1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
PolitikTimur Tengah

Iran Balas Serangan Israel, Ketegangan Timur Tengah Memuncak

18 Maret 2026

Iran melancarkan serangan balasan setelah terbunuhnya salah satu pemimpin tertingginya dalam serangan udara, dengan menyerang negara-negara tetangganya di Teluk Persia dan Israel.

Petugas penyelamat bekerja di lokasi bangunan yang runtuh, setelah serangan Israel di lpusat Beirut, Lebanon, 18 Maret 2026.
Serangan di Beirut: Perang tak kunjung mereda. Foto: Mohamed Azakir/REUTERS

Perang di Timur Tengah tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Sebagai respons atas terbunuhnya Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani, Garda Revolusi Iran mengatakan mereka meluncurkan rudal Khorramshahr-4 dan Qadr untuk membalas kematiannya. Rekaman yang diambil Associated Press menunjukkan setidaknya satu rudal melepaskan munisi klaster di atas Israel.

Larijani, mantan ketua parlemen, adalah penasihat kebijakan senior bagi pemimpin tertinggi Ali Khamenei dalam strategi negosiasi nuklir dengan pemerintahan Amerika Serikat. Ia dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan AS pada Januari karena perannya dalam "mengkoordinasikan” penindasan keras terhadap protes nasional di Iran.

Kepala milisi Basij Garda Revolusi, Jenderal Gholam Reza Soleimani, juga tewas dalam serangan Israel pada Selasa (17/03). Demikian dikutip dari Associated Press (AP). Ia dikenai sanksi oleh AS, Uni iranlebanonEropa, dan negara lain atas perannya menekan perbedaan pendapat selama bertahun-tahun melalui Basij.

Apa peran AI di Balik Serangan Pertama AS ke Iran?

01:21

This browser does not support the video element.

Israel serang Beirut

Di lain pihak, Israel terus memberikan tekanan besar terhadap Lebanon dengan serangan yang diklaim menargetkan militan Hizbullah yang didukung Iran. Serangan itu menghantam beberapa gedung apartemen di Beirut dan menewaskan sedikitnya enam orang. Demikian dikutip dari Associated Press (AP).

Di Iran, kompleks pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr terkena proyektil, namun tidak ada korban luka dan fasilitas tersebut tidak mengalami kerusakan. Demikian menurut Badan Energi Atom Internasional (IAEA) setelah menerima laporan dari Teheran. Kepala IAEA, Rafael Grossi, kembali menyerukan "penahanan diri maksimal selama konflik untuk mencegah risiko kecelakaan nuklir.”

Sejak Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari, Iran telah menargetkan infrastruktur energi negara-negara Teluk, serta pangkalan militer, sebagai bagian dari strategi untuk mendorong kenaikan harga minyak dan menekan Washington agar mundur.

 

Iran mengeksekusi pria yang dituduh mata-mata Israel

Peradilan Iran menyatakan seorang pria telah dieksekusi atas tuduhan memata-matai untuk badan intelijen Mossad. Kantor berita Mizan mengidentifikasinya sebagai Kourosh Keyvani dan menuduh ia "memberikan gambar dan informasi tentang lokasi sensitif” kepada Israel.

Mizan melaporkan sebuah kompleks peradilan di Larestan, wilayah di Provinsi Fars bagian selatan, terkena serangan udara saat jam kerja. Dilaporkan ada staf dan warga sipil tewas dan terluka, tetapi "jumlah pastinya masih belum diketahui.”

Iran menyerang negara-negara Teluk

Pada hari Rabu (18/03), Iran menyerang Provinsi Timur Arab Saudi yang luas—tempat banyak ladang minyaknya berada—serta Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Dilansir dari AP, dentuman rudal kembali terdengar di Dubai, Uni Emirat Arab, sementara suara sistem pencegat rudal yang meledak di udara menggema di seluruh kota.

Arab Saudi menembak jatuh rudal balistik yang menargetkan area Pangkalan Udara Pangeran Sultan—yang menampung pasukan dan pesawat AS—serta dua drone yang menargetkan kawasan diplomatik Riyadh, tempat Kedutaan Besar AS dan misi asing lainnya berada.

Pengungsian terus berlangsung

Serangan Israel telah membuat lebih dari satu juta warga Lebanon mengungsi. Demikian menurut pemerintah Lebanon, yang menyebut lebih dari 900 orang telah tewas.  Sementara itu, lebih dari 1.300 orang telah tewas di Iran sejak konflik dimulai pada tanggal 28 Februari, demikian menurut Palang Merah Iran.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengatakan pasukannya menembak jatuh drone kedua pada Rabu (18/03) di atas ibu kota Riyadh. Dikutip dari kantor  berita AP, drone tersebut mendekati kawasan diplomatik kota, tempat Kedutaan Besar AS dan misi asing lainnya berada.

Iran menggelar pemakaman Ali Larijani

Menurut kantor berita Iran Fars dan Tasnim, pemakaman Larijani dan tokoh kuat lainnya yang juga tewas oleh serangan Israel, Gholamreza Soleimani—kepala pasukan paramiliter Basij—akan berlangsung mulai pukul 10.30 GMT di Teheran.

Selain mengirim rudal dan drone ke Israel serta negara-negara Teluk, Iran juga berupaya memberikan dampak besar pada ekonomi global, termasuk dengan mendorong kenaikan harga minyak melalui upaya hampir menutup Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan minyak dunia.

Dengan harga minyak masih bertahan di sekitar $100 per barel, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan bahwa dampak global dari perang ini "baru saja dimulai dan akan berdampak pada semua pihak.”

Perusahaan Asuransi Tarik Perlindungan Kapal di Teluk

00:59

This browser does not support the video element.

Trump ngambek tak dibantu soal Selat Hormuz

Dilansir dari AP, Iran juga tidak menunjukkan tanda-tanda melonggarkan cengkeramannya atas Selat Hormuz, jalur pelayaran yang dilalui seperlima minyak dunia, sehingga memicu kekhawatiran meningkatnya krisis energi global.

Sebagai bagian dari upaya membuka kembali Selat Hormuz—yang dilalui seperlima minyak dunia—militer AS mengatakan telah menggunakan beberapa bom terberat dalam persenjataannya untuk menghancurkan lokasi rudal di sekitarnya. Demikian dikutip dari AFP.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya pada hari Selasa (17/03) mengeluhkan bahwa sekutu-sekutu Amerika tidak mendukungnya dalam perang ini dengan mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz.

Namun Trump juga menegaskan bahwa militer AS tidak membutuhkan bantuan sekutu, dengan menulis di platform Truth Social: "KAMI TIDAK MEMBUTUHKAN BANTUAN SIAPA PUN!”

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengecam Israel, menyebut "pembunuhan politik” terhadap para pemimpin Teheran sebagai "tindakan ilegal di luar hukum perang normal.”

Namun Israel juga ingin menargetkan pemimpin tertinggi baru, Mojtaba Khamenei, yang belum tampil di publik sejak menggantikan ayahnya. "Kami akan melacaknya, menemukannya, dan menetralkannya,” kata juru bicara militer Brigadir Jenderal Effie Defrin kepada wartawan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menyerukan berakhirnya Republik Islam, meskipun ia dan Trump belum secara terbuka menyatakan hal itu sebagai tujuan utama perang.

Berbeda dengan Mojtaba Khamenei, Larijani yang berusia 68 tahun sempat terlihat berjalan bersama massa dalam aksi propemerintah di Teheran pekan lalu.

Ia "secara efektif menjadi figur yang bertanggung jawab atas kelangsungan rezim, kebijakan regional, dan strategi pertahanan,” ujar  David Khalfa, salah satu pendiri Atlantic Middle East Forum, kepada AFP.

Editor: Yuniman Farid

ASEAN Dorong Deeskalasi Konflik Timur Tengah

00:38

This browser does not support the video element.

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait

Topik terkait

Tampilkan liputan lainnya