1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Konflik

Israel Serang Pabrik Senjata Kimia Suriah

7 September 2017

Tentara Suria melaporkan bahwa jet tempur milik Israel telah menyerang pangkalan militer dan menewaskan dua tentara mereka. Laporan lain menyatakan roket Israel justru menyasar pabrik pembuatan senjata kimia Suriah.

Sturm für israelische Luftwaffe
Foto: picture-alliance/dpa/dpaweb

Pangkalan militer Suriah di dekat provinsi Hama diserang jet tempur Israel, Kamis pagi waktu setempat, akibatnya dua tentara tewas,demikian pernyataan tertulis yang dikeluarkan militer Suriah.  Israel mengarahkan roket-roket yang diluncurkan dari udara Libanon ke fasilitas di dekat kota Masyaf. Lebih lanjut tentara Suria memperingatkan Israel 'tentang dambak berbahaya atas tindakan bermusuhan itu terhadap keamanan dan stabilitas di kawasan."

Rami Abdurrahman, Lembaga pemantau HAM Suriah menyebutkan serangan mengenai pusat penelitian dan pangkalan militer. Belum diketahui pasti apakah lokasi yang diserang Israel tersebut adalah pabrik atau hanya tempat penyimpanan senjata kimia yang diduga kuat terkait dengan Presiden Bashar Assad.

Tidak ada pernyataan resmi dari Israel terkait serangan tersebut. Israel biasanya tidak ikut mencampuri perang sipil di Suriah, namun serangan diam-diam terkadang dilancarkan ke fasilitas militer Suriah di dataran tinggi Golan. Namun, Yaakov Amidror, mantan Jenderal penasehat keamanan Israel , mengaku serangan menargetkan pabrik yang memasok senjata kepada Hizbullah, kelompok militan Libanon, yang bertempur bersama pasukan Presiden Bashar Assad.

Serangan Israel tersebut terjadi sehari setelah PBB mengungkapkan bahwa jet militer Suriah telah menjatuhkan gas syaraf Sarin yang menewaskan 80 orang di sebuah kota yang dikuasai pemberontak pada April lalu. Pemerintah Suriah disebut bertanggung jawab atas puluhan serangan zat kimia lainnya dalam 4 tahun terakhir.  Bashar al-Assad, Presiden Suriah mengatakan kejadian di Khan Sheikhoun waktu itu hanya "cerita yang dibuat-buat”.  Saat itu, ia mengaku telah memusnahkan semua persenjataan kimia sejak tahun 2013, sesuai kesepakatan dengan AS dan Rusia.

ts (reuters, ap)