1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Isi Obrolan Empat Mata Prabowo dan Luhut di Istana

22 April 2026

Presiden Prabowo Subianto bertemu Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Merdeka pada Selasa (21/04). Apa saja poin yang dibahas dalam pertemuan tersebut?

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan para pemuka lintas agama, pimpinan partai politik, dan pemimpin serikat buruh di Istana Negara pada September 2025.
Presiden Prabowo Subianto bertemu empat mata dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa (21/04)Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

Presiden Prabowo Subianto bertemu empat mata dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Merdeka, Jakarta. Keduanya membahas perkembangan dinamika ekonomi dalam negeri serta geopolitik global.

Dalam akun Instagramnya, @luhut.pandjaitan, seperti dilihat, Rabu (22/04), Luhut menyampaikan simulasi terbaru dari Dewan Ekonomi menunjukkan dalam tiga bulan ke depan, pertumbuhan dan aktivitas ekonomi Indonesia sebenarnya masih berada dalam posisi yang terjaga.

"Namun, kami juga telah menyiapkan skenario usulan kebijakan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan; terutama jika konflik global ini berlangsung lebih lama dari yang kita perkirakan. Salah satu yang kami cermati adalah lonjakan harga energi. Bukan hanya soal harga minyak mentahnya, tapi juga 'gap' harga antara minyak mentah dan produk BBM yang membesar," ujar Luhut.

"Selain energi, kami juga mencermati gangguan rantai pasok komoditas strategis lainnya, seperti sulfur yang krusial bagi hilirisasi nikel dan baterai kendaraan listrik," lanjutnya.

Terlepas dari situasi yang berlangsung saat ini, jelas Luhut, berbagai simulasi yang dilakukan menunjukkan kondisi ekonomi dan APBN masih dapat dikendalikan. Defisit APBN akan dijaga di bawah 3% melalui efisiensi belanja yang ketat, dibantu dengan tambahan penerimaan dari komoditas ekspor seperti batu bara dan sawit.

"Aktivitas ekonomi dijaga melalui percepatan deregulasi sebagai bentuk stimulus nonfiskal bagi dunia usaha. Saya sampaikan kepada Presiden bahwa hambatan struktural di lapangan harus diselesaikan agar perizinan lebih sederhana dan dunia usaha tetap memiliki kepastian untuk bergerak," tutur Luhut.

Luhut melihat ada momentum yang perlu diambil di tengah situasi sulit seperti ini. Yakni percepatan dalam transformasi digital (GovTech).

"Melakukan percepatan dalam transformasi digital, serta mendorong pembangunan Indonesia Financial Center, mengingat kita perlu bersiap mengambil alih pergeseran arus modal global. Dengan langkah terukur dan kolaborasi yang solid, diharapkan Indonesia tidak hanya mampu menjaga stabilitas, tetapi juga mengambil kesempatan untuk melakukan lompatan kemajuan," sambungnya.

Diketahui, pertemuan ini berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta kemarin (21/4). Luhut turut mengunggah foto saat ia berbincang dengan Prabowo.

Baca selengkapnya di: DetikNews

Isi Obrolan 4 Mata Prabowo dan Luhut di Istana

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait