Dua mural identik karya Banksy muncul di jalanan London. Salah satunya telah diklaim secara resmi oleh seniman misterius tersebut. Lalu, pesan apa yang ingin disampaikan Banksy hanya beberapa hari menjelang Natal?
Warga berdatangan untuk melihat mural baru di London yang secara resmi diklaim oleh BanksyFoto: Stefan Rousseau/AP Photo/picture alliance
Iklan
Seniman jalanan anonim asal Inggris, Banksy, memamerkan karya terbarunya di kawasan Bayswater, London. Karya ini muncul dua hari setelah grafiti serupa buatannya muncul di Oxford Street, pusat perbelanjaan tersibuk di kota tersebut.
Mural monokrom itu diunggah pada Senin (22/12) di akun Instagram yang secara umum dianggap sebagai akun resmi Banksy. Gambar tersebut menampilkan dua anak mengenakan jaket musim dingin, topi, dan sepatu bot karet, berbaring telentang sambil menatap dan menunjuk ke arah cahaya merah di puncak sebuah derek yang menjulang di bagian latar belakang.
Banksy Kembali Menggebrak dengan Mural Politisnya
Seniman grafiti misterius paling legendaris dari Inggris, Banksy, kembali beraksi dengan karya seni paling anyar. Berikut beberapa karya "Sprayaction" yang paling beken.
Foto: Getty Images/AFP/T. Akmen
Semua dalam perahu yang sama
Karya ini muncul pada dinding di taman Nicholas Everitt, Lowestoft, Inggris (07/08) dan diyakini sebagai karya paling anyar Banksy. Seminggu kemudian seniman misterius itu mengklaim lewat Instagram, dia bertanggung jawab untuk lukisan itu bersama dengan serial lukisan grafiti di beberapa kota pesisir Inggris yang disebutnya "A Great British Spraycation.
Foto: PA/AP/picture alliance
Louise Michel, kapal penyelamat pengungsi
Banksy pernah mendanai sebuah kapal penyelamat pengungsi dari Afrika Utara ke Eropa. Dinamai Louise Michel, yang mengacu pada anarkis feminisme Prancis abad ke-19, dihiasi cat berwarna merah muda dan grafiti seniman jalanan itu. Dikutip dari “The Guardian”, 89 orang diselamatkan pada Kamis (12/08). Sejak awal 2020, setidaknya 500 imigran meninggal dunia saat menyeberangi laut Mediterania.
Foto: Louise Michel
Pernyataan rasialisme sistematik
Sebuah lilin membakar bendera AS. Pada Juni 2020, melalui lukisan di akun Instagramnya, Banksy mengkritik pembunuhan atas George Floyd dan menghormati gerakan ’Black Lives Matter’. “Orang kulit berwarna, dihancurkan sistem. Sistem Kulit Putih,” tulisnya. "Jika orang kulit putih tidak memperbaikinya, seseorang akan datang dan melawannya,” tambahnya.
Foto: Reuters/Instagram/@banksy
Pahlawan super saat pandemi COVID-19
Batman dan Spiderman merupakan pahlawan masa lalu. Anak ini memilih bermain dengan boneka perawat bermasker dan pakaian pelindung. Saat foto ini terungkap awal Mei 2020, Banksy mengapresiasi kontribusi para dokter, perawat, dan pekerja di rumah sakit selama pandemi COVID-19.
Foto: Reuters/Banksy Imstagram
Siap berangkat?
Desember 2019, Banksy mengunggah sebuah video, menunjukkan mural rusa kutub bersiap terbang, bukan membawa Sinterklas, melainkan seorang pria tuna wisma, untuk menunjukkan penderitaan mereka. “Tuhan memberkati Birmingham,” tulis seniman itu. “Dalam 20 menit kami merekam Ryan di kursi ini, pejalan kaki memberi minuman coklat panas, dua buah kue coklat, dan pemantik, tanpa dimintanya.”
Foto: Reuters/Instagram/@banksy
Parlemen yang terdesentralisasi di Inggris
‘Parlemen yang terdesentralisasi’ diciptakan seniman jalanan yang elusif tahun 2009, menampilkan simpanse, bukan politisi parlemen Inggris. Di tengah kekisruhan karena Brexit, karya tersebut mewakili keadaan politik Inggris. Lukisan berukuran 2,8 x 4,5 meter itu dilelang pada Oktober 2019 di London dengan harga sekitar Rp185 miliar.
Foto: picture-alliance/NurPhoto/G. Alexopoulos
Dan separuhnya hilang…
Pelelangan lain di Sotheby, London juga menggemparkan. Sesaat setelah lukisan “Gadis dengan Balon” Banksy terjual seharga sekitar Rp 20 miliar tahun 2018, lukisan itu hancur sendiri karena penghancur ada di bingkai bawahnya, tetapi prosesnya tidak selesai. Menjelma menjadi “Cinta di Tempat Sampah.” Motif pertama yang muncul tahun 2002 jadi mural di London.
Foto: picture-alliance/dpa/U. Deck
Lebih baik dipamerkan ketimbang dilelang
Memperoleh jutaan poundsterling dari lukisan “Parlemen yang Terdesentralisasi” memicu banyak kritik karena tidak ada informasi pembelinya. Banksy kemudian memamerkan karyanya di sebuah toko benama Gross Domestic Product, yang tiba-tiba muncul di London sebagai respons dan mengatakan karya yang dilelang jadi milik orang kaya ketimbang milik bersama publik.
Foto: Getty Images/P. Summers
Dunia Banksy
Banksy merupakan salah satu seniman jalanan paling terkenal di dunia, tetapi identitasnya masih rahasia. Lukisan dan gambarnya di kertas jadi karya langka. Sebaliknya, seniman Inggris itu menggambar karyanya secara anonim di gedung, dinding, dan reruntuhan. Seni mural jalanan yang tidak untuk dijual.
Foto: picture-alliance/dpa/MAXPPP/A. Marchi
Steve Jobs
Tema karyanya yang berulang, menampilkan sifat predator dari kapitalis dunia. Banksy melukis muralnya di pintu masuk perkemahan pengungsi di Calais, Prancis. Figur di gambar itu adalah mendiang pendiri Apple, Steve Jobs, membawa komputer legenda Mac pertama. Ayahnya berasal dari Suriah.
Foto: picture-alliance/AP Photo/M. Spingler
Pernyataan tentang Brexit
Banksy memamerkan karyanya pada perdebatan Brexit di Inggris tahun 2017. Gambar ini muncul pada sebuah dinding rumah, tidak jauh dari pelabuhan ferry Dover yang menunjukkan seorang pria dengan tangga berusaha menghapus salah satu bintang Uni Eropa dengan palu dan pahat. Gambar tersebut saat ini sudah hilang dihapus orang tak dikenal.
Foto: Reuters/H. McKay
Konflik Israel-Palestina
Seniman jalanan Inggris pernah membuat karya terkait konflik Israel-Palestina. Tahun 2017, Banksy membuka hotel “The Walled Off”. Sebuah hotel untuk pamerannya di Bethlehem yang berlokasi tepat di samping perbatasan Tepi Barat Israel yang kontroversial. Dia juga meninggalkan beberapa karyanya di kota bersejarah ini sejak 2005 sebagai “Wisata Banksy.”
Foto: Getty Images/I. Yefimovich
Perang bukan permainan anak
Satu fakta yang diketahui tentang identitas Banksy adalah berasal dari Bristol, Selatan Inggris. Dia pindah ke Inggris akhir 90-an dan mulai melukis pesan gambar di dinding di lokasi tertentu. Dia kembali ke Bristol tahun 2016 dan meninggalkan muralnya di sebuah SD di Whitchurch.
Foto: picture-alliance/dpa/N.Munns
Krisis iklim global
Sebagai seniman, Banksy selalu punya pandangan visioner. Semua karyanya, sering mengkritik masalah politik di masa depan, misalnya pemanasan global, seperti di gambar ini. Dia melukisnya di London tahun 2009, jauh sebelum Donald Trump mengatakan kalimat ini dengan nada serius.
Foto: picture-alliance/empics/Zak Hussein
Kritik terhadap media
Banksy mengecam kebrutalan media yang membuat berita sensasional terkait korban perang dan serangan teroris. Tergambar dari karya “Media saat Perang,” yang tidak dilukis di dinding, seperti karya lainnya, agar bisa dipajang di sebuah galeri. Salah satunya di London, tahun 2018. (mh/as)
Foto: Getty Images/AFP/T. Akmen
15 foto1 | 15
Mural itu dilukis di bagian sebuah rumah yang tampak kumuh, tepat di atas sebuah garasi. Penempatannya menggambarkan seolah-olah kedua anak tersebut sedang berbaring di atap seng bergelombang dan di samping sebuah kontainer sampah yang penuh dengan barang rongsokan, furnitur bekas, serta peralatan dapur yang dibuang.
Motif yang sama juga muncul beberapa kilometer jauhnya, di pusat Kota London pada akhir pekan lalu. Menurut pengguna Instagram setempat, mural tersebut sudah terlihat sejak Sabtu (20/12) pagi. Mereka pun heran dengan alasan Banksy yang tidak membagikan versi itu melalui kanal resminya.
Pada mural yang berada di dinding kecil di persimpangan Oxford Street dan Tottenham Court Road, kedua anak tersebut tampak menunjuk ke arah Menara Centre Point. Gedung apartemen mewah setinggi 34 lantai itu dibangun pada 1970-an dan pernah diduduki para aktivis sebagai bentuk protes terhadap minimnya perumahan terjangkau di London, kota yang hingga kini masih menghadapi permasalahan peningkatan tunawisma.
Berdasarkan statistik terbaru, sekitar 210.000 orang terpaksa tidur di jalanan ibu kota Inggris. Hampir separuh dari mereka adalah anak-anak, termasuk di kawasan Oxford Street, yang pada malam hari berubah dari pusat belanja Natal menjadi tempat para tunawisma bertahan hidup setelah ratusan toko menutup pintunya.
Satu versi mural muncul di atas garasi di bagian belakang sebuah rumah yang tampak kumuh, sementara versi lainnya berada di Oxford Street, tepat di jantung kawasan belanja LondonFoto: Dinendra Haria/London News Pictures/ZUMA/picture alliance
Apa makna mural Banksy?
"Saya rasa ini sangat bermakna karena orang-orang berlalu begitu saja di depan mural ini, sama seperti mereka berlalu di depan para tunawisma yang tidak ingin mereka lihat," kata salah satu penggemar Banksy sekaligus pembuat sketsa, Daniel Lloyd-Morgan, kepada penyiar publik Jerman Tagesschau. "Saya pikir itulah yang ingin Banksy sampaikan ke kita."
Iklan
Namun, masyarakat juga punya tafsir yang beragam.
"Kalau ini memang karya Banksy, mungkin dia ingin mengatakan bahwa 'lihatlah kota ini, nikmati pemandangannya,'" kata seorang warga kepada Tagesschau. "Mungkin ini seorang prajurit yang gugur, dengan sisi kanak-kanaknya yang menunjukkan jalan menuju surga," ujar warga lain.
Motif yang sama muncul di pusat Kota London pada Sabtu (20/12), tapi belum diklaim secara resmi oleh Banksy melalui kanal "resminya"Foto: Vuk Valcic/ZUMA/picture alliance
Di Instagram, seorang pengguna menulis komentar di bawah unggahan Banksy. "Kita semua berada di selokan, tetapi sebagian dari kita menatap bintang-bintang," mengutip dialog tokoh Lord Darlington dalam drama karya Oscar Wilde tahun 1892, Lady Windermere's Fan.
Pengguna lain menyoroti waktu kemunculan dua mural tersebut yang bertepatan dengan titik balik matahari musim dingin pada Minggu, 21 Desember 2025, hari terpendek dan tergelap dalam setahun di belahan Bumi utara.
Sementara itu, seorang pengguna menulis singkat. "Yang kami inginkan untuk Natal hanyalah Banksy."
Ayo berlangganan gratis newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru!
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris