Venezuela telah membebaskan beberapa tahanan penting, langkah yang menurut AS dilakukan atas permintaannya. Sementara itu, Donald Trump bersiap untuk menerima para pimpinan perusahaan minyak di Gedung Putih.
Sebelumnya, kelompok-kelompok HAM mengatakan terdapat lebih dari 800 tahanan politik di Venezuela dan menyerukan pembebasan merekaFoto: Pedro Mattey/AFP
Iklan
Venezuela mulai membebaskan sejumlah tokoh oposisi, aktivis, dan jurnalis ternama dalam langkah yang oleh pejabat pemerintah disebut sebagai upaya untuk “mencari perdamaian.” Langkah ini dilakukan kurang dari sepekan setelah pasukan Amerika Serikat (AS)menangkap mantan Presiden Nicolas Maduro, yang menghadapi dakwaan terkait perdagangan narkoba.
Pemerintahan Pejabat Presiden Sementara Delcy Rodríguez membebaskan beberapa tahanan penting, termasuk Enrique Márquez, yang menentang Maduro dalam pemilihan presiden 2024 yang dipersengketakan, serta pemimpin oposisi Biagio Pilieri, yang merupakan bagian dari tim kampanye presiden 2024 peraih Nobel Perdamaian, María Corina Machado.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pembebasan tersebut terjadi atas permintaan Gedung Putih, seraya memuji kepemimpinan transisi Venezuela atas kerja samanya. Namun, jumlah pasti tahanan yang dibebaskan masih belum jelas.
Trump akan bertemu pemimpin oposisi Machado
Sementara itu, dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengatakan ia berencana bertemu Machado di Washington pekan depan.
Iklan
“Saya memahami dia akan datang minggu depan dan saya menantikan untuk menyapanya,” kata Trump dalam wawancara yang ditayangkan Kamis malam (8/1).
Dalam konferensi pers setelah militer AS menangkap Maduro dan istrinya lalu membawa mereka ke New York pada akhir pekan lalu, Trump mengatakan Machado “tidak memiliki dukungan maupun rasa hormat yang cukup di dalam negeri” untuk memimpin.
Meski mendapat komentar tersebut dari Trump, Machado tetap memuji langkah yang diambilnya di Venezuela.
“Apa yang telah ia lakukan, seperti yang saya katakan, bersifat bersejarah dan merupakan langkah besar menuju transisi demokrasi,” ujarnya.
Machado dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian tahun lalu, sebuah penghargaan yang sebelumnya juga diharapkan Trump untuk ia terima.
Kembali Berkuasa, Trump Bikin Kebijakan Baru yang Kontroversial
Setelah dilantik kembali pada 20 Januari 2025, Donald Trump memperkenalkan kebijakan kontroversial seperti tarif tinggi, pembekuan dana internasional, hingga perubahan kebijakan luar negeri yang memicu ketegangan global.
Foto: Evan Vucci/AP Photo/picture alliance
Deportasi migran ilegal
Dalam pidato pelantikannya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan niat mendeportasi 'jutaan dan jutaan' migran ilegal. Pada minggu pertama Trump menjabat, hampir 2.400 migran ditangkap ICE, terutama yang pernah terjerat kasus hukum. Kongres AS juga telah meloloskan Lakes Riley Act, yang memungkinkan penahanan migran tanpa status sah untuk kejahatan berat dan pelanggaran ringan.
Foto: Isaac Guzman/AFP
AS mundur dari Perjanjian Paris
Pada hari pertama menjabat, Trump mengeluarkan perintah eksekutif untuk menarik AS dari Perjanjian Paris, yang kedua kalinya ia lakukan. Tindakan ini menuai kontroversi. "Emisi AS berperan besar dalam menentukan apakah kita bisa tetap di bawah batas 2 derajat dan 1,5 derajat," kata Laura Schäfer dari LSM lingkungan dan HAM, Germanwatch.
Foto: JIM WATSON/AFP
Hengkang dari WHO
Trump menarik Amerika Serikat keluar dari WHO. Para ahli memperingatkan langkah ini akan menghambat penanganan wabah penyakit dan masalah kesehatan global. Namun, resolusi kongres mengharuskan pemberitahuan satu tahun dan pelunasan kewajiban sehingga perintah ini baru berlaku penuh Januari 2026. Trump juga menghentikan transfer dana AS ke WHO, yang berdampak pada pendanaan organisasi tersebut.
Foto: Maksym Yemelyanov/Zoonar/picture alliance
Ganti nama Teluk Amerika
Presiden Trump menandatangani dekret untuk mengganti nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika dan mengembalikan nama Gunung Denali di Alaska menjadi McKinley. Dalam posting di X pada 27 Januari 2025, Google menyatakan akan mengikuti praktik lama untuk menerapkan perubahan nama lokasi sesuai pembaruan resmi pemerintah yang merujuk pada Geographic Names Information System (GNIS).
Foto: Roberto Schmidt/AFP/Getty Images
Rencana setop hibah dan pinjaman federal
Pada Senin (27/01), Trump menginstruksikan badan-badan federal untuk menghentikan sementara pencairan hibah dan pinjaman federal di seluruh AS. Kebijakan ini dianggap mengancam program vital seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, dan bantuan bencana. Namun, seorang hakim federal memblokir sementara rencana tersebut beberapa menit sebelum kebijakan dijadwalkan berlaku pada Selasa (28/01) malam.
Foto: Jim Watson/AFP/Getty Images
Larang atlet transgender di olahraga perempuan
Trump menandatangani perintah eksekutif yang melarang atlet transgender berkompetisi dalam olahraga perempuan dan anak perempuan, Rabu (05/02). Langkah ini merupakan bagian dari serangkaian tindakan untuk membatasi hak LGBTQ+. Perintah ini juga menyatakan bahwa negara hanya akan mengakui dua jenis kelamin, pria dan perempuan. Sekolah yang melanggar aturan ini berisiko kehilangan dana federal.
Foto: Andres Caballero-Reynolds/AFP
Pembekuan dana USAID ke 130 negara
Keputusan Presiden Trump untuk menangguhkan dana bantuan USAID telah menghentikan proyek-proyek di sekitar 130 negara, termasuk Indonesia, berdampak dramatis pada jutaan orang dan pekerja bantuan. Trump menuduh USAID melakukan pemborosan, dengan menulis di Truth Social, "Sepertinya miliaran dolar telah dicuri di USAID.” Namun, ia tidak memberikan bukti apa pun.
Foto: Sofia Toscano/colprensa/dpa/picture alliance
Satgas DOGE untuk efisiensi
Satuan Tugas Department of Government Efficiency (DOGE) dibentuk Presiden AS Donald Trump untuk merombak sistem birokrasi federal. DOGE, yang dipimpin oleh Elon Musk, bertujuan mengurangi peraturan, pengeluaran, dan staf pemerintah. Banyak pihak mengkritik minimnya transparansi dalam perekrutan tim DOGE dan mempertanyakan jika tim tersebut telah melalui pemeriksaan terkait kesesuaian dan keamanan.
Foto: Andrew Harnik/Getty Images via AFP
Keinginan AS ambil alih Gaza
Presiden Trump mengusulkan agar AS mengambil alih Jalur Gaza. Usulan ini disampaikan saat kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke AS, Selasa (04/02). "AS akan mengambil alih Jalur Gaza dan kami juga akan melakukan sebuah pekerjaan. Kami akan memilikinya. Dan bertanggung jawab untuk membongkar semua bom berbahaya yang belum meledak dan senjata lainnya di tempat tersebut," kata Trump.
Foto: Khalil Ramzi/REUTERS
Kenaikan tarif impor baja dan alumunium
Trump mengumumkan tarif 25% untuk impor baja dan aluminium, berlaku Maret 2025. Kebijakan ini bertujuan "membuat Amerika kaya kembali," kata dia. Namun, banyak ekonom menolak asumsi ini, dan menyatakan justru merugikan semua pihak. Tarif dimaksudkan melindungi produsen dalam negeri, tetapi industri AS masih bergantung pada impor logam, yang dapat meningkatkan biaya produksi dan memicu inflasi.
Foto: IMAGO/Newscom / AdMedia
10 foto1 | 10
Trump akan menjamu eksekutif minyak di Gedung Putih
Trump dijadwalkan bertemu para eksekutif perusahaan minyak besar AS pada Jumat (9/1) untuk meminta dukungan mereka terhadap rencananya di Venezuela, yang menurutnya akan menjamin kendali atas sumber daya energi negara tersebut selama bertahun-tahun ke depan.
“Mereka akan membangun kembali seluruh infrastruktur minyak. Mereka akan menginvestasikan setidaknya 100 miliar dolar (sekitar Rp1,67 kuadriliun). Minyak yang mereka miliki luar biasa, baik dari segi kualitas maupun jumlah,” kata Trump.
Kepala Exxon Mobil, Chevron, dan ConocoPhillips dilaporkan akan hadir di Gedung Putih. Pada Rabu (7/1), Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan Washington akan mengendalikan industri minyak Venezuela “tanpa batas waktu.”
Rodríguez menyatakan bahwa pemerintah sementaranya tetap memegang kendali, sementara perusahaan minyak milik negara hanya mengatakan bahwa mereka sedang bernegosiasi dengan Amerika Serikat terkait penjualan minyak.
Dipotong Lima Nol, Seberapa Terpuruk Mata Uang Venezuela?
Hiperinflasi terhadap Bolivar memaksa Venezuela memberlakukan redenominasi buat memindahkan lima angka nol dari setiap satuan mata uang. Namun seberapa rendah nilai mata uang Bolivar? Simak perbandingannya berikut.
Foto: Reuters/C. G. Rawlins
Jutaan untuk Seekor Ayam
Venezuela mencatat inflasi sebesar 82,700% pada Juli silam. Akibatnya nilai mata uang Bolivar terjun bebas dan penduduk kesulitan memenuhi kebutuhan pokok tanpa mata uang asing. Untuk seekor ayam potong berbobot 2,4 kilogram saja penduduk harus merogoh 14,6 juta Bolivar atau setara US$ 2,2.
Foto: Reuters/C. G. Rawlins
Sekantung Uang untuk Sekantung Tomat
Adapun satu kilogram tomat di Venezela dibanderol 5 juta Bolivar atau sekitar US$ 0,76. Saat ini nilai tukar Bolivar terhadap Dollar AS berada di kisaran 6.900.000 Bolivar untuk setiap Dollar. Padahal lima tahun silam nilainya hanya 6.000 Bolivar per satu Dollar AS.
Foto: Reuters/C. G. Rawlins
Biaya Hidup Melangit
Akibat hiperinflasi dan kelangkaan bahan pokok, biaya hidup di Venezuela melangit. Untuk satu roll tisu toilet saja penduduk harus membayar 2,6 juta Bolivar di ibukota Caracas.
Foto: Reuters/C. G. Rawlins
Mata Uang Tanpa Nilai
Tiga setengah juta Bolivar adalah harga eceran untuk sebungkus pembalut wanita di Venezuela. Padahal jika dikonversi ke mata uang Dollar AS, harganya tak lebih dari US$ 0,53.
Foto: Reuters/C. G. Rawlins
Beras Lebih Berharga
Terutama buat penduduk yang gemar mengkonsumsi beras, hiperinflasi menjadikan biaya hidup meningkat tinggi. Satu kilogram beras dibandrol seharga 2,5 juta Bolivar atau sekitar 0.38 Dollar AS.
Foto: Reuters/C. G. Rawlins
Petaka buat Orangtua
Adapun satu kantung popok bayi yang kebanyakan masih diimpor dihargai 8 juta Bolivar atau sekitar 1,22 USD. Kondisi ini diperparah dengan langkah pemerintah memperketat regulasi perdagangan. Akibatnya distributor enggan mengimpor dalam jumlah besar.
Foto: Reuters/C. G. Rawlins
Keju Tak Terjangkau
Meski diproduksi dengan biaya murah dan dibanderol 1,14 USD per kilogram, keju dijual seharga 7,5 juta Bolivar di Venezuela. Pada Senin (27/8) pemerintah di Caracas akan memberlakukan redenominasi yang memangkas lima angka nol. Jadi mulai pekan depan harga sebongkah keju akan berkisar 75 Bolivar. (rzn/ap: Reuters)
Foto: Reuters/C. G. Rawlins
7 foto1 | 7
Senat AS memilih untuk membatasi aksi militer di Venezuela
Senat Amerika Serikat pada Kamis (8/1) meloloskan tahap awal resolusi yang bertujuan membatasi Trump agar tidak melakukan aksi militer lebih lanjut di Venezuela tanpa persetujuan Kongres atau DPR AS. Lima senator Partai Republik bergabung dengan Demokrat untuk meloloskan resolusi tersebut.
“Partai Republik seharusnya malu terhadap para senator yang baru saja memilih bersama Demokrat untuk mencoba mencabut kewenangan kami dalam berperang dan mempertahankan Amerika Serikat,” tulis Trump dalam unggahan di media sosial.
Rancangan tersebut masih harus disetujui oleh Kongres. Jika lolos, Trump diperkirakan akan memveto undang-undang tersebut.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Rahka Susanto
Editor: Yuniman Farid