1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Irak Siap Rebut Kembali Ramadi Setelah Dikritik AS

26 Mei 2015

Irak menyiapkan pasukan untuk merebut kembali Ramadi dalam beberapa hari ke depan. Setelah kritik menhan AS terkait moral tempur pasukan Irak, Washington berusaha melakukan perujukan.

Irak Ramadi Angriff
Foto: picture-alliance/dpa/A. Al-Shemaree

Wakil Presiden AS Joe Biden berusaha menjalin perujukan dengan pemerintah di Bagdad setelah Menteri Pertahanan AS Ashton Carter mengritik moral tempur pasukan Irak dalam menghadapi gempuran milisi Islamic State di kota Ramadi. Biden memuji pengorbanan pasukan Irak dalam pertempuran melawan IS dan menjanjikan tetap akan mendukung pemerintah Irak.

Dalam wawancara dengan CNN (Minggu 24/05/15) pimpinan Pentagon, Carter mengritik, "Jumlah pasukan Irak lebih besar ketimbang milisi IS, tapi mereka tidak mau bertempur dan malahan mundur." Carter juga mengatakan, bantuan persenjataan dari Amerika tidak akan ada gunanya, jika serdadu Irak tak punya semangat tempur.

PM Irak Haider al-Abadi langsung menolak tudingan Menhan AS itu bahwa pasukan Irak tidak punya semangat tempur untuk memerangi IS dan mempertahankan negaranya sendiri. Dalam wawancara dengan BBC, Al-Abadi menyebutkan dirinya sangat terkejut dengan kritik petinggi Gedung Putih itu. "Saya yakin, Carter menerima informasi yang tidak tepat," ujar Al-Abadi.

Juga jenderal senior Iran yang terlibat pertempuran melawan IS di Irak, Qassem Suleimani, mengritik balik Menteri Pertahanan AS Ashton Carter. "Pasukan Amerika yang ditempatkan di markas angkatan udara Al-Asad di provinsi Anbar, yang justru gagal dan tidak berbuat apapun untuk mendukung pasukan Irak," tegas komandan pasukan elite Quds Iran yang membantu Irak itu.

Siap rebut kembali Ramadi

PM Irak Al Badi sementara itu mengumumkan, dalam beberapa hari ke depan pasukan tempur Irak didukung milisi Syiah Iran kembali menggempur dan berupaya merebut kembali kota Ramadi dari tangan Islamic State.

Serangan pasukan gabungan itu hari Sabtu dan Minggu pekan lalu walau sukses merebut sebagian desa Al-Tash sekitar 20 km di selatan Ramadi, tapi tidak berhasil memukul mundur milisi IS dari kota Ramadi sekitar 100 km di barat Bagdad. Bahkan sebaliknya, milisi teror Islamic State justru berhasil merebut dua pos militer penting di perbatasan Irak ke Suriah, yakni Al.Walid di Irak dan Al-Tanaf di Suriah.

Pasukan koalisi yang dipimpin AS melaporkan, dalam periode selama 24 jam, mulai hari Minggu hingga Senin, telah melancarkan 25 kali serangan udara ke posisi Islamic State di Irak. Serangan bertujuan membantu gerak maju pasukan Irak dan milisi Syiah serta Sunni dalam operasi militer di provinsi Anbar.

Milisi Islamic State pekan silam melancarakan serangan simultan di Irak dan Suriah, dan berhasil merebut dua kota strategis penting, Ramadi di Irak dan Palmyra di Suriah. Lembaga monitoring hak asasai di Suriah melaporkan,dalam 10 hari terakhir ini milisi IS telah mengeksekusi 217 warga Palymra yang dituding kolaborator. Sementara angkatan udara Suriah melaporkan melancarkan 160 serangan ke posisi IS di Palymra dan kawasan timur dekat Homs.

as/yf(rtr,ap,dpa,afp)