1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Jerman: Jangan Anggap Remeh Hasil KTT Annapolis

29 November 2007

Reaksi yang muncul di Jerman atas hasil KTT Annapolis cukup beragam. Pemerintah di Berlin meminta masyarakat tidak menganggap remeh hasil KTT di Annapolis.

Außenminister Frank Walter Steinmeier
Menteri Luar Negeri Jerman, Frank Walter Steinmeier.Foto: DW/F.Craesmeyer

Meski terlihat kurang tidur Frank Walter-Steinmeier bersigegas menuju podium. Menteri Luar Negeri Jerman itu memang baru tiba dari perjalanan panjang dari Annapolis, Amerika Serikat. Di atas Podium, menteri yang juga wakil Kanselir itu cuma punya satu permintaan, agar masyarakat tidak menaruh harapan banyak terhadap hasil KTT Annapolis dan tidak pula mengangap remeh usaha yang ditunjukkan Palestina dan Israel sepanjang pertemuan puncak itu.

"Sama saja. Bahkan setelah berakhirnya KTT Annapolis tidak pernah ada jaminan keberhasilaannya, sama seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya. Tapi, dan ini sangat menentukan, Annapolis berhasil menggerakkan kembali proses perdamaian di Timur Tengah. Itu saja sudah baik.” Tandas Steinmeier.

Konfrensi Tingkat Tinggi di Annapolis tersebut bukannya rutinitas putaran perundingan diplomasi biasa, melainkan sebuah peristiwa yang luar biasa., tambah Steinmeier. Kelompok-kelompok yang bertikai sendiri aktif mempersiapkan pertemuan dengan perwakilan dari 45 negara, yang sebagian besarnya tidak memiliki hubungan diplomasi dengan Israel atau Palestina.

“Lihat baik-baik jumlah pesertanya. Untuk pertama kalinya kita mendapat dukungan dari sebagian besar negara-negara arab. Dan itu adalah perkembangan yang unik.” Ujarnya.

Amerika Serikat dan Rusia mengaku siap mengambil-alih tanggungjawab atas keseluruhan proses perundingan, begitu lanjut Steinmeier. Jerman sendiri cukup puas dalam memainkan perannya dalam konfrensi tersebut. Steinmeier merujuk kepada keberhasilan Jerman membujuk Suriah untuk duduk bersama Israel dalam konfrensi di Annapolis.

Di dalam negeri keberhasilan Steinmeier disambut oleh fraksi-fraksi di parlemen Jerman, bundestag. Kerstin Müller dari partai Hijau. Sebegaimana juga politisi oposisi Jerman lainna, Müller memandang hasil KTT Annapolis secara dilematis.

“Yang pasti, baik Olmert maupun Abbas tidak memiliki basis yang kuat untuk membuat gebrakan baru.” tandasnya.

Waktu satu tahun yang diberikan untuk memecahkan berbagai masalah di Timur Tengah memang dirasa kurang. Untuk mencari solusi buat pemukiman yahudi di Palestina, garis perbatasan, status Yerusalem dan masalah pengungsi diperlukan waktu lebih dari satu tahun, begitu lanjut Müller.

Kanselir Jerman, Angela Merkel sendiri menaruh harapan besar atas suksesnya proses perdamaian di Timur Tengah paska KTT Annapolis. Merkel bahkan menyebut situasi aktual di kawasan panas itu bakal berubah dan akan dicatat oleh sejarah sebagai sebuah kesuksesan, begitu ujar Merkel. Sang Kanselir juga mengatakan, bahwa KTT Annapolis berhasil membuka celah bagi perundingan damai yang pada akhirnya akan membuat solusi dua negara menjadi kenyataan.