1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
KesehatanIndia

India: Vaksinasi Melambat di Tengah Rekor Infeksi

30 April 2021

Laju infeksi berakselerasi dengan angka penularan harian melebihi 380.000 kasus pada Jumat (30/4). Eskalasi krisis corona di India dibayangi kelangkaan vaksin di sejumlah wilayah yang menghambat program imunisasi massal.

Keluarga pasien Covid-19 yang meninggal dunia pingsan saat upacara pembakaran jenazah di sebuah krematorium di Jammu, India, (25/4).
Keluarga pasien Covid-19 yang meninggal dunia pingsan saat upacara pembakaran jenazah di sebuah krematorium di Jammu, India, (25/4).Foto: Channi Anand/AP/picture alliance

Sebanyak 3,498 orang meninggal dunia akibat penyakit Covid-19 dalam 24 jam terakhir, menurut Kementerian Kesehatan, pada Jumat (30/4). Hingga kini wabah corona sudah menelan sebanyak 208,330 jiwa di India.

Mulai Sabtu (1/5), pemerintah akan membuka pintu bagi warga negara berusia di atas 18 tahun untuk mendapat vaksin. Namun belum apa-apa, sejumlah negara bagian mengeluhkan pihaknya sudah kehabisan dosis vaksin.

Celakanya, negara-negara bagian yang mengalami kelangkaan vaksin, termasuk yang terdampak paling parah dalam gelombang kedua wabah corona. Pemerintah di Maharahstra, Karnataka, Madha Pradesh dan di New Delhi mengeluhkan belum mendapat kepastian ihwal pengiriman dosis tambahan sebelum vaksinasi dimulai pada akhir pekan. 

Di ibu kota negara bagian Maharashtra, Mumbai, pusat vaksinasi ditutup selama tiga hari sejak Jumat (29/4) lantaran kelangkaan dosis. Hingga Kamis (28/4), baru sekitar 2,2 juta penduduk yang mendapat vaksinasi dalam 10 hari terakhir, lapor stasiun televisi NDTV. Jumlah vaksin yang sudah diberikan menurun dibandingkan periode sebelumnya.

Pemerintah melaporkan sejauh ini baru 10 persen penduduk berusia di atas 45 tahun yang sudah mendapat setidaknya dosis pertama vaksin anti corona. Untuk kampanye vaksin pada awal Mei, otoritas kesehatan India mengaku telah menerima pendaftaran oleh lebih dari 8 juta penduduk.

Kasus infeksi corona per negara bagian d India

Eskalasi krisis 

Gelombang teranyar infeksi corona mencatatkan lebih dari tiga juta kasus aktif Covid-19 di India. Di penjuru negeri, rumah sakit kewalahan menghadapi arus pasien yan membutuhkan oksigen. Tidak jarang pasien meninggal dunia ketika masih mengantri giliran mendapat alat bantu pernafasan. 

Krisis yang terus bereskalasi mendorong negara-negara asing mengirimkan bantuan. Pada Jumat (30/4), kiriman bantuan darurat pertama dari AS sudah tiba di India. Pengiriman itu bagian dari paket bantuan senilai USD 100 juta berupa tabung oksigen, masker dan alat diagnosa.

Bantuan juga ditawarkan oleh jiran yang bermusuhan. "Cina ingin meningkatkan kerjasama dengan India dalam memerangi Covid-19, dan menyediakan bantuan serta dukungan kepada India,” kata Presiden Xi Jinping seperti dikutip stasiun televisi nasional.

Hal serupa ditawarkan Presiden Rusia, Vladimir Putin, dalam pembicaraan telepon dengan PM Narendra Modi, Rabu (27/4) silam. Seperti yang dilaporkan Kremlin, Rusia akan mengirimkan "bantuan kemanusiaan darurat” ke India, termasuk "20 unit peralatan produksi oksigen, 75 perlengkapan nafas buaran, 150 monitor medis dan 200 ribu paket obat-obatan.”

Bantuan kesehatan juga dikirimkan oleh Inggris, Prancis dan Jerman.

rzn/hp (Reuters)

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait