1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Iran Selenggarakan Pemilu

14 Maret 2008

Dua setengah tahun setelah Presiden Mahmud Ahmadinejad mulai bertugas, rakyat Iran memilih parlemen baru. Rasa frustasi terhadap situasi perekonomian, bisa mereka salurkan lewat kotak suara Jumat (14/03).

Seorang penduduk Teheran sedang berikan suaranyaFoto: AP

Warga Iran yang pertama memberikan suara adalah pemimpin spiritual tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Ia meminta pada rakyat untuk menentukan masa depan politik mereka dengan menggunakan hak suara. Mantan Presiden Iran Akbar Hashemi-Rafsanjani yang juga memberikan suara pagi hari ikut mengimbau rakyat untuk memilih demi memperkokoh kekuatan legislatif. Jika Anda tidak memilih maka mereka yang tidak anda inginkan akan kembali masuk ke parlemen, kata Hashemi yang juga penentang kuat Ahmadinejad.

Presiden Ahmadinejad mempersingkat kehadirannya di konferensi OKI di Senegal, agar berada di Teheran saat pemilu berlangsung. Setibanya di tanah air, ia bergegas menuju Mesjid Lorzadeh di tenggara Teheran dimana ia juga memberikan suara. Triliunan mata di dunia diarahkan ke Iran untuk melihat bagaimana kita menentukan jalannya nasib politik oleh kita sendiri dalam pemilu ini, kata Ahmadinejad. Banyak negara Islam mencari negara contoh untuk diikuti dan memilih Iran, tambahnya. Öebih dari 40 juta warga Iran memiliki hak suara dan seruan agar mereka ambil bagian dalam pemilu, sejak jauh hari disuarakan. Tak semua warga tergerak mengikuti seruan para pemimpin. Di Teheran, banyak orang tetap bimbang, seperti seorang ahli komputer di Teheran, yang belum memutuskan apakah ia akan memberikan suaranya atau tidak. "Saya tidak tahu. Saya ingin ikut pemilu tapi saya pikir itu nggak penting, karena sang pemimpin sudah memilih dan menentukan untuk semua orang dalam pemerintahan ini." Lainnya sudah menentukan sikap. Ikut memberikan suara, atau sebaliknya. "Saya tidak akan ikut pemilu, karena rakyat tidak bisa mengubah pemerintah. Mereka hanya tertarik untuk menggiring penduduk ke TPS. Para caleg hanya ingin lolos ke parlemen dan setelah itu mereka tidak peduli lagi pada rakyat." Sebanyak 4.400 calon anggota legislatif memperebutkan 290 kursi dalam pemilihan parlemen yang dimulai Jumat (14/03) di Iran. Pemungutan suara dijadwalkan berlangsung 10 jam, sampai pukul 6 sore waktu setempat, dan bisa diperpanjang untuk dua hingga 4 jam sampai pukul 10 malam. Persaingan utama adalah antara faksi ultra konservatif yang memerintah dan dekat dengan Presiden Ahmadinejad, kubu reformis yang dekat dengan mantan Presdien Mohammad Khatami, serta faksi konservatif yang dipimpin mantan juru runding nuklir Ali Larijani, yang kritis terhadap kebijakan ekonomi Ahmadinejad. Surat suara kembali dihitung secara manual, dan hasil pertama dari provinsi diharapkan bisa diumumkan Sabtu sore (15/03). Sementara hasil dari perhitungan suara di Teheran yang penting secara politik, tidak diperkirakan muncul sebelum hari Minggu (16/03).