Kanselir Jerman Friedrich Merz dan PM Inggris Keir Starmer hari Kamis (17/7) menandatangani perjanjian persahabatan untuk mempererat hubungan di berbagai bidang, mulai dari pertahanan hingga imigrasi.
PM Inggris Keir Starmer (kiri) dan Kanselir Jerman Friedrich Merz (kanan) di LondonFoto: Justin Tallis/AFP/Getty Images
Iklan
Dalam kunjungan pertamanya di London sebagai kanselir Jerman, Friedrich Merz menggambarkan kesepakatan yang disebut sebagai Perjanjian Kensington sebagai peristiwa bersejarah. Inilah perjanjian bilateral besar pertama antara Inggris dan Jerman, lima tahun setelah Brexit, untuk mempererat kerja sama pertahanan dan mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara.
Kunjungan sehari Friedrich Merz ke Inggris pada Kamis (17/7) itu didahului kunjungan kenegaraan tiga hari Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang menandakan kerja sama yang lebih erat antara tiga kekuatan utama Eropa di tengah ancaman terhadap Eropa dan ketidakpastian sikap sekutu terdekat, AS.
"Kami melihat skala tantangan yang dihadapi benua Eropa saat ini, dan kami bermaksud untuk menghadapinya secara langsung," kata Keir Starmer dalam konferensi pers setelah kedua pemimpin menandatangani perjanjian di the Victoria and Albert Museum, yang didirikan bersama oleh Ratu Victoria dari Inggris dan suaminya, Pangeran Albert, yang berasal dari Jerman.
"Perjanjian Kensington ... merupakan perwujudan tujuan dan nilai-nilai bersama. Namun lebih dari itu, ini adalah rencana kerja praktis yang menetapkan 17 proyek besar di mana kami akan bersatu untuk membuat hasil nyata yang akan meningkatkan taraf hidup masyarakat."
Berdiri di samping Keir Starmer di pabrik pesawat Airbus, Friedrich Merz kembali menyesalkan keluarnya Inggris dari Uni Eropa, tetapi mengatakan perjanjian itu akan mempererat hubungan antara kedua negara dan melengkapi perjanjian yang disepakati London dengan Prancis.
"Kami bersama-sama bertekad untuk membentuk era baru ini dengan peluang kepemimpinan baru - Inggris dan Jerman berdampingan," katanya.
Friedrich Merz dan Keir Starmer menandatangani serangkaian perjanjian bilateralFoto: Frank Augstein/WPA Pool/Getty Images
Senjata untuk Ukraina
Kedua pemimpin mengatakan mereka telah membahas secara rinci rencana untuk mengirim lebih banyak persenjataan ke Ukraina setelah Trump mengisyaratkan akan menjual senjata ke negara-negara NATO, termasuk rudal pertahanan udara Patriot yang sangat dibutuhkan Kyiv.
Iklan
Merz mengatakan keduanya telah membahas kebutuhan Ukraina akan sistem serangan jarak jauh. "Ukraina akan segera menerima dukungan tambahan yang substansial di bidang ini," ujarnya dalam konferensi pers.
Perjanjian tersebut mencakup klausul tentang bantuan timbal balik yang, "sangat signifikan, mengingat perang agresi Rusia terhadap Ukraina", ujar seorang pejabat Jerman minggu ini.
Sebagai bagian dari pengumuman hari Kamis, Inggris dan Jerman juga berjanji untuk "melakukan kampanye ekspor bersama" guna meningkatkan pesanan dari negara lain untuk peralatan yang diproduksi bersama, seperti jet Typhoon Eurofighter dan kendaraan lapis baja Boxer.
Brexit: Tarik Ulur Politik Inggris Keluar Dari Uni Eropa
Inggris kejutkan dunia dengan hasil referendum 23 Juni 2016 yang sepakat keluar dari Uni Eropa. Mulailah rentang waktu penuh kisruh, tarik uluk dan adu kekuatan politik di Eropa terkait Brexit.
Foto: picture-alliance/empics/Y. Mok
Juni 2016: Kehendak Rakyat Inggris
Hasil referendum yang diumumkan 24 Juni 2016, hampir 52 persen dari pemilih setuju, Inggris keluar dari Uni Eropa. Perdana Menteri Inggris saat itu, David Cameron dari partai konservatif menerima "kehendak rakyat Inggris, dan mengundurkan diri sehari setelah referendum..
Foto: picture-alliance/dpa/A. Rain
Juli 2016: Brexit berarti Brexit
Mantan Menteri Dalam Negeri, Theresa May gantikan posisi Cameron sebagai Perdana Menteri pada 11 Juli. Ia menjanjikan´Brexit berarti Brexit´. Sebelumnya, May diam-diam dukung kampanye Inggris tetap di Uni Eropa. Dia tidak secara jelas mengatakan kapan akan memulai pembicaraan diberlakukannya Pasal 50 Perjanjian Uni Eropa terkait masa dua tahun sebelum Inggris resmi keluar Uni Eropa.
Foto: Reuters/D. Lipinski
Maret 2017: Kami siap Berpisah
May tandatangani nota diplomatik untuk memulai Pasal 50, 29 Maret. Beberapa jam kemudian, Duta Besar Inggris untuk UE, Tim Barrow serahkan nota itu kepada Presiden Dewan Eropal, Donald Tusk. Inggris dijadwalkan keluar dari Uni Eropa 29 Maret 2019. Tusk merespon nota itu dengan komentar: “Kami sudah siap berpisah. Terima kasih dan selamat tinggal”.
Foto: picture alliance / Photoshot
Juni 2017: Perundingan Dimulai
Menteri Brexit, David Davis dan ketua jururunding UE, Michel Barnier memulai perundingan di Brussel pada 19 Juni. Perundingan pertama diakhiri dengan kesepakatan Inggris akan mematuhi aturan UE terkait sisa negosiasi. Tahap pertama membahas persyaratan keluarnya Inggris dan tahap kedua membahas hubungan UE dan Inggris pasca-Brexit.
Foto: picture alliance/ZUMAPRESS.com/W. Daboski
Juli – Oktober 2017: Uang, Hak-hak dan Irlandia
Tahap kedua perundingan dimulai dengan berfoto bersama tim Inggris yang terlihat tak siap. Perundingan gagal raih kemajuan terkait tiga masalah pasca-Brexit: Berapa banyak yang masih harus dibayar Inggris ke anggaran UE, bagaimana dengan hak warga negara UE dan Inggris dan apakah Inggris tetap dapat membuka perbatasan antara Irlandia dan Irlandia Utara.
Foto: Getty Images/T.Charlier
November 2017: May Tunjukkan Kemajuan?
Kemajuan baru terlihat setelah putaran perundingan ke-6 di awal November. Inggris setuju untuk membayar 57 miliar Euro atau sekitar Rp 900 triliun sebagai “biaya perceraian”. Awalnya May hanya mau membayar 20 juta, padahal UE telah menghitung biayanya sebesar 60 juta Euro. Laporan konsensi Inggris ini memicu kemarahan di kalangan politikus dan media pro-Brexit.
Foto: picture-alliance/dpa/S. Hoppe
Desember 2017: Maju ke fase ke-2
Para pimpinan dari 27 anggota UE secara resmi menyetujui “kemajuan yang cukup” itu untuk diteruskan ke fase kedua: transisi periode pasca-Brexit dan masa depan hubungan perdagangan UE-Inggris. Perdana Menteri Theresa May mengungkapkan kegembiraannya atas keputusan ini, sebaliknya Presiden Dewan Eropa, Tusk memperingatkan bahwa perindingan putaran kedua akan “sangat sulit.
Foto: picture-alliance/AP Photo/dpa/O. Matthys
September 2018: Tidak ada ceri untuk Inggris
Proposal May tidak berjalan mulus. Pada pertemuan puncak di Salzburg akhir September, para pimpinan UE sampaikan kepada May bahwa proposalnya tidak dapat diterima. Presiden Dewan Eropa,Tusk menyindir May lewat Instagram dengan postingan foto mereka yang sedang melihat sepotong kue: “Sepotong kue barangkali? Maaf, tidak ada ceri”. Ini sindiran bahwa Inggris cuma mau keuntungan sepihak dari Eropa.
Foto: Reuters/P. Nicholls
November 2018: Kemajuan di Brussel
Para pimpinan UE dukung draft kesepakatan perceraian serta deklarasi politis soal hubungan pasca-Brexit setebal 585 halaman. Draft ini dikecam habis anggota parlemen yang pro maupun kontra Brexit dalam perdebatan di Parlemen Inggris beberapa minggu sebelumnya. Menteri Brexit, Dominic Raab bersama dengan beberapa menteri mencoba memicu mosi tidak percaya di bulai Mei.
Foto: Getty Images/AFP/E. Dunand
Desember 2019: May Lolos Dari Mosi Tidak Percaya
Menghadapi oposisi yang sulit, May menunda pemungutan suara di parlemen pada 10 Desember. Besoknya ia bertemu Kanselir Jerman, Angela Merkel untuk mencari kepercayaan diri dalam meyakinkan para anggota parlemen yang skeptis kembali ke kesepakatan. Sementara ia pergi, anggota parlemen dari Partai Konservatif ajukan mosi tidak percaya. May menang mosi kepercayaan di hari berikutnya.
Foto: Getty Images/S. Gallup
Januari 2019: Kesepakatan ditolak
Kesepakatan Brexit May, ditolak Parlemen Inggris dengan 432 suara dan hanya 202 suara mendukungnya. Sebagai respon hasil tersebut, Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk sarankan agar Inggris tetap bertahan di Uni Eropa. Partai Buruh Inggris menyerukanmosi tidak percaya terhadap Perdana Menteri. Ini adalah tantangan berat dalam kepemimpinan kedua May dalam bulan-bulan terakhir.
Foto: Reuters
11 foto1 | 11
Memerangi migrasi Ilegal
Selain pertahanan, perjanjian ini juga mencakup kesepakatan untuk mengembangkan jalur kereta api langsung baru antara kedua negara, untuk memungkinkan para pelancong yang sering bepergian mengakses e-gate di bandara Jerman, dan untuk mendukung mobilitas kaum muda antara kedua negara.
Mereka juga berjanji untuk bersama-sama memerangi migrasi ilegal. Jerman berjanji untuk melarang fasilitasi migrasi ilegal ke Inggris, dengan perubahan undang-undang pada akhir tahun.
Hal ini akan memberi penegak hukum alat untuk menyelidiki gudang dan fasilitas penyimpanan yang digunakan oleh penyelundup migran untuk menyembunyikan perahu-perahu kecil berbahaya yang ditujukan untuk penyeberangan ilegal ke Inggris.