Indonesia menghadapi putaran kedua Pemilu presiden
7 Juli 2004Indonesia untuk pertama kali melaksanakan pemilihan presiden langsung. Wajar , kalau peristiwa demokrasi ini disoroti berbagai media tidak hanya di Indonesia melainkan juga di luar negeri. Hasil penghitungan sementara menunjukkan pasangan SBY-Jusuf Kalla akan bertarung melawan Megawati-Hasyim Muzadi dalam pemilihan putaran kedua. Meski menurut pengamatan berbagai pihak Wiranto masih punya peluang maju ke putaran kedua pemilihan presiden.
Namun Washington Post yakin Megawati akan melaju ke putaran kedua. Dalam tajuknya harian ini mengutip pernyataan beberapa pengamat politik :
Pengamat politik Rizal Mallarangeng yang dekat dengan presiden menilai Megawati di minggu-minggu belakangan telah mengubah strategi kampanye pemilihan. Ia tidak lagi melakukan kampanye dari istana, melainkan turun ke pasar-pasar dan mengubah penampilannya di televisi. Ia menggambarkan dirinya sebagai seorang tokoh ibu yang prihatin. Pada waktu bersamaan popularitas SBY mulai menurun ketika para pemilih menyadarinya sebagai kandidat yang berambisi menjadi presiden RI setelah ia meninggalkan kabinet di bulan Maret lalu. Minggu lalu, beberapa hasil riset menunjukkan SBY dapat meraih suara mayoritas, namun kini tampaknya mustahil SBY dapat mencapai lebih dari 40 persen suara. Mallarangeng mengatakan, seandainya ia SBY, ia tidak hanya kuatir sedikit, melainkan tidak bisa tidur. Sebab kini momentum berpihak pada Megawati. Sebaliknya , Daniel Sparingga, sosiolog politik dari Universitas Airlangga, menilai Yudhoyono tetap memegang posisi kuat untuk maju ke putaran kedua. Sparingga berpendapat, Megawati naik cepat , karena adanya kampanye fitnahan anonim terhadap Yudhoyono yang disebarkan lewat sms dan selebaran, yang menuduh SBY mendukung garis keras Islam dan anti kelompok minoritas non Muslim. Sparingga tidak menuduh Megawati bertanggung jawab untuk fitnahan tsb. Bagaimana pun menurut para analis pertanyaan penting adalah apakah Wiranto dan Partai Golkarnya, partai terbesar dalam DPR, akan memberikan dukungan penuh kepada SBY atau Megawati.
Harian Inggris Independent juga menduga Megawati dan pasangan SBY-Jusuf Kalla akan maju ke pemilihan putaran kedua bulan September mendatang. Mengenai jalannya pemilihan harian ini menulis:
Pemilihan langsung presiden pertama di Indonesia berjalan aman, meski terganggu karena kesalahan pencoblosan. Diperkirakan surat suara yang dicoblos hingga halaman sampul atau salah coblos jumlahnya lebih dari 40 juta, sehingga dapat menimbulkan polemik kalau tidak dilakukan penghitungan suara ulang, karena sebagian besar tempat pemungutan suara menganggap surat suara keliru coblos ini tidak sah.
Harian Australia Sydney Morning Herald berkomentar nasib Megawati tergantung pada penghitungan ulang surat suara:
Mantan panglima TNI Wiranto yang saat ini menduduki tempat ketiga dalam urutan perolehan suara menyatakan keberatannya mengenai jutaan surat suara yang yang salah coblos , yang secara salah dinyatakan tidak sah. Tim Wiranto sedang merencanakan langkah apa yang akan diambil setelah komisi pemilihan memutuskan untuk meloloskan jutaan surat suara yang semula dinyatakan tidak sah. Ketua tim Wiranto, Slamet Effendi Yusuf mengatakan, berdasarkan penghitungannya sendiri perbedaan perolehan suara antara Wiranto dan Megawati sangat tipis. Namun ia kini belum memutuskan apakah Wiranto atau Partai Golkar akan mengajukan gugatan penghitungan suara.
Pemilihan presiden di Indonesia menghadapi putaran kedua di bulan September nanti. SBY dipastikan akan maju ke putaran kedua. Kini semua mata tertuju pada pertarungan yang akan terjadi antara Presiden Megawati Sukarnoputri dan mantan jendral Wiranto .
Harian Singapura The Straits Times menulis:
Arbi Sanit, pengamat politik pada Universitas Indonesia mengatakan, kemungkinan kekeliruan 1,1 persen. Namun akhirnya yang menentukan adalah nama dan suara Jawa. Untuk kedua hal itu Megawati punya sedikit kelebihan . Sebagai putri presiden pendiri RI Sukarno, Megawati tetap mampu menarik dukungan orang Jawa yang merupakan 60 persen pemilihnya. Menurut PDI-P Megawati unggul di beberapa kawasan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun ada petunjuk SBY berhasil menarik suara para pendukung Megawati mau pun Wiranto di kawasan kunci tsb. Di atas kertas, Megawati tidak akan unggul di Jawa Barat yang merupakan basis Partai Golkar-nya Wiranto. Sementara Amien Rais dan Hamzah Haz yang tidak akan masuk ke putaran kedua, akan tetap punya peran penting dalam pemilihan di bulan September mendatang, ketika kedua tokoh pemenang akan berlomba merebut dukungannya.