemerintah India dapat melakukan lebih banyak hal untuk membantu mengembangkan strategi adaptasi dengan berinvestasi dalam pengumpulan data.
"Laporan ini tidak mengesampingkan kemajuan besar yang telah dicapai India dalam berbagai bidang. Yang dilakukan laporan ini pada dasarnya adalah memperlihatkan cermin kepada kita dan membuat kita menyadari bahwa kita perlu duduk sejenak, mencermati tren, memahaminya, dan mengambil tindakan korektif,” ujar Narain.
"Kecuali kita memiliki data yang jelas dan kredibel, tidak akan ada solusi atau kebijakan yang bisa dibuat. Oleh karena itu, permintaan kuat kami adalah bahwa kita membutuhkan lebih banyak, bukan lebih sedikit data. Kita perlu bersikap transparan,” kata Narain.
Akshay Deoras, seorang ilmuwan iklim di University of Reading, mengatakan kepada DW bahwa laporan CSE seharusnya menggugah para pembuat kebijakan India, kalangan industri, dan masyarakat agar tidak bersikap lengah terhadap dampak perubahan iklim. "Ketahanan iklim bukan lagi pilihan—ini adalah keharusan yang menyangkut kelangsungan hidup,” tandas Deoras.
Kekeringan Melanda Dunia
Kekeringan mengubah banyak wilayah dunia menjadi lahan kritis yang kering. Gelombang panas menelan korban jiwa, merusak tanaman dan meyebabkan krisis air. Efeknya dirasakan dari Amerika Selatan sampai ke lingkar kutub.
Foto: picture-alliance/Everett Collection
Tanah kering di Australia
Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull mengatakan, negaranya sekarang menjadi "tanah kering". Terutama di negara bagian New South Wales, yang memproduksi seperempat hasil pertanian negara itu, dilanda kekeringan parah. Baru-baru ini Australia meloloskan undang-undang untuk mengucurkan bantuan senilai ratusan juta dolar kepada petani, termasuk dana untuk dukungan kesehatan mental.
Foto: Getty Images/B. Mitchell
Ethiopia: Berakhirnya kehidupan nomaden?
Ethiopia menderita kondisi kekeringan sejak 2015, yang menyebabkan kekurangan pangan di mana-mana. Pemerintah Ethiopia mengatakan, sekitar 8,5 juta warga membutuhkan bantuan pangan darurat pada tahun 2017 dan hampir 400.000 bayi menderita kekurangan gizi akut. Kekeringan mengancam berakhirnya penggembalaan nomaden tradisional di wilayah tersebut.
Foto: picture-alliance/AP Photo/E. Meseret
India: Krisis air
India dilanda kekuarangan air antara lain karena meningkatnya populasi dan salah urus, namun juga diperparah oleh kekeringan. Banyak daerah di negara itu kehabisan air. Bangalore baru-baru ini ditambahkan ke daftar kota-kota global yang kemungkinan besar akan kehabisan air minum. Kota-kota lain dalam daftar termasuk Cape Town, Afrika Selatan; Jakarta, Indonesia dan Sao Paolo, Brasil.
Panas terik di Eropa diperparah dengan minimnya curah hujan. Tidak hanya warga yang merasakan akibatnya, melainkan juga tanaman. Petani di seluruh dunia khawatir panen akan gagal. Pusat Penelitian Gabungan Uni Eropa memperkirakan akan terjadi "peningkatan frekuensi dan intensitas kekeringan di masa depan."
Foto: picture-alliance/dpa/P. Pleul
Yunani: Banjir dan kekeringan
Yunani telah menghadapi masalah ganda: banjir bandang di beberapa daerah dan kekeringan di daerah lain. Petani Kreta mengatakan mereka bisa kehilangan hingga 40 persen panen mereka tahun ini karena musim dingin yang sangat kering. Meskipun mereka menyiram, mereka mengatakan itu tidak cukup untuk menyuburkan tanaman.
Swedia, yang tidak melihat hujan selama lebih dari tiga bulan, mengalami kekeringan terburuknya sejak 1944. Situasi ini bisa menyebabkan kerugian panen yang parah yang bakal merugikan petani. Selain itu, Swedia mengalami kebakaran hutan besar-besaran. Suhu 30 derajat Celsius bahkan dialami di lingkar kutub.
Foto: picture-alliance/NurPhoto/M. Fludra
Amerika Serikat: Hampir 20 persen wilayah dilanda kekeringan
Pemerintah AS mengatakan, 29 persen wilayah negara itu saat ini mengalami kekeringan, dengan kondisi yang mempengaruhi kehidupan sekitar 75 juta orang. Meskipun kebakaran hutan di California terutama menjadi sorotan dunia, kawasan pertanian, seperti Kansas, juga sangat menderita. Kansas adalah salah satu negara yang pernah dilumpuhkan oleh Dust Bowl tahun 1930-an. (Teks: Jon Shelton/hp/yf)
Foto: picture-alliance/Everett Collection
7 foto1 | 7
Deoras menambahkan bahwa menurutnya India harus beralih dari bantuan reaktif ke perencanaan antisipatif serta dari retorika iklim ke tindakan nyata yang terukur dan dapat ditingkatkan, melalui pembentukan observatorium risiko iklim. "Waktu terus berjalan—dan tidak ada kesempatan kedua,” kata Deoras.
"Laporan ini mengungkapkan dampak perubahan iklim yang semakin cepat terhadap India. Mengalami cuaca ekstrem pada begitu banyak hari dalam setahun bukanlah sebuah kebetulan statistik—ini menunjukkan adanya pergeseran garis dasar,” tambahnya. Hal ini akan mengarah pada dampak yang saling memperkuat seperti kerugian pada tanaman, peningkatan angka pengungsian, dan tekanan terhadap keanekaragaman hayati.
"Tanpa investasi segera dalam adaptasi, sistem peringatan dini, dan pengurangan emisi gas rumah kaca, kita sedang menuju masa depan iklim yang tidak stabil, terutama bagi generasi mendatang,” pungkas Deoras.
Alam Jadi Solusi Ekonomi bagi Masyarakat
04:29
Artikel ini pertama kali dirilis dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh: Ayu Purwaningsih
Editor: Hendra Pasuhuk