Indonesia Resmi Punya Hotel di Mekah, Target untuk Haji 2027
7 Januari 2026
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Indonesia berhasil memenangkan proses bidding (penawaran harga) dan kini resmi memiliki hotel sendiri di Kota Suci.
"Tadi sudah sempat disampaikan juga keberhasilan pemerintah Republik Indonesia (RI) untuk pertama kalinya kita bisa memiliki Kampung Haji di Arab," kata Prasetyo kepada wartawan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (06/01).
Pengumuman tersebut sebelumnya disampaikan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, dalam forum retret kabinet. Pemerintah pun mengapresiasi diplomasi yang dilakukan Rosan hingga membawa kabar strategis bagi Indonesia.
"Jadi Bapak Rosan melaporkan bahwa kita telah memenangkan bidding dan kita sekarang telah memiliki hotel sendiri di Mekah yang ini atas diplomasi yang luar biasa dari Bapak Presiden," ujarnya.
Prasetyo menjelaskan, pencapaian ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya pemerintah Arab Saudi mengubah regulasi sehingga memungkinkan sebuah negara asing memiliki aset di wilayahnya. Kebijakan tersebut dinilai sebagai kabar baik bagi Indonesia dan umat Islam.
"Untuk pertama kalinya pemerintah Arab Saudi mengubah aturan untuk sebuah negara bila bisa memiliki aset di Arab Saudi. Saya kira itu menjadi salah satu kado bagi bangsa Indonesia dan bagi umat Islam khususnya," ujarnya.
Hotel ditargetkan beroperasi saat musim haji 2027
Menteri Haji dan Umrah M. Irfan Yusuf atau Gus Irfan menyampaikan bahwa hotel milik Indonesia tersebut ditargetkan mulai digunakan pada musim haji 2027. Hotel itu akan berlokasi di kawasan Tahrir, Mekah.
Rencana pengembangan kampung haji Indonesia di Mekah juga disampaikan oleh CEO BPI Danantara Rosan Roeslani. Ia menyebutkan pembangunan proyek tersebut ditargetkan dimulai pada kuartal keempat 2026. Saat ini, kawasan Tahrir yang akan dikembangkan sebagai area kampung haji Indonesia masih dalam tahap survei oleh Kementerian Haji dan Umrah.
Prasetyo Hadi kembali menegaskan bahwa kepemilikan hotel di Mekah ini merupakan bagian dari proyek besar pembangunan kampung haji Indonesia, sekaligus menjadi bukti konkret diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto di tingkat internasional.
"Tadi sudah sempat disampaikan juga keberhasilan pemerintah Republik Indonesia untuk pertama kalinya kita bisa memiliki Kampung Haji di Arab," kata Pras.
Dalam pengembangan proyek tersebut, Danantara Indonesia telah menyiapkan dana sebesar US$800 juta atau sekitar Rp13,34 triliun (asumsi kurs Rp16.680 per dolar AS). Dana itu akan digunakan untuk membangun 13 tower hotel beserta pusat perbelanjaan di kawasan tersebut.
Pada kesempatan lain, Rosan juga mengungkapkan bahwa Indonesia telah membeli Novotel Makkah Thakher City yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram. Selain itu, Indonesia turut membeli lahan seluas 5 hektare yang berada di depan Novotel untuk segera dibangun hotel baru dan pusat perbelanjaan.
Saat ini, Novotel Makkah Thakher City terdiri dari tiga tower dengan total 1.461 kamar yang mampu menampung 4.383 jemaah haji Indonesia. Dengan tambahan 13 tower baru, jumlah kamar diproyeksikan meningkat menjadi 6.025 kamar yang dapat menampung sekitar 23 ribu jemaah.
Selengkapnya baca di Detik
Indonesia Resmi Punya Hotel di Makkah, Menhaj: Target untuk Musim Haji 2027