Iran Menuduh AS Berada Dibalik Serangan Bom
29 Mei 2009
Tiga orang yang diduga terkait dalam serangan di Mesjid Syiah di Provinsi Sistan Baluschestan, Iran, yang berbatasan dengan Pakistan dan Afghanistan, sudah ditahan. Pejabat provinsi setempat, Jalal Sayah menuduh, dari hasil penyelidikan diperoleh informasi bahwa mereka disewa Amerika dan merupakan bukti arogansi atau kecongkakan AS. Pejabat Iran kerap menggunakan istilah arogansi atau kecongkakan global bila mengacu pada musuh bebuyutan mereka, Amerika Serikat.
Bom bunuh diri terjadi Kamis malam di Mesjid Syiah Amir al Momenin di Zahedan, ibukota Provinsi Sistan Baluschestan. Sekitar 20 orang tewas dan lebih dari 120 orang cidera akibat insiden tersebut. Kamis kemarin, adalah hari libur di Iran untuk memperingati wafatnya putri nabi Muhammad SAW, Fatima Zahra.
Sementara itu Gubernur Jendral Provinsi Sistan Baluchestan, Ali Mohammad Azad mengatakan serangan itu merupakan bagian dari rencana yang dilakukan oleh kaum „teroris dan penjahat“ untuk mengganggu ketentraman di provinsi tersebut sebelum pemilu yang akan berlangsung bulan depan.
Menurut kantor berita Fars, mesjid yang diserang itu merupakan mesjid Syiah terbesar kedua di Zahedan dan juga menjadi tempat berkumpulnya para pejuang Syiah.
Pada tanggal 18 Februari lalu, Mesjid Al Qahdir di Zahedan yang diserang. Sebuah bom dilemparkan oleh pengendara motor, namun tidak menimbulkan korban jiwa. Serangan terakhir di Zahedan terjadi pada Februari 2007. Serangan dilakukan oleh para pemberontak Sunni yang menewaskan 13 anggota Garda Revolusi.
Dalam tahun-tahun belakangan ini, provinsi itu merupakan kancah serangan mematikan yang dilakukan oleh pemberontak Laskar Jundullah, kelompok yang bertentangan dengan pemerintahan Syiah yang berkuasa. Provinsi ini juga merupakan rute penyelundupan obat bius dari Afghanistan dan Pakistan. (AP/afp/ap/dpa)
editor: Marjory Linardy