Gempa bermagnitudo 7,4 di lepas pantai utara Prefektur Iwate terasa hingga ke Tokyo. Warga dihimbau untuk mengungsi dari wilayah pesisir utara mengantisipasi datangnya tsunami.
Warga di beberapa wilayah di bagian utara Jepang diminta untuk segera berpindah ke tempat yang lebih tinggi.Foto: Issei Kato/REUTERS
Iklan
Gempa bumi berkekuatan besar melanda Jepang bagian utara pada hari Senin(20/4). Gempa ini memicu dikeluarkannya peringatan tsunami dan perintah evakuasi. Gelombang pasang setinggi hingga tiga meter diperkirakan akan menghantam pantai utara negara itu dalam waktu singkat, demikian menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA).
"Segera lakukan evakuasi wilayah pesisir dan daerah tepi sungai ke tempat yang lebih aman seperti dataran tinggi atau gedung evakuasi,” jelas JMA, menambahkan bahwa kerusakan properti diperkirakan akan terjadi.
"Jangan tinggalkan tempat yang aman sampai peringatan dicabut,” kata JMA. Wilayah yang dicakup oleh perintah tersebut meluas ke utara hingga Hokkaido, kata mereka.
Badan tersebut mencatat adanya gelombang tsunami setinggi 80 sentimeter di dekat Pelabuhan Kuji, Prefektur (Provinsi) Iwate, setelah guncangan gempa bumi berkekuatan M 7,4.
"Bagi Anda yang tinggal di daerah-daerah yang masuk dalam peringatan, silakan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan aman, seperti dataran tinggi,” kata Perdana Menteri Sanae Takaichi kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa pemerintah terus memastikan apakah ada korban jiwa atau kerusakan harta benda.
Layanan kereta Shinkansen berkecepatan tinggi yang menghubungkan Tokyo dan Aomori, kota paling utara di pulau terbesar Jepang, Honshu, telah dihentikan untuk sementara waktu.
Jepang dan Sistem Peringatan Gempa bumi Tercanggih di Dunia
00:49
This browser does not support the video element.
Dibayangi tragedi Fukushima
Sudah lima belas tahun berlalu sejak gempa bumi terkuat yang pernah melanda negeri itu di Tohoku, menewaskan sekitar 20.000 orang dan memicu bencana nuklir di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi.
Iklan
Berlokasi di "Cincin Api” Pasifik yang sarat aktivitas vulkanik dan tektonik, Jepang memiliki titik rawan gempa bumi dan gelombang pasang.
Hidup di Liang Nuklir Fukushima
Fukushima, kini yang tersisa adalah sebuah kota hantu. Tapi sebagian penduduk bersikeras bertahan di kawasan beracun itu
Foto: Getty Images/K.Ishii
Petaka Dari Laut
Awalnya adalah gempa bumi berkekuatan 9.0 pada skala richter. Disusul gelombang Tsunami dahsyat yang meluluhlantakkan kawasan selatan Jepang dan memicu petaka nuklir yang mengakhibatkan hampir 100.000 penduduk meninggalkan rumah masing-masing.
Foto: Getty Images/C.Furlong
Kematian di Udara
Yang kemudian tersisa adalah kota hantu tak bertuan di kawasan yang terkontaminasi elemen radioaktif. Seakan iblis mematikan sedang mencekam seisi kota dan desa. Karena betapapun kokohnya bangunan dan infrastruktur kota bertahan dari gempa lima tahun silam, kematian tidak datang dari laut atau perut Bumi, melainkan menggelayut di udara yang beracun.
Foto: Getty Images/C.Furlong
Hidup Setelah Bencana
Tidak sedikit penduduk berusaha bertahan di wilayah yang terkontaminasi zat radioaktif, sebagian yang diungsikan bahkan kembali ke kediamannya masing-masing. Sawah kembali diairi, transportasi umum kembali berjalan dan sekolah-sekolah dibuka. Pria tua bernama Kano ini hidup dengan tumpukan tanah yang terpapar zat radioaktif dan seadanya ditutup dengan terpal berwarna biru.
Foto: Bertram Schiller
Di Liang Nuklir Fukushima
Sebanyak 260 kota dan desa sejatinya dinyatakan tertutup oleh pemerintah Jepang lantaran terkontaminasi elemen radioaktif. Kini, lima tahun berselang, beberapa diantaranya kembali dihuni penduduk, seperti seorang ibu di Prefektur Namie Machi ini. Kota yang dulu berpopulasi 21.000 penduduk itu kini menjadi kota hantu.
Foto: Bertram Schiller
Perang Tak Berkesudahan
Pemerintah Jepang hingga kini masih berupaya memerangi dampak bencana nuklir lima tahun silam. Sebanyak 8000 petugas hidup di kawasan bencana buat membebaskan Fukushima dari hantu cemaran nuklir yang masih bergentayangan. Tidak jelas sampai kapan mereka harus bertahan di wilayah tercemar berat radioaktif tersebut.
Foto: picture-alliance/dpa/F. Robichon
Tanah Beracun
Ratusan ribu meter kubik tanah yang terkontaminasi dikumpulkan di dalam kantung hitam. Saat ini belum ada rencana bagaimana membersihkan tanah tersebut. Pemerintah Jepang beberapa tahun silam membeli lahan seluas 500 ratus hektar untuk menyimpan tanah yang terpapar zat radioaktif.
Foto: Bertram Schiller
Dampak Panjang Bencana Nuklir
Program pembersihan Fukushima yang dicanangkan pemerintah Jepang akan berlangsung hingga 50 tahun dan menelan biaya puluhan miliar US Dollar. Namun baru-baru ini Badan Regulasi Nuklir Jepang memperkirakan upaya pembersihan akan berlangsung hingga 80 tahun.
Foto: Getty Images/C. Furlong
7 foto1 | 7
Desember 2025 lalu, puluhan orang terluka setelah gempa mengguncang lepas pantai Prefektur Aomori. JMA telah dua kali mengeluarkan peringatan mengenai kemungkinan terjadinya "gempa dashyat” yang diyakini suatu hari dapat terjadi di sepanjang palung laut Nakai.
Palung sepanjang 800 kilometer tersebut adalah tempat di mana lempeng tektonik Laut Filipina perlahan menyusup ke bawah lempeng benua lain yang mencakup Jepang.
Otoritas memperkirakan gempa bumi besar seperti itu dapat menewaskan ratusan ribu orang dan menyebabkan kerusakan senilai triliunan dolar atau kuadriliun rupiah.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris