1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Iran Akan Ajukan Usulan Baru

15 April 2009

Menyusul pernyataan dan pesan yang berisikan uluran tangan dari Washington, kini giliran Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad yang berbicara tentang sebuah awal baru

Foto: AP / DPA / Montage DW

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, menyatakan akan mengambil langkah baru dalam upaya menyelesaikan pertikaian mengenai program nuklirnya yang kontroversial. Hari Rabu (15/04) dalam pidatonya di Kerman, sebelah tenggara Iran, Ahmadinejad mengatakan bahwa Teheran siap untuk memulai era baru dan bahkan untuk melupakan masa lalu, jika kedaulatan Iran dihormati. Karena itu dalam waktu dekat ini ia akan mengajukan tawaran perundingan baru yang lebih luas. Demikian menurut Presiden Iran Ahmadinejad.

Inisiatif Iran ini sedianya dapat dimengerti sebagai jawaban atas uluran tangan Amerika Serikat baru-baru ini untuk melakukan pendekatan dalam sengketa internasional menyangkut program atom Iran. Di Praha, awal April (05/04) Presiden AS Barack Obama sudah menegaskan keinginan pemerintahannya untuk memulai pembicaraan dengan Iran:

"Pemerintahan saya ingin melakukan kerja sama dengan Iran, berdasarkan kepentingan timbal balik dan sikap saling menghormati. Kami mempercayai dialog, namun dalam dialog ini kami akan menyampaikan pilihan yang jelas. Kami ingin Iran menempati posisi sesuai dengan haknya dalam komunitas internasional, di bidang politik dan ekonomi. Kami akan mendukung hak Iran mendapatkan energi nuklir untuk tujuan damai dengan pengawasan yang ketat. "

Demikian ditekankan Presiden Obama dalam pidatonya di hadapan ribuan warga Praha yang berkumpul untuk menyaksikan penampilannya di ibukota Ceko itu.

Reaktor atom BushehrFoto: picture alliance / abaca

Iran harapkan "keadilan, sikap saling menghormati dan kerja sama internasional"

Seperti yang dilaporkan kantor-kantor berita Iran, IRNA dan MEHR, tawaran Iran yang dianggap sebagai reaksi terhadap uluran tangan Presiden Obama itu, diharapkan dapat menjamin "keadilan, sikap saling menghormati dan kerjasama internasional." Namun saat ini masih belum jelas, maksud apa sebenarnya yang ada di balik pernyataan itu. Hanya dapat diperkirakan bahwa di samping masalah mengenai program atom yang kontroversial, daftar usulan baru dari Teheran itu juga akan mencakup berbagai catatan mengenai krisis Palestina yang terus berlanjut.

Pernyataan dari Iran tersebut dikeluarkan sehari setelah laporan harian „New York Times" yang menyebutkan, bahwa Washington diduga bersedia melakukan kompromi yang jelas dalam sengketa atom. Diperkirakan, AS tidak akan mempertahankan lagi prasyarat sebelum perundingan kedua pihak dilaksanakan dan mentolerir pengayaan uranium Iran, bila pemerintahan negara itu menyetujui pembicaraan dan pengawasan program atomnya.

Presiden Iran Mahmoud AhmadinejadFoto: AP

Mussavi: program atom Iran tetap akan dilanjutkan

Akhir pekan lalu, Presiden Mahmoud Ahmadinedjad menyetujui undangan untuk melakukan perundingan dengan kelima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman. Selanjutnya dilaporkan bahwa untuk pertama kalinya tokoh-tokoh papan atas pemerintah AS secara resmi akan mengikuti pembicaraan negara yang dinamakan "5+1" dengan Iran mengenai program atomnya yang kontroversial itu.

Namun, meski ada langkah-langkah baru itu, pada hari-hari belakangan ini berbagai politisi di Teheran, di antaranya kandidat presiden dari kelompok moderat, Mir Hossein Mussavi kembali menegaskan bahwa program atom Iran tidak akan dihentikan. Kebanyakan dari kelompok negara "5+1" menduga, Iran ingin menggunakan program atomnya juga untuk kepentingan militer.

Ulrich Pick/Christa Saloh

Editor: Dewi Gunawan