Iran Diambang Perpecahan
17 Juni 2009
Harian Spanyol El Pais menurunkan tajuk berjudul "perpecahan di Iran". Harian ini selanjutnya menulis:
"Penguasa di Iran mulai menggunakan sarana penekan untuk membungkam aksi demonstrasi massal yang memprotes hasil pemilihan presiden. Diantaranya larangan mendapatkan informasi bagi wartawan, melakukan sensor terhadap peralatan komunikasi elektronik dan telepon. Juga menyensor laporan televisi mengenai dugaan adanya penyulut kerusuhan bersenjata serta tindak kekerasan, yang telah menewaskan tujuh orang. Kemenangan politisi ultra konservativ Mahmud Ahmadinejad atas tokoh pembaru Mir Hussein Musawi menimbulkan perpecahan besar di Iran sejak tahun 1979. Hal ini juga sekaligus menunjukkan gambaran betapa terpecahnya para elit dari jaman revolusi Khomeini.
Harian Belanda De Volkskrant menulis komentar berjudul "cemas dapat terjadinya pertumpahan darah di Iran". Harian ini menulis:
Semangat revolusi di Iran tahun 1979,meluap dijalan-jalan di Teheran. Itulah kesan yang terasa, kalau mempercayai ratusan "blogger" dan "twitter" , yang melaporkan demonstrasi massal lewat Internet, di Ibukota Teheran dan diwilayah lainnya di Iran. Meskipun diliputi sikap geram terhadap hasil pemilihan, warga Iran yang berusia lanjut, dan Mir Hussein Musawi sendiri, kandidat presiden yang mengalami kekalahan, menyerukan warga agar menunjukkan sikap menahan diri. Mereka mendukung aksi protes menentang dugaan manipulasi yang dilakukan Ahmadinejad. Tapi mereka juga mengetahui.revolusi bersejarah 30 tahun lalu, berakhir dengan pertumpahan darah.
Harian Perancis Le Figaro berkomentar: "Masa depan Iran ditentukan di Teheran". Selanjutnya menulis:
Menanggapi kejadian di Teheran, negara-negara barat yang demokratis,hanya bisa mengungkapkan rasa cemas, menuntut dihentikannya tindak kekerasan, dan dengan jujur memeriksa kembali hasil pemilihan. Tuntutan ini terdengar disampaikan Presiden Barack Obama dan negara-negara Eropa sejak diselenggarakannya pemilihan presiden tanggal 12 Juni lalu. Mungkin mereka dapat dipersalahkan, karena bersikap pasiv dan tidak bersedia mengambil langkah yang tegas. Tapi harus diingat masa depan Iran tidak ditentukan di Paris maupun Washington, melainkan di Teheran.
Harian Inggris Independent mengingingatkan agar tidak mempengaruhi Iran, dan menanyakan reaksi dunia Internasional, terhadap kejadian di negara ini. Harian ini menjawab:
"Sampai sekarang pemerintahan Obama masih menanggapinya dengan tenang dan menyampaikan kecemasan terhadap tindak kekerasan dan kemungkinan terjadinya manipulasi hasil pemilihan. Program atom Iran, dukungannya terhadap kelompok militan Palestina, ekspor minyak, dan peranan pengawasannya yang stretegis djalur pelayaran, merupakan fokus utama diplomasi global. Kejadian dihari belakangan,mendorong negara-negara tetangga dan kekuatan lainnya tergoda untuk ikut memainkan pengaruhnya , untuk memetik keuntungan. Godaan ini hendaknya ditahan. Sekarang saat yang buruk untuk memainkan pengaruh di Iran.
AR/HP/dpa/afp