1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Jerman Investigasi Spion Turki

6 April 2017

Kejaksaan federal Jerman lancarkan penyelidikan terhadap 20 terduga mata-mata Turki yang beroperasi di Jerman. Spion Turki diduga memata-matai kegiatan pengikut gerakan Gülen.

Ditib Merkez Mescidi Aksa Moschee
Foto: picture-alliance/dpa/M Brandt

Petugas penyelidik dari kejaksaan federal kini melakukan pengusutan atas sedikitnya 20 terduga spion Turki yang beroperasi di Jerman. Mengutip laporan surat kabar "Die Welt" spion yang diduga anggota dinas rahasia Turki-MIT itu bertugas memata-matai kegiatan pengikut gerakan Fethullah Gülen yang ada di Jerman.

Pengusutan terhadap 20 terduga spion Turki dan sejumlah terduga lainnya itu terungkap lewat pertanyaan yang diajukan Sevim Dagdelen, anggota parlemen dari partai kiri "Die Linke" kepada kejaksaan federal. "Pengusutan dilakukan terkait kegiatan dinas rahasia atas perintah dari penguasa Turki, serta kegiatan memata-matai anggota gerakan Gülen", demikian jawaban pemerintah Jerman yang dikutip Die Welt.

Pemerintah Turki menuduh gerakan Gülen bertanggung jawab atas aksi kudeta yang gagal bulan Juli 2016 lalu.

Data dinas rahasia Jerman

Selain terungkap lewat pertanyaan anggota parlemen, sebetulnya dinas rahasia Jerman-BND juga sudah memiliki bukti kuat adanya aktivitas spionase Turki di wilayah kedaulatannya.

Direktur spionase luar negeri Turki, Hakan Fidan sebelumnya di sela-sela konferensi keamanan München, juga telah menyerahkan daftar nama para pendukung gerakan Gülen di Jerman kepada kepala BND, Bruno Kahl.

Daftar yang diberikan itu memuat sekitar 300 nama, lengkap dengan alamat rumah dan kota, nomor handphone serta nomor telefon rumah. Bahkan sejumlah nama, dilengkapi foto, yang diduga diambil secara rahasia dengan kamera pengawas. Sekitar 200 nama bahkan mencantuman nama perhimpunan, institusi dan sekolah dimana terduga anggota Gülen di Jerman itu aktif.

Berkedok imam

Anggota parlemen Jerman, Sevim Dagdelen, melontarkan dugaan, sejumlah anggota dinas rahasia Turki itu masuk ke Jerman dengan berkedok sebagai imam untuk masjid milik lembaga payung perhimpunan Islam Turki di Jerman-DITIB. Anggota parlemen Jerman itu juga mengritik longgarnya prosedur dari pejabat pemerintah Jerman.

Berdasar data pemerintah Jerman, pada tahun 2016 menerbitkan visa izin masuk bagi imam dari Turki sebanyak 345 oarng. Jumlahnya berlipat ganda dibanding visa yang diberikan 5 tahun sebelumnya. Para imam itu bertugas di sekitar 800 masjid yang berada di bawah lembaga payung DITIB. Sejauh ini para pengurus DITIB tidak menjawab pertanyaan Die Welt menyangkut peningkatan jumlah imam itu.

Senada dengan Dagdelen, kejaksaan federal Jerman juga menduga kuat, para imam itu bertugas meneruskan data dari Jerman kepada jawatan pengawas agama di Turki, Diyanet.

as/yf(rtr,dpa,afp,kna)

 

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait