Jerman Menuntut Iran Berkompromi
27 November 2005Iklan
BERLIN: Dalam pertikaian masalah program nuklir Iran, Menteri Luar Negeri baru Jerman, Frank-Walter Steinmeier melanjutkan haluan yang ditempuh pendahulunya, Joschka Fischer. Steinmeier menuntut pemerintah di Teheran untuk berkompromi dan menunjukkan kesediaan dunia Barat untuk berunding. Hal itu dinyatakan Steinmeier dalam wawancara dengan harian Jerman "Bild am Sonntag". Iran memang memiliki hak untuk menggunakan energi atom guna penyediaan energi listrik. Tetapi negara itu harus menghilangkan kekhawatiran masyarakat dunia, bahwa Iran juga memproduksi senjata nuklir secara rahasia. Jika Iran tidak bersedia berkompromi, kemungkinan tidak bisa dihindari, bahwa konflik itu akan dilaporkan ke DK PBB. Demikian Steinmeier.
