1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
BencanaJepang

Jepang Keluarkan Peringatan Tsunami setelah Gempa M 7,4

Elizabeth Schumacher | Wesley Dockery AP, AFP, DPA, Reuters
20 April 2026

Gempa bermagnitudo 7,4 di lepas pantai utara Prefektur Iwate terasa hingga ke Tokyo. Warga dihimbau untuk mengungsi dari wilayah pesisir utara mengantisipasi datangnya tsunami.

Tokyo, Jepang 2026 | Peringatan tsunami setelah gempa bumi terjadi di lepas pantai timur laut Jepang.
Warga di beberapa wilayah di bagian utara Jepang diminta untuk segera berpindah ke tempat yang lebih tinggi.Foto: Issei Kato/REUTERS

Gempa bumi berkekuatan besar melanda Jepang bagian utara pada hari Senin(20/4). Gempa ini memicu dikeluarkannya peringatan tsunami dan perintah evakuasi. Gelombang pasang setinggi hingga tiga meter diperkirakan akan menghantam pantai utara negara itu dalam waktu singkat, demikian menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA).

"Segera lakukan evakuasi wilayah pesisir dan daerah tepi sungai ke tempat yang lebih aman seperti dataran tinggi atau gedung evakuasi,” jelas JMA, menambahkan bahwa kerusakan properti diperkirakan akan terjadi.

"Jangan tinggalkan tempat yang aman sampai peringatan dicabut,” kata JMA. Wilayah yang dicakup oleh perintah tersebut meluas ke utara hingga Hokkaido, kata mereka.

Badan tersebut mencatat adanya gelombang tsunami setinggi 80 sentimeter di dekat Pelabuhan Kuji, Prefektur (Provinsi) Iwate, setelah guncangan gempa bumi berkekuatan M 7,4.

"Bagi Anda yang tinggal di daerah-daerah yang masuk dalam peringatan, silakan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan aman, seperti dataran tinggi,” kata Perdana Menteri Sanae Takaichi kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa pemerintah terus memastikan apakah ada korban jiwa atau kerusakan harta benda.

Layanan kereta Shinkansen berkecepatan tinggi yang menghubungkan Tokyo dan Aomori, kota paling utara di pulau terbesar Jepang, Honshu, telah dihentikan untuk sementara waktu.

Jepang dan Sistem Peringatan Gempa bumi Tercanggih di Dunia

00:49

This browser does not support the video element.

Dibayangi tragedi Fukushima

Sudah lima belas tahun berlalu sejak gempa bumi terkuat yang pernah melanda negeri itu di Tohoku, menewaskan sekitar 20.000 orang dan memicu bencana nuklir di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi. 

Berlokasi di "Cincin Api” Pasifik yang sarat aktivitas vulkanik dan tektonik, Jepang memiliki titik rawan gempa bumi dan gelombang pasang.

Desember 2025 lalu, puluhan orang terluka setelah gempa mengguncang lepas pantai Prefektur Aomori. JMA telah dua kali mengeluarkan peringatan mengenai kemungkinan terjadinya "gempa dashyat” yang diyakini suatu hari dapat terjadi di sepanjang palung laut Nakai.

Palung sepanjang 800 kilometer tersebut adalah tempat di mana lempeng tektonik Laut Filipina perlahan menyusup ke bawah lempeng benua lain yang mencakup Jepang.

Otoritas memperkirakan gempa bumi besar seperti itu dapat menewaskan ratusan ribu orang dan menyebabkan kerusakan senilai triliunan dolar atau kuadriliun rupiah.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Sorta Caroline

Editor: Ayu Purwaningsih