1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Investasi Jerman di Eropa Timur

17 Juli 2008

Sejak lama wilayah Eropa timur merupakan sasaran yang cukup menguntungkan bagi para pemodal dan pengusaha Jerman. Tapi apakah itu hanya jalan satu arah, dari barat ke timur?

Mobil Jerman sangat disukai di Rusia.
Mobil Jerman sangat disukai di Rusia.Foto: AP

Rusia menjadi surga bagi para pengekspor Jerman. Berkat kenaikan gaji yang diberlakukan pemerintah Rusia, daya beli konsumen Rusia dari Kaliningrad hingga Vladivostok meningkat drastis. Industri otomotif Jerman merupakan salah satu pihak yang paling menikmati hasilnya. Rusia kini menjadi sasaran pemasaran dan investasi yang paling disukai, demikian dikemukakan banyak pengusaha Jerman.

Klaus Mangold dari Komisi Hubungan Perekonomian Eropa Timur dan Jerman, sebuah perhimpunan pengusaha Jerman yang menanam modal di kawasan Eropa timur mengatakan, “Perekonomian Jerman punya tiga pasaran besar dalam agendanya, yaitu India, Cina dan Rusia. Di antara ketiga negara itu, Rusia punya posisi bagus karena punya bahan mentah dan sumber energi yang cukup banyak. Itu yang tidak dimiliki Cina dan India.”

Namun kini undang-undang penanaman modal asing di Rusia akan lebih diketatkan. Di lebih dari 40 bidang investasi seperti teknik nuklir, eksplorasi minyak dan gas serta bahan mentah, investasi asing akan dibatasi. Pemerintah Jerman juga melakukan hal serupa, yakni melakukan reformasi undang-undang penanaman modal asing, yang nantinya juga membatasi investasi Gazprom di Jerman. Menurut Mangold, ketetapan itu tidak cocok bagi Jerman.

“Buruk sekali, karena Jerman sebenarnya punya tradisi sebagai pasar liberal dan terbuka. Jerman selalu mengaku, kami juaranya ekspor. Siapa yang banyak mengekspor, harus juga mengizinkan perusahaan asing dapat berinvestasi di Jerman. Investor datang kan karena di Jerman mereka diperlakukan dengan baik dan punya pasar yang bagus. Mengapa kita harus menjaga jarak? Saya rasa, sekarang kita berada di jalur yang keliru,“ ujarnya.

Di tengah euforia pertumbuhan ekonomi yang pesat di wilayah Eropa timur, kenyataannya banyak terjadi perubahan. Perusahaan Jerman tidak lagi berlomba-lomba membuka pabrik di Eropa timur. Alasannya, turunnya upah buruh di Jerman dan meningkatnya harga upah buruh di Eropa timur.

"Saya rasa, minat perekonomian Jerman untuk melakukan outsourcing dan offshoring sudah turun drastis. Perhimpunan pengusaha Jerman kini punya posisi persaingan yang bagus, karena perbedaan upah dan gaji dengan membuka pabrik di luar negeri tidak terlalu besar. Dan jika kami tetap rasional dengan menjaga keseimbangan upah dan gaji, saya rasa tidak ada bahaya bahwa Jerman akan membuka pabrik di luar negeri,” jelas Mangold.

Melonjaknya tingkat inflasi di Eropa timur menjadi sumber kekhawatiran para pengusaha Jerman saat ini. Apalagi tingkat inflasi di Eropa timur melampaui tingkat inflasi di Jerman. Penyebabnya adalah meningkatnya harga energi dan bahan pangan. Para pengusaha Jerman juga mengkuatirkan ketidakpastian hukum di Rusia, Bulgaria dan Rumania serta situasi politik yang tidak menentu di Ukraina, Serbia dan Rumania. (ls)