1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Iran Alami Krisis Air dan Kekeringan Parah

00:51

This browser does not support the video element.

Amanda Coulson-Drasner
6 Maret 2026

Iran adalah salah satu negara dengan krisis air paling parah di dunia. Bagaimana sebenarnya kondisi air di negara itu?

Perubahan sistem pengairan di Iran disebut ikut memperparah kekeringan di negara tersebut. Dulu, Iran mengandalkan qanat, yaitu jaringan terowongan bawah tanah yang menyalurkan air dengan memanfaatkan gravitasi.


Namun seiring waktu, Iran mulai berinvestasi pada bendungan dan pompa air tanah untuk mendukung sektor pertanian. Di sisi lain, banyaknya sumur ilegal, pembangunan infrastruktur yang tidak tepat, serta pengelolaan yang buruk membuat banyak sumber air jadi mengering.


Kondisi ini diperparah oleh suhu yang semakin panas dan kekeringan ekstrem, sehingga Iran kini menjadi salah satu negara dengan tekanan krisis air paling parah di dunia. Di Isfahan, dampaknya bahkan sampai memunculkan rencana untuk memindahkan ibu kota negara.
Selain itu, pengeringan lahan basah juga memicu badai debu yang memperburuk polusi udara di kota-kota. Krisis lingkungan seperti ini bisa meningkatkan ketegangan sosial.

Iran pernah mengalami sejumlah aksi protes terkait masalah air. Meski protes yang terjadi saat ini tidak hanya dipicu oleh isu lingkungan, krisis air tetap menjadi bagian dari situasi yang berkembang di Iran.