Para pemimpin UE terus menggelar pertemuan beberapa hari ke depan setelah Presiden Donald Trump mengancam tarif terhadap delapan negara dalam sengketa Greenland Prancis mendorong blok menggunakan ‘bazoka’ perdagangan.
Trump menyatakan akan memberlakukan tarif terhadap negara-negara yang baru-baru ini mengirim pasukan ke Grinlandia untuk misi pengintaian pimpinan Denmark demi memperkuat keamananFoto: Mads Claus Rasmussen/Ritzau Scanpix/AFP
Iklan
Duta besar dari 27 negara anggota Uni Eropa (UE) menggelar pertemuan darurat di Brussels, Belgia, pada Minggu (18/1). Pertemuan ini untuk membahas ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang berencana mengenakan tarif terhadap sejumlah negara Eropa karena menolak rencana AS terkait Greenland. Pertemuan ini digelar oleh Siprus selaku pemegang kepemimpinan bergilir Uni Eropa.
Koresponden DW Jack Parrock melaporkan bahwa para pejabat membahas berbagai opsi tanggapan perdagangan, termasuk kemungkinan penggunaan instrumen anti-pemaksaan, mekanisme yang belum pernah diterapkan sebelumnya. Namun, langkah itu dinilai belum akan segera diambil. “Instrumen ‘bazooka’ perdagangan itu tidak akan dikeluarkan dari meja,” ujar Parrock.
Kembali Berkuasa, Trump Bikin Kebijakan Baru yang Kontroversial
Setelah dilantik kembali pada 20 Januari 2025, Donald Trump memperkenalkan kebijakan kontroversial seperti tarif tinggi, pembekuan dana internasional, hingga perubahan kebijakan luar negeri yang memicu ketegangan global.
Foto: Evan Vucci/AP Photo/picture alliance
Deportasi migran ilegal
Dalam pidato pelantikannya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan niat mendeportasi 'jutaan dan jutaan' migran ilegal. Pada minggu pertama Trump menjabat, hampir 2.400 migran ditangkap ICE, terutama yang pernah terjerat kasus hukum. Kongres AS juga telah meloloskan Lakes Riley Act, yang memungkinkan penahanan migran tanpa status sah untuk kejahatan berat dan pelanggaran ringan.
Foto: Isaac Guzman/AFP
AS mundur dari Perjanjian Paris
Pada hari pertama menjabat, Trump mengeluarkan perintah eksekutif untuk menarik AS dari Perjanjian Paris, yang kedua kalinya ia lakukan. Tindakan ini menuai kontroversi. "Emisi AS berperan besar dalam menentukan apakah kita bisa tetap di bawah batas 2 derajat dan 1,5 derajat," kata Laura Schäfer dari LSM lingkungan dan HAM, Germanwatch.
Foto: JIM WATSON/AFP
Hengkang dari WHO
Trump menarik Amerika Serikat keluar dari WHO. Para ahli memperingatkan langkah ini akan menghambat penanganan wabah penyakit dan masalah kesehatan global. Namun, resolusi kongres mengharuskan pemberitahuan satu tahun dan pelunasan kewajiban sehingga perintah ini baru berlaku penuh Januari 2026. Trump juga menghentikan transfer dana AS ke WHO, yang berdampak pada pendanaan organisasi tersebut.
Foto: Maksym Yemelyanov/Zoonar/picture alliance
Ganti nama Teluk Amerika
Presiden Trump menandatangani dekret untuk mengganti nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika dan mengembalikan nama Gunung Denali di Alaska menjadi McKinley. Dalam posting di X pada 27 Januari 2025, Google menyatakan akan mengikuti praktik lama untuk menerapkan perubahan nama lokasi sesuai pembaruan resmi pemerintah yang merujuk pada Geographic Names Information System (GNIS).
Foto: Roberto Schmidt/AFP/Getty Images
Rencana setop hibah dan pinjaman federal
Pada Senin (27/01), Trump menginstruksikan badan-badan federal untuk menghentikan sementara pencairan hibah dan pinjaman federal di seluruh AS. Kebijakan ini dianggap mengancam program vital seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, dan bantuan bencana. Namun, seorang hakim federal memblokir sementara rencana tersebut beberapa menit sebelum kebijakan dijadwalkan berlaku pada Selasa (28/01) malam.
Foto: Jim Watson/AFP/Getty Images
Larang atlet transgender di olahraga perempuan
Trump menandatangani perintah eksekutif yang melarang atlet transgender berkompetisi dalam olahraga perempuan dan anak perempuan, Rabu (05/02). Langkah ini merupakan bagian dari serangkaian tindakan untuk membatasi hak LGBTQ+. Perintah ini juga menyatakan bahwa negara hanya akan mengakui dua jenis kelamin, pria dan perempuan. Sekolah yang melanggar aturan ini berisiko kehilangan dana federal.
Foto: Andres Caballero-Reynolds/AFP
Pembekuan dana USAID ke 130 negara
Keputusan Presiden Trump untuk menangguhkan dana bantuan USAID telah menghentikan proyek-proyek di sekitar 130 negara, termasuk Indonesia, berdampak dramatis pada jutaan orang dan pekerja bantuan. Trump menuduh USAID melakukan pemborosan, dengan menulis di Truth Social, "Sepertinya miliaran dolar telah dicuri di USAID.” Namun, ia tidak memberikan bukti apa pun.
Foto: Sofia Toscano/colprensa/dpa/picture alliance
Satgas DOGE untuk efisiensi
Satuan Tugas Department of Government Efficiency (DOGE) dibentuk Presiden AS Donald Trump untuk merombak sistem birokrasi federal. DOGE, yang dipimpin oleh Elon Musk, bertujuan mengurangi peraturan, pengeluaran, dan staf pemerintah. Banyak pihak mengkritik minimnya transparansi dalam perekrutan tim DOGE dan mempertanyakan jika tim tersebut telah melalui pemeriksaan terkait kesesuaian dan keamanan.
Foto: Andrew Harnik/Getty Images via AFP
Keinginan AS ambil alih Gaza
Presiden Trump mengusulkan agar AS mengambil alih Jalur Gaza. Usulan ini disampaikan saat kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke AS, Selasa (04/02). "AS akan mengambil alih Jalur Gaza dan kami juga akan melakukan sebuah pekerjaan. Kami akan memilikinya. Dan bertanggung jawab untuk membongkar semua bom berbahaya yang belum meledak dan senjata lainnya di tempat tersebut," kata Trump.
Foto: Khalil Ramzi/REUTERS
Kenaikan tarif impor baja dan alumunium
Trump mengumumkan tarif 25% untuk impor baja dan aluminium, berlaku Maret 2025. Kebijakan ini bertujuan "membuat Amerika kaya kembali," kata dia. Namun, banyak ekonom menolak asumsi ini, dan menyatakan justru merugikan semua pihak. Tarif dimaksudkan melindungi produsen dalam negeri, tetapi industri AS masih bergantung pada impor logam, yang dapat meningkatkan biaya produksi dan memicu inflasi.
Foto: IMAGO/Newscom / AdMedia
10 foto1 | 10
Sebelumnya, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menyatakan kepuasannya atas dukungan negara-negara Eropa lainnya. “Eropa tidak akan diperas,” tulis Frederiksen melalui unggahan di X.
Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menekankan bahwa Eropa harus merespons ancaman Trump. “Kita tidak boleh membiarkan diri kita diperas. Eropa secara politik dan ekonomi jauh lebih kuat daripada yang diperkirakan sebelumnya, dan saya pikir kita harus memanfaatkannya sekarang,” kata Wadephul, seraya menambahkan bahwa tarif akan menjadi “racun bagi hubungan transatlantik.”
UE tegaskan solidaritas kedaulatan Denmark dan Greenland
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menegaskan bahwa Uni Eropa berkomitmen penuh untuk melindungi kedaulatan Denmark dan Greenland. “Kami akan selalu melindungi kepentingan ekonomi dan keamanan strategis kami,” tulis von der Leyen melalui unggahan di X. Pernyataan ini menegaskan posisi UE di tengah ketegangan yang muncul akibat ancaman tarif Presiden AS Donald Trump.
Von der Leyen juga menekankan bahwa Uni Eropa akan terus menjaga kepentingan strategisnya, termasuk keamanan di wilayah Arktik, sembari menegakkan prinsip hukum internasional dan keutuhan wilayah negara anggota. Ia menyatakan bahwa UE tetap terbuka untuk berdialog dengan Amerika Serikat dalam isu-isu yang menjadi kepentingan bersama.
Sementara itu, Presiden Dewan Eropa Antonio Costa mengumumkan bahwa UE akan menggelar pertemuan luar biasa para kepala pemerintahan negara anggota dalam beberapa hari ke depan. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan menyatukan sikap UE terkait ancaman eksternal, sekaligus menunjukkan solidaritas penuh terhadap Denmark dan Greenland.
Costa menegaskan bahwa Uni Eropa siap menghadapi segala bentuk pemaksaan, termasuk ancaman tarif dari AS, sambil tetap menjaga jalur diplomasi. “Solidaritas dan persatuan UE menjadi prinsip utama dalam menghadapi tantangan ini, dan kami akan memastikan kepentingan kolektif Eropa terlindungi,” ujarnya.
Pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) di Davos, yang akan dihadiri lebih dari 60 kepala negara termasuk Trump, diperkirakan menjadi ajang penting untuk membahas isu ini lebih lanjut.
Denmark menekankan penyelesaian sengketa melalui jalur diplomasi meski menghadapi tekanan AS. Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Løkke Rasmussen, menegaskan, “Amerika Serikat bukan hanya presidennya, melainkan sebuah sistem dengan checks and balances yang lebih luas.”
Rasmussen melakukan pertemuan dengan pejabat AS, termasuk Sekretaris Negara Marco Rubio dan Wakil Presiden JD Vance, untuk menegaskan komitmen Denmark dalam mencari solusi damai. Menteri Luar Negeri Norwegia, Espen Barth Eide, menambahkan, “Semua anggota NATO siap bekerja sama untuk memperkuat keamanan di Arktik, termasuk negara-negara yang terancam tarif.”
Presiden Trump kembali menegaskan ancamannya terhadap Denmark melalui platform media sosial Truth, menuding negara itu belum cukup menangani potensi ancaman Rusia di Greenland, dan mengancam menerapkan tarif terhadap delapan negara sekutu hingga AS berhasil membeli Greenland.
Meski menghadapi tekanan ini, Rasmussen menegaskan, “Meskipun kini dihadapkan pada ancaman, kami akan tetap menempuh jalur diplomasi untuk menjaga tatanan dunia dan stabilitas aliansi NATO.”
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris