1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Israel Tawarkan Gencatan Senjata, Hamas Bergeming

7 Agustus 2014

Selama 24 Jam Mesir harus menawarkan solusi buat Hamas dan Israel untuk memperpanjang gencatan senjata di Jalur Gaza. Sejauh ini kelompok garis keras Palestina itu masih bergeming.

Gaza Israel Krieg Angriff 1. August
Foto: Mahmud Hams/AFP/Getty Images

Perang membisu di Jalur Gaza sejak pemberlakuan gencatan senjata selama 72 jam yang bakal berakhir Jumat (8/8) pagi waktu setempat. Selama itu pula Israel membuka jalur logistik untuk memasok penduduk Gaza dengan obat-obatan, bahan makanan dan keperluan lain.

Sedikitnya 1.886 penduduk Palestina dan 67 warga Israel tewas akibat perang yang berkecamuk.

Belum jelas apakah gencatan senjata akan diperpanjang. Untuk itu delegasi juru runding yang dikirimkan Mesir cuma memiliki waktu 24 jam untuk menawarkan solusi yang bisa diterima Hamas dan Israel.

Hamas Bergeming

"Israel tidak memiliki masalah memperpanjang gencatan senjata tanpa syarat," kata seorang perwira militer Israel kepada kantor berita AFP. Seorang jurubicara militer juga mengklaim, pihaknya sudah menarik pulang 27.000 tentara cadangan. Sementara 55.000 serdadu masih disiagakan.

Sejauh ini Hamas belum memberikan isyarat apapun terkait tawaran Israel tersebut. Sebelumnya salah satu punggawa kelompok garis keras itu, Mussa Abu Marzuq menepis kabar adanya kesepakatan antara pihaknya dan juru runding Mesir.

"Belum ada kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata," tulisnya via jejaring sosial Twitter. "Semua berita tentang perpanjangan masa tenang tidak berdasar," imbuh Jurubicara Hamas, Sami Abu Zuhri.

Israel Minta Keterlibatan Jerman

Sementara itu Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Liebermann mendesak agar Jerman lebih terlibat dalam mendamaikan konflik di Timur Tengah. "Jerman sebagai negara kunci di Eropa harus memainkan peranan penting di dalam perang Gaza," ujarnya.

Ia mengharapkan pemerintah Berlin mengajak negara-negara Eropa lain untuk mengembangkan solusi untuk menghindari bencana ekonomi dan kemanusiaan di Gaza. Liebermann juga mendesak Jerman dan Uni Eropa mengirimkan tim pemantau ke Gaza.

Tim tersebut bertugas mengawasi kegiatan perdagangan Palestina dengan negara-negara tetangga. Jerman "harus mengambil tanggungjawab dan memimpin misi tersebut," ujarnya. Menurutnya misi itu penting untuk mencegah timbulnya konflik lanjutan di Gaza.


rzn/cp (afp, dpa, ap)