1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Jalan Menuju Kewarganegaraan Jerman

10 Juli 2008

Pemerintah Jerman mengajak warga asing yang telah lama tinggal di Jerman untuk menjadi warganegara. Pejabat urusan integrasi Jerman, Böhmer Rabu (09/07) di Berlin, meluncurkan brosur "Jalan Menuju Kewarganegaraan."

Die Integrationsbeauftragte der Bundesregierung, Maria Böhmer
Pejabat urusan integrasi Jerman, Maria BöhmerFoto: picture-alliance/ dpa

Dengan peluncuran brosur "Jalan menuju kewarganegaraan“ Maria Böhmer menarik minat warga asing di Jerman untuk memenuhi persyaratan berdasarkan undang-undang guna memperoleh peluang menjadi warga negara Jerman.

"Merupakan keuntungan masing-masing, bila memiliki kewarganegaraan Jerman. Namun tentu saja menyangkut pengakuan sosial. Dan juga termasuk memiliki rasa kebersamaan. Itulah sisi emosional yang menurut saya sangat penting, jika menyangkut niat menjadi warganegara.“

Yang dimaksud pejabat urusan integrasi Jerman Böhmer menjadi jelas ketika mengunjungi sebuah sekolah pendidikan kejuruan di Freiburg

"Kemarin seorang peserta pendidikan mengatakan kepada saya, pada usia setengah tahun ia datang ke Jerman. Orang tuanya berasal dari Libanon. Jerman adalah tanah air pertamanya dan tanah air kedua saya Libanon."

Dengan perubahan undang-undang kewarganegaraan musim panas lalu dan pelaksanaan tes kewarganegaraan mulai 1 September mendatang, menurut Maria Böhmer, dicapai tahapan penting dalam hal kewarganegaraan

"Terlepas bagi orang yang tumbuh dewasa di Jerman atau baru datang ke Jerman dan kemudian ingin menjadi warganegara Jerman, sasarannya adalah kami bertanggung jawab bagi warga di negara ini yang mengenal haknya dan mengetahui kewajibannya."

Tujuannya menurut Böhmer, memberikan dasar-dasar pengetahuan kewarganegaraan serta dasar-dasar dan norma-norma undang-undang Jerman. Dengan demikian Böhmer menolak permintaan, khususnya perhimpunan Turki untuk meringankan persyaratan memiliki dua kewarganegaraan. Saat ini sekitar 3.300 remaja harus menunggu sampai usia 23 tahun untuk menentukan kewarganegaraan yang dipilihnya. Böhmer memperkirakan sampai tahun 2018 jumlahnya akan mencapai 50 ribu.

Ketua perhimpunan masyarakat Turki di Jerman Kenan Kolat mengkritik tes kewarganegaraan tersebut

"Sejak 1990 kami berkesimpulan ditetapkan tahap kesulitan baru misalnya tes bahasa Jerman. Kami tidak menolak adanya tes bahasa Jerman. Tapi halangannya semakin tinggi. Sekarang ada tes kewarganegaraan. Satu saat orang akan mengatakan, saya terus-menerus diuji.“

Böhmer membela pelaksanaan tes kewarganegaraan itu yang memiliki lingkup daftar pertanyaan yang luas, dimana menurutnya dengan persiapan yang memadai 70 hingga 80 persen pelamar akan dapat menembusnya. Selain itu tes kewarganegaraan Jerman itu dapat diulang. Jerman hidupa dari keragaman masyarakatnya dan untuk masa depan yang bersama yang baik serta kesediaan dan partisipasi para migran dalam kehidupan masyarakat. Demikian ditegaskan pejabat urusan integrasi Jerman, Böhmer. (dk)