Iran Percepat Program Nuklir
8 Februari 2010
Harian Inggris Independent mengimbau agar pihak Barat tetap bersabar:
Hasil perundingan antara masyarakat internasional dan Iran sampai saat ini tentu bisa membuat orang frustasi. Tetapi sebaiknya tidak terlalu cepat diambil kesimpulan, bahwa upaya diplomatis untuk mengawasi program atom Teheran secara keseluruhan telah gagal. Dinas rahasia AS saat ini sedang menyusun studi aktual tentang kondisi program atom Iran. Sanksi terhadap Iran tidak banyak artinya, sebelum hasil studi ini diumumkan. Presiden AS Barack Obama sampai saat ini memperlihatkan kesabaran yang mengagumkan dalam sengketa program atom dengan Iran. Ia perlu mempertahankan haluan ini, sekalipun seruan makin lantang untuk haluan politik yang lebih konfrontatif.
Harian Perancis Le Figaro berkomentar:
Pernyataan terbaru presiden Iran Mahmud Ahmadinejad memperlihatkan secara jelas tekad Iran menentang masyarakat internasional. Ini bisa menyulut krisis baru dengan Teheran. Pernyataan presiden Iran, bahwa negaranya akan memproduksi uranium dengan kadar tinggi akan mempercepat diskusi tentang sanksi terhadap negara itu di Dewan Keamanan PBB. Namun sanksi ekonomi bukan cara yang cocok untuk menekan rejim di Teheran agar berubah pikiran. Di pihak lain, masyarakat internasional tidak punya alternatif lain. Mereka tidak bisa hanya berperan sebagai penonton saja. Cara yang baik adalah menetapkan kebijakan yang tidak merugikan rakyat Iran, melainkan merugikan para pelaku penindasan. Merekalah yang juga menguasai program atom Iran.
Harian Austria Die Presse menulis:
Pemberitaan tentang sengketa program nuklir Iran termasuk salah satu tugas yang paling sering membuat orang frustasi. Program nuklir Iran terungkap tahun 2002. Sejak itu ada banyak petunjuk, bahwa Iran ingin mengembangkan senjata atom. Ada berbagai resolusi PBB dan hampir setiap minggu ada ancaman Israel maupun AS untuk melakukan langkah militer, jika Iran melanjutkan kegiatan itu. Teheran kemudian melakukan langkah zik-zak. Ada isyarat bahwa Iran akan menghentikan pengayaan uranium di dalam negeri dan melakukannya di luar negeri. Sehari kemudian pernyataan itu dibantah. Menlu Jerman lalu menyatakan, kesabaran Barat sudah habis. Tapi kalimat itu sudah terdengar sejak tiga, empat tahun. Ahmadinejad dan tokoh-tokoh di belakangnya begitu gigih mempertahankan program nuklir. Ini menunjukkan bahwa yang jadi tujuan bukanlah produksi listrik untuk penerangan rumah. Mereka ingin punya kapasitas teknologi untuk membuat bom atom dalam waktu beberapa hari, jika diperlukan.
Harian Italia La Stampa menulis:
Konferensi Keamanan di München baru saja berakhir, ketika genderang propaganda berikutnya terdengar dari Iran. Kali ini yang berbicara adalah Ayatollah Ali Khamenei. Dengan demikian, putaran tantangan dan propaganda antara Iran dan dunia lain pada akhir minggu ini berakhir dengan kepahitan. Sehubungan dengan gagalnya perundingan, semua sinyal sekarang mau tidak mau mengarah pada sanksi yang baru terhadap Iran. Ini kelihatannya tidak dapat dihindarkan lagi. Kekhawatiran makin besar, bahwa dalam enam bulan atau satu tahun mendatang, tidak ada alternatif lain untuk menghentikan program nuklir Iran, selain dengan serangan militer.
HP/DK/dpa