Jaksa AS Selidiki Harga Tiket 'Selangit' Piala Dunia 2026
Mark Hallam Sumber: AFP, Reuters, dan berbagai sumber
28 Mei 2026
Jaksa AS panggil FIFA ke pengadilan soal harga tiket Piala Dunia 2026 yang dinilai terlalu mahal. Mereka menegaskan ajang tersebut bukan sebuah "undangan untuk mengeksploitasi warga setempat dan pengunjung."
Jaksa AS menyatakan bahwa para penggemar sepak bola berhak mendapatkan kesempatan untuk memperoleh tiket dengan harga terjangkauFoto: Paul Ellis/AFP/Getty Images
Iklan
Jaksa di negara bagian New York dan New Jersey, Amerika Serikat (AS), melayangkan surat panggilan pengadilan kepada pihak FIFA terkait penyelidikan atas harga tiket Piala Dunia 2026 yang dinilai terlalu mahal, serta dugaan ketidakakuratan informasi lokasi kursi yang dijanjikan kepada para penggemar sepak bola.
Turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai pertengahan Juni ini disebut sebagai Piala Dunia termahal sepanjang sejarah. Selain harga tiket, ajang ini juga menuai kritik terkait berbagai persoalan politik dan ekonomi.
Piala Dunia 2026 menjadi yang terbesar sepanjang sejarah dengan 48 peserta dan tiga tuan rumah: AS, Kanada, dan Meksiko. Ajang ini bukan hanya soal sepak bola, tetapi juga tantangan logistik, ekonomi, dan dampak global.
Piala Dunia 2026 menghadirkan format baru dengan 48 tim peserta, meningkat dari 32 tim sebelumnya, dan digelar di tiga negara tuan rumah, yaitu Amerika Serikat (11 kota), Meksiko (3 kota), dan Kanada (2 kota). Sebanyak 104 pertandingan tersebar di 16 stadion selama hampir enam pekan penuh.
Foto: Miguel Sierra/EPA/IMAGO
Hampir 40 hari
Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 berlangsung dari tanggal 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Sebanyak 16 stadion yang tersebar di 16 kota ditetapkan untuk menggelar seluruh pertandingan selama 39 hari masa turnamen.
Foto: Eduardo Lima/ZUMA/IMAGO
Stadion dengan pertandingan terbanyak
AT&T Stadium di Dallas, AS, memiliki kapasitas antara 80.000 hingga 105.000 penonton, menjadikannya salah satu stadion terbesar di dunia. Pada Piala Dunia 2026, venue ini menjadi stadion dengan jumlah pertandingan terbanyak. Sementara itu, FIFA telah menetapkan Stadion MetLife di New York/New Jersey sebagai lokasi partai final turnamen tersebut.
Foto: Carlos Ramírez/Agencia EFE/IMAGO
Kenaikan harga tiket
FIFA menuai kritik usai menaikkan harga tiket final hingga tiga kali lipat, dari sekitar Rp191 juta jadi Rp573 juta. Selain final, tiket semifinal dibanderol puluhan hingga ratusan juta rupiah, sementara laga pembuka fase grup AS vs. Paraguay dijual mulai Rp19 juta hingga Rp47,5 juta.
Foto: Don MacKinnon/AFP
Tidak ramah disabilitas
Tidak ada tiket khusus bagi penyandang disabilitas. Tiket termurah (kategori 4) juga tidak tersedia sehingga mereka harus membeli tiket yang lebih mahal. Tidak ada pula potongan untuk parkir aksesibel, membuat biaya menonton semakin tinggi. “Tidak ada jaminan bahwa tiket pendamping akan duduk di sebelah Anda,” kata Jo McNicol, menyoroti keterbatasan akses bagi penonton disabilitas.
Foto: Matt Impey/Shutterstock/IMAGO
Polemik Iran
Meski sempat diliputi ketidakpastian akibat memanasnya konflik dengan AS dan Israel, Iran tetap mengindikasikan akan tampil di Piala Dunia. Timnas Iran tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Namun, Iran meminta kepastian dari FIFA berupa jaminan bahwa semua yang bepergian bersama tim akan menerima visa, termasuk mereka yang pernah menjalani dinas militer bersama IRGC.
Foto: Deccio Serrano/NurPhoto/picture alliance
Minim grup zona neraka
Dari hasil undian di Washington, babak awal minim grup neraka. Sebab, tim-tim besar banyak yang tidak langsung bertemu di fase grup. Walau begitu, Grup F turut menghadirkan dua tim papan atas, yakni Belanda dan Jepang. Sementara itu, Spanyol turut mendapat lawan-lawan yang cukup menantang di Grup H, yakni Uruguay dan Arab Saudi. Di sisi lain, Argentina mendapat lawan-lawan "enteng" di Grup J.
Foto: Eduardo Verdugo/AP Photo/picture alliance
Panggung terakhir bintang besar
Piala Dunia 2026 menjadi panggung terakhir bagi sejumlah bintang sepak bola dunia, seperti Luka Modric (40) dari Kroasia, Cristiano Ronaldo (41) dari Portugal, dan Lionel Messi (38) yang kembali memimpin Argentina. Jika Portugal dan Argentina sama-sama lolos sebagai juara grup dan melewati dua laga awal fase gugur, duel Messi vs. Ronaldo berpeluang terjadi pada 11 Juli 2026 di Kansas City.
Foto: Andres Kudacki/AP Photo/picture alliance
Bola resmi “TRIONDA”
FIFA memperkenalkan Adidas TRIONDA pada Oktober 2025. Nama “TRIONDA” berarti “tiga gelombang” dan merujuk pada tiga negara tuan rumah. Bola ini menggunakan kombinasi warna merah, hijau, dan biru. Desainnya menampilkan simbol khas setiap tuan rumah, seperti daun maple (Kanada), bintang (AS), dan elang (Meksiko). Adapun aksen emas pada bola melambangkan penghormatan terhadap trofi Piala Dunia FIFA.
Foto: Marc Schueler/Sportpics/picture alliance
Clutch, Zayu, dan Maple
FIFA resmi mengumumkan maskot Piala Dunia 2026. Maskot tersebut terdiri dari tiga karakter bernama Clutch, Zayu, dan Maple. Ketiga karakter itu mewakili hewan-hewan khas Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. "Maple, Zayu, dan Clutch penuh dengan kegembiraan, energi, dan semangat kebersamaan, layaknya Piala Dunia FIFA itu sendiri," ujar Presiden FIFA, Gianni Infantino, (26/09/2025).
Foto: Jia Haocheng/Xinhua/picture alliance
10 foto1 | 10
Hal yang diselidiki para jaksa
Dalam sebuah pernyataan bersama pada Rabu (27/05), Jaksa Agung New York Letitia James dan Jaksa Agung New Jersey Jennifer Davenport mengatakan harga tiket pertandingan Piala Dunia 2026 "jauh melampaui harga kompetisi Piala Dunia sebelumnya."
Iklan
"Warga New York telah menunggu bertahun-tahun agar Piala Dunia hadir di wilayah mereka dan mereka pantas mendapatkan kesempatan untuk membeli tiket dengan harga terjangkau," kata James.
"Tidak seorang pun seharusnya terpaksa membayar harga selangit demi sebuah kursi, dan para penggemar harus dapat memastikan bahwa tiket yang mereka beli sesuai dengan yang mereka terima," lanjutnya.
Dalam kasus yang ekstrem, calo tiket pihak ketiga meminta lebih dari 2 juta dolar AS atau sekitar 32 miliar rupiah untuk dua tiket pertandingan final Piala DuniaFoto: FIFA/AP Photo/picture alliance
Pertandingan final Piala Dunia dijadwalkan berlangsung pada 19 Juli 2026 di Stadion MetLife, New Jersey, yang juga menjadi kandang tim NFL, New York Giants dan New York Jets.
"Transparansi soal penjualan tiket itu sebenarnya tidak rumit. Namun, FIFA membuat pembelian tiket Piala Dunia jadi penuh kebingungan, ada kesan kelangkaan yang dibuat-buat, dan harga yang dipatok terlalu mahal," kata Jennifer Davenport.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, membela sistem 'dynamic pricing' atau penentuan harga berdasarkan tingginya permintaan yang diterapkan organisasinya. Menurutnya, kebijakan ini wajar karena standar harga acara olahraga di AS memang tinggi dan permintaan global sangat besar.
Ia juga menyebut hukum di AS membuat FIFA sulit melarang praktik penjualan kembali tiket setelah dibeli.
Namun, hampir seluruh kategori tiket pertandingan Piala Dunia tetap dijual jauh lebih mahal dibandingkan tiket pertandingan olahraga pada umumnya di AS, kecuali sejumlah kecil tiket murah yang terbatas untuk laga fase grup tertentu.
Harga tiket final Piala Dunia 2026 untuk penonton umum dilaporkan mencapai ribuan dolar AS atau setara puluhan juta rupiah dan nilainya lima kali lebih mahal dibandingkan dengan pertandingan final Piala Dunia Qatar 2022.
Sebagai perbandingan, tiket final Piala Dunia 1994 di AS jauh lebih murah sekitar 20 kali lipat.
"Menjadi tuan rumah Piala Dunia adalah sebuah kehormatan, tetapi ajang ini bukanlah undangan untuk mengeksploitasi masyarakat serta pengunjung kami," tegas Davenport.
Kevin Diks, pemain Timnas Indonesia pertama di Bundesliga
01:27
This browser does not support the video element.
Piala Dunia FIFA yang kontroversi
Penyelidikan ini menambah daftar kontroversi terkait penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Sebelumnya, kelompok suporter tim yang akan berlaga juga telah mengajukan keluhan resmi ke Uni Eropa terkait kebijakan harga tiket FIFA.
Selain itu, biaya tambahan seperti parkir dan tiket kereta menuju stadion juga menuai sorotan publik.
Alokasi tiket murah dalam jumlah sangat terbatas yang disediakan FIFA terbukti tidak mampu membendung gelombang protes para penggemar.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris