Iran Jawab Tawaran Dalam Konflik Atom
5 Agustus 2008
Tawaran paket tersebut diharapkan dapat mengakhiri pertikaian seputar program atom Iran. Ketidakpedulian Iran sebelumnya terhadap paket itu mengundang risiko peningkatan sanksi akibat pembangkangan.
Enam pekan setelah tawaran diajukan, hari Selasa (05/08) Iran menyampaikan jawaban kepada Uni Eropa. UE membenarkan hal tersebut, namun menyatakan belum menganalisis jawaban Teheran tersebut. Jadwal pertama pemberian jawaban atas paket tawaran seharusnya disampaikan hari Sabtu (02/08). Tapi Iran tidak mengindahkan jadwal itu. Juru runding Iran, Said Jalili hari Senin (04/08) mengatakan kepada petugas urusan luar negeri UE, Javier Solana, Iran akan menyampaikan reaksinya hari Selasa.
Kantor berita Iran, 'Fars' juga melaporkan, Iran telah menyerahkan jawaban tertulis kepada Uni Eropa hari Selasa (05/08). Namun, rinciannya tidak disebutkan. Dari Teheran disebutkan bahwa yang dikirimkan bukanlah jawaban atas tawaran kerjasama, melainkan dokumen yang berisikan catatan pembicaraan telefon antara, Javier Solana dengan Said Jalili pada hari Senin (04/08).
Kelompok enam negara yang terdiri dari Cina, Prancis, Inggris, Rusia, Amerika Serikat dan Jerman akan melakukan perundingan hari Rabu (06/08) ini untuk menentukan langkah selanjutnya. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Gonzalo Gallegos mengatakan di Washington, perundingan akan dilakukan melalui telefon.
Juru bicara dari fraksi SPD di parlemen Jerman bagi kebijakan perlucutan senjata dan Timur Tengah , Rolf Mützenich mengutarakan bahwa tidak ada satu pun yang mengabaikan hak Iran untuk melaksanakan program atomnya. Tapi yang dipermasalahkan adalah, pada tahun-tahun terakhir Iran diduga menyembunyikan aspek militer dalam program atomnya. Demikian Mützenich. Selanjutnya dia mengimbau Iran agar menunjukkan keinginan bekerja sama:
"Aspek yang penting adalah, kami meminta agar Iran kembali bekerja sama dan menunjukkan pengertian mengenai program nuklirnya. Tawaran dunia barat, termasuk Rusia dan Cina, sangat luas. Kami menawarkan kemitraan ekonomi dan politik. Sebenarnya dapat diharapkan bahwa Iran tidak hanya memeriksa tawaran itu, tetapi juga mungkin menerimanya."
Keenam negara mengusulkan kepada Iran untuk memperluas kerja sama ekonomi, bila negara itu menghentikan program pengayaan uraniumnya. Sebelumnya, pemerintah di Teheran selalu menegaskan hak negaranya atas program atom. Hari Selasa kemarin keenam negara sepakat untuk mendesak Dewan Keamanan PBB menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran, jika negara tersebut tidak menerima paket tawaran. Departemen Luar Negeri AS menyatakan hari Senin, Iran harus menentukan, apakah ingin melakukan kerjasama atau isolasi.
Iran diduga hendak memproduksi senjata nuklir. Teheran selalu membantah tuduhan itu dan tidak berniat menghentikan kegiatan pengayaan uranium. Pihak barat mengkhawatirkan, Iran akan memproduksi uranium yang diperkaya dan kemudian digunakan untuk memproduksi bom atom.