1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
KonflikAsia

Israel Klaim Tewaskan Pejabat Tinggi Iran dalam Serangan

Rahka Susanto sumber: AP, AFP
17 Maret 2026

Israel mengklaim telah menewaskan pejabat keamanan tinggi Iran dalam serangan pada Senin malam. Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Iran atas klaim tersebut.

Ali Larijani
Larijani disebut sebagai salah satu tokoh utama di balik penindasan keras terhadap demonstran di Iran awal tahun iniFoto: Marwan Naamani/ZUMAPRESS/picture alliance

Israel menyatakan telah menewaskan pejabat tinggi keamanan Iran, Ali Larijani, dalam serangan semalam. Klaim ini muncul di tengah konflik yang terus meluas dari Teheran hingga kawasan Teluk.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan militer telah “mengeliminasi” dua pucuk pimpinan Iran. “Larijani dan Komandan Basij dieliminasi tadi malam dan telah bergabung dengan Khamenei,” kata Katz.

Militer Israel juga menyebut Soleimani tewas di sebuah tenda komando bersama para komandan Basij lainnya, yang digunakan sebagai markas sementara karena kekhawatiran akan serangan.

Dalam struktur kekuasaan Iran, Ali Larijani dan Gholam Reza Soleimani menempati peran yang berbeda tetapi sama-sama penting. 

Larijani, sebagai sekretaris Supreme National Security Council, berada di pusat koordinasi kebijakan pertahanan dan luar negeri, sekaligus menjadi bagian dari lingkar pengambilan keputusan strategis negara. Dengan latar belakang sebagai mantan ketua parlemen dan penasihat dalam negosiasi nuklir, ia dikenal memiliki pengaruh politik yang luas.

Sementara itu, Soleimani memimpin Basij, pasukan sukarelawan di bawah Garda Revolusi yang berperan menjaga stabilitas internal, termasuk dalam penanganan protes dan mobilisasi massa. Jika Larijani berperan di level perumusan kebijakan, maka Soleimani berada di garis operasional, menjadikan keduanya mewakili dua fungsi kunci dalam sistem keamanan Iran: pengambilan keputusan strategis dan kontrol domestik.

Iran belum konfirmasi klaim Israel, sinyal beda muncul

Hingga saat ini, Iran belum memberikan konfirmasi resmi atas klaim tersebut. Media pemerintah hanya menyebut bahwa pesan dari kantor Larijani akan segera dipublikasikan, tanpa memastikan statusnya.  

Di saat yang sama, aktivitas di media sosial Larijani justru menambah ketidakjelasan. Akun X dan Telegram miliknya mengunggah catatan tulisan tangan yang mengenang pelaut Iran yang tewas dalam serangan torpedo AS terhadap kapal IRIS Dena.

“Memori mereka akan selalu tinggal di hati bangsa Iran,” tulis catatan itu.

“Mereka adalah bagian dari pengorbanan bangsa dalam perjuangan melawan penindasan internasional.”

Unggahan tersebut tidak menyinggung kabar kematian Larijani, dan juga tidak mencantumkan waktu penulisan. Situasi ini memperkuat ketidakpastian, di mana klaim Israel belum mendapat konfirmasi langsung dari Teheran dan justru diiringi sinyal yang tidak konsisten.

Serangan meluas ke negara Teluk 

Di saat klaim tersebut beredar, militer Israel melaporkan telah meluncurkan serangan baru di Teheran, menargetkan pusat komando, sistem pertahanan udara, dan lokasi peluncuran rudal. Serangan juga meningkat di Beirut dengan sasaran kelompok Hezbollah.

Iran merespons dengan gelombang rudal dan drone ke Israel serta negara-negara Teluk. Uni Emirat Arab melaporkan kebakaran di fasilitas minyak di Fujairah akibat serangan drone, sementara sebuah kapal tanker di Teluk Oman mengalami kerusakan ringan akibat puing intersepsi.

Sejak konflik dimulai, sekitar 20 kapal telah menjadi sasaran, yang secara efektif menghentikan lalu lintas di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dan gas global.

Presiden AS Donald Trump mengatakan “banyak negara” sedang menuju kawasan untuk membantu mengamankan selat tersebut, namun juga menyoroti kurangnya timbal balik dalam kerja sama pertahanan.

Ketegangan di Selat Hormuz meningkat, mengganggu jalur 20% perdagangan minyak dan gas global dari negara-negara TelukFoto: NASA Earth Observatory/AFP

Sementara itu, Iran menegaskan posisinya terkait jalur tersebut. “Ini adalah hak kami yang tidak dapat disangkal,” kata Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf. Ia juga menyebut situasi ini sebagai “realitas berisiko tinggi.”

Korban Terus Bertambah di Iran, Lebanon, dan Kawasan Sekitar Saat Lembaga Kemanusiaan Memperingatkan Dampak Sipil

Dampak konflik semakin meluas. Setidaknya 1.300 orang dilaporkan tewas di Iran, 850 di Lebanon, dan 12 di Israel. Militer AS menyebut 13 personelnya tewas dan sekitar 200 lainnya terluka.

 

Editor: Yuniman Farid

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait