Listrik Mati Total di Kuba saat AS Blokir Pasokan Minyak
Marjory Linardy Sumber: AP, AFP, Reuters
17 Maret 2026
Pemerintah Kuba menggelar penyelidikan atas terputusnya jaringan listrik di seluruh negara. Langkah itu diambil saat pemerintah AS di bawah Donald Trump memblokir pengiriman minyak dari Venezuela ke Kuba.
Seorang pria memberikan makanan kepada seorang anak perempuan di jalanan Ibu Kota Havana saat jaringan listrik padam.Foto: Ramon Espinosa/AP Photo/picture alliance
Iklan
Senin (16/03) pemerintah Kuba mengumumkan sedang menyelidiki pemutusan total jaringan listrik di seluruh negara pulau itu. Kementerian Energi dan Pertambangan menyatakan lewat X, "Penyebabnya sedang diselidiki dan protokol untuk mengaktifkan kembali jaringan listrik sudah dilaksanakan." Ditambahkan pula, tidak ditemukan kesalahan pada unit yang beroperasi ketika jaringan listrik tidak berfungsi.
Senin malam waktu setempat sebagian media milik pemerintah menyatakan 5% penduduk Ibu Kota Havana sudah kembali mendapat pasokan listrik, demikian pula beberapa rumah sakit di seluruh negeri.
Seorang pembuat roti menjajakan dagangannya di jalanan saat listrik padam.Foto: Ramon Espinosa/AP Photo/picture alliance
Menurut pejabat berwenang, prioritas berikutnya adalah sektor komunikasi. Namun mereka memperingatkan bahwa jaringan yang kini telah dipulihkan dapat kembali kolaps.
Mengapa Kuba mengalami "blackout"?
Kuba sudah mengalami terputusnya listrik berskala besar untuk ketiga kalinya dalam empat bulan terakhir. Pemerintah Kuba menyebut "blackout" ini diakibatkan blokade terhadap pasokan minyak dari Venezuela oleh pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump.
Venezuela adalah negara pemasok minyak utama ke Kuba. Operasi penangkapan Nicolas Maduro ketika menjabat presiden Venezuela merupakan pukulan besar terhadap pemerintah Kuba. Sejak itu, Trump menyatakan dukungan terhadap Delcy Rodriguez yang menjadi presiden sementara, dan menghentikan pasokan minyak ke Kuba.
Kuba: Antara Langkah Maju dan Nostalgia
Setelah kepemimpinan ditinggalkan Fidel Castro, Kuba tidak banyak berubah. Tapi turisme makin maju dan hubungan makin hangat dengan AS berdampak pada rakyat. Fotografer Mauro Pimentel mendokumentasikannya.
Foto: Mauro Pimentel
Sore Hari di Jalan Prado
Di Paseo del Prado, di samping alun-alun kini berdiri sejumlah hotel. El Capitolio, adalah lokasi pemerintahan sebelum terjadinya Revolusi Kuba tahun 1959, sekarang jadi tempat bersosialisasi, di mana seluruh lapisan warga Kuba bertemu untuk tukar-menukar gosip dan menikmati permainan bersama.
Foto: Mauro Pimentel
"Pejuang" Baru Kuba
Bertinju jadi olah raga kebanggaan di Kuba. Dengan memenangkan 73 medali olimpiade, termasuk 37 emas, secara internasional Kuba ada di posisi kedua setelah AS. Foto: Anak-anak dilatih olah raga tinju Kuba di Rafael Trejo Boxing School di daerah Habana Vieja, kota tua Havana.
Foto: Mauro Pimentel
Tugas Mulia Sepanjang Hidup
Pemerintah Kuba wujudkan impian saya yaitu jadi perawat dan menolong orang lain, kata Mirta Gomez, pensiunan perawat. Sebelum revolusi, peluang pendidikan hanya dimiliki kaum elit. Setelah Castro berkuasa, Mirta bisa ikuti pendidikan perawat. Hampir seluruh masa kerja dilewatkannya di rumah sakit utama Havana. Sekarang ia masih membantu dan melatih perawat. Hobi barunya: menjual bunga.
Foto: Mauro Pimentel
Bangkit dengan Terseok-Seok
Di seluruh Havana, bangunan direnovasi untuk mendukung turisme, yang menyasar wisatawan dari AS. Pemerintah memberi wewenang kepada sejumlah pebisnis swasta. Sementara hotel dan restoran jadi pendorong utama konstruksi. Foto: bangunan ini nantinya akan jadi "bed and breakfast" di daerah Vedado. Warga Kuba harus minta ijin untuk menawarkan tempat tinggalnya bagi turis asing.
Foto: Mauro Pimentel
Hidup Tenang
Francisco Arrosa, 75 (foto) membaca Granma, koran partai komunis saat ia menunggu pelanggan. Warga Kuba tidak akan mengubah apa yang dimulai Fidel dan revolusi, kata mekanik mobil itu. "Kami mungkin tidak kaya, tapi setiap orang Kuba punya akses untuk mendapat makanan, pendidikan, perawatan kesehatan dan tempat tinggal. Inilah revolusinya."
Foto: Mauro Pimentel
Havana Untuk Pemula
Wisatawan mengambil foto dari sebuah mobil lawan buatan Amerika yang melewati berbagai lokasi menarik di Havana. Akibat embargo AS selama beberapa dekade kendaraan dari tahun 1950-60an adalah spemandangan umum di Kuba. Sekarang, mobil baru buatan Korea, Cina dan Eropa sudah menyusupi pasaran lokal. Sementara "oldtimer" kebanyakan digunakan sebagai taksi bagai turis.
Foto: Mauro Pimentel
Generasi Internet
Di sepanjang jalan utama Havana, warga Kuba bisa mengecek e-mail atau membaca situs-situs yang tidak disensor pemerintah. Tahun 2015 pemerintah Kuba membuka hotspot publik pertama, di 35 lokasi publik. Namun internet adalah salah satu hal yang paling disensor, sehingga tidak bisa diakses di rumah pribadi.
Foto: Mauro Pimentel
Melestarikan Sejarah
Saat ini, warga Kanada adalah wisatawan asing terbanyak datang ke Kuba. Tapi dengan kembali dipulihkannya hubungan diplomatik dan berfungsinya penerbangan dan perjalanan laut dari AS, jumlah wisatawan dari AS diduga akan meningkat pesat tahun 2017.
Foto: Mauro Pimentel
Nelayan Malacon
Sebagai negara pulau, penangkapan ikan memegang peranan penting dalam budaya Kuba, termasuk di sektor gastronomi. Ekspor ikan menjadi salah satu sumber pemasukan devisa Kuba, walau jumlahnya tak seberapa. Kini operator wisata laut AS juga sudah mengincar kawasan perairan Kuba yang kaya ikan. Penulis: Mauro Pimentel/Kait Bolongaro (ml/as)
Foto: Mauro Pimentel
9 foto1 | 9
Selain itu, Trump menyatakan akan menetapkan tarif tinggi terhadap negara-negara yang menjual minyak ke Kuba. Pemasok minyak lainnya adalah Meksiko dan Rusia.
Jumat (13/03) Kuba dilanda demonstrasi penuh kekerasan akibat pemutusan listrik dan harga bahan pangan yang tinggi. Demonstran merusak sebuah bangunan milik Partai Komunis Kuba.
Presiden Kuba: Lebih dari tiga bulan tanpa pasokan minyak
Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menyatakan Jumat (13/03), Kuba tidak menerima pasokan minyak dalam tiga bulan. Akibatnya, Kuba hanya bergantung pada sinar matahari, gas alam, dan pembangkit listrik termoelektrik.
Diaz-Canel juga mengatakan, Kuba sedang mengadakan pembicaraan dengan AS menyangkut krisis energi dan ekonomi.
Beberapa hari setelah pembicaraan dimulai, Wakil PM Kuba Oscar Perez-Oliva Fraga mengatakan dalam wawancara dengan NBC News Senin (16/03), Kuba merencanakan untuk mengizinkan warga Kuba di luar negeri untuk berinvestasi dan memiliki bisnis di Kuba.