1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Jerman: Partai Ekstrem Kanan AfD Tegaskan Tekad Berkuasa

7 Juli 2026

Hasil kongres Partai Alternatif untuk Jerman (AfD) baru-baru ini memperlebar sayap kelompok radikal di tubuh partai. Perdebatan mengenai program partai hampir tidak terjadi.

Kepemimpinan partai AfD yang terpilih kembali: Tino Chrupalla dan Alice Weidel
Kepemimpinan partai AfD yang terpilih kembali: Tino Chrupalla dan Alice Weidel.Foto: Karina Hessland/REUTERS

Dalam kongres partai terbaru, Partai Alternatif untuk Jerman atau Alternatif für Deutschland (AfD) menegaskan kembali ambisinya untuk memerintah. Pada penutupan sidang di ibu kota negara bagian Thüringen, Erfurt, ketua bersama partai yang terpilih kembali, Alice Weidel, menegaskan:  "Kami adalah kekuatan politik terkuat. Kami adalah partai rakyat dengan dukungan 30 persen. Dan kami akan memerintah." Angka yang ia sebutkan itu merujuk pada hasil survei terbaru.

Akhir pekan lalu,, para delegasi mengukuhkan kembali dua ketua partai tersebut. Alice Weidel, yang menjadi kandidat utama AfD dalam Pemilu Bundestag 2025, be rhasil sedikit meningkatkan hasil dukungannya dengan memperoleh 81,3 persen suara dibandingkan pemilihan internal dua tahun sebelumnya. Sementara itu, rekan ketuanya, Tino Chrupalla, justru mengalami penurunan dukungan yang cukup signifikan dan hanya memperoleh 70 persen suara..

Yang lebih penting bagi Weidel: Dalam pemilihan pengurus federal yang baru, banyak pendukungnya berhasil memenangkan kursi—sebagian bahkan melalui pemilihan yang diperebutkan secara langsung oleh beberapa kandidat. Dengan demikian, ekonom bergelar doktor itu berhasil memperluas pengaruhnya terhadap arah politik AfD. Di dalam partai maupun di media, berulang kali muncul pembahasan mengenai ambisi Weidel untuk memimpin AfD seorang diri di masa depan.

Kepemimpinan partai AfD yang baru terpilih: Penguatan bagi kekuatan radikalFoto: Thilo Schmuelgen/REUTERS

Angin segar bagi kaum ekstrem kanan

Susunan pengurus tingkat federal yang baru terpilih menunjukkan bahwa AfD juga di masa mendatang ingin tetap mengandalkan garis politik yang secara tegas mengambil jarak dari semua partai lain. Sebanyak enam dari 14 anggota pengurus federal yang baru berasal dari organisasi partai tingkat negara bagian yang oleh otoritas perlindungan konstitusi diklasifikasikan sebagai ekstrem kanan.

Jean-Pascal Hohm, seorang politikus ekstrem kanan masuk ke dalam kepengurusan partai. Pada saat yang bersamaan, ia juga menjabat sebagai ketua organisasi pemuda partai yang baru dibentuk, Generasi Jerman atau "Generation Deutschland". Di masa lalu, Hohm harus melepaskan pekerjaannya di fraksi AfD di parlemen negara bagian Brandenburg karena keterkaitannya dengan lingkungan ekstrem kanan.

Selain itu, Stefan Möller dari negara bagian Thüringen juga akan duduk dalam kepengurusan di tingkat federal AfD. Ia merupakan salah satu orang kepercayaan politik paling dekat dengan Björn Höcke. Pada tahun 2025, Höcke dijatuhi hukuman denda yang telah berkekuatan hukum tetap sebanyak dua kali karena beberapa kali menggunakan slogan milik organisasi kriminal "Sturmabteilung" (SA) dari era Nasional Sosialisme (Nazi) di bawah Adolf Hitler. Orang kepercayaannya, Stefan Möller, akan bertanggung jawab di dalam kepenguruans federal untuk urusan hubungan partai dengan lembaga-lembaga keamanan Jerman.

Para delegasi AfD di konferensi partai Erfurt: Acara yang dipentaskan dengan warna hitam, merah, dan emas.Foto: Karina Hessland/REUTERS

Badan Perlindungan Konstitusi vs. AfD

Dinas intelijen dalam negeri Jerman, Badan Perlindungan Konstitusi atau Bundesamt für Verfassungsschutz, beserta kantor-kantor perlindungan konstitusi di tingkat negara bagian, merupakan duri dalam daging bagi AfD. Di lima negara bagian—Brandenburg, Niedersachsen, Sachsen, Sachsen-Anhalt, dan Thüringen—AfD telah diklasifikasikan sebagai organisasi yang terbukti bersifat ekstrem kanan oleh badan itu.

Di enam negara bagian lainnya serta sebagai partai federal secara keseluruhan, AfD diawasi sebagai kasus dugaan ekstrem kanan. Alasannya adalah berbagai pernyataan merendahkan terhadap demokrasi parlementer dan peradilan independen, yang disampaikan oleh banyak anggota partai. Namun yang terutama menjadi perhatian adalah kenyataan bahwa para politikus AfD berulang kali mempertanyakan kesetaraan hukum semua warga Jerman, terutama jika menyangkut migran, muslim, atau orang kulit hitam.

Anggota baru pengurus, Stefan Möller, juga pernah mempertanyakan kesetaraan semua warga Jerman. Dalam sebuah unggahan pada 17 Juli 2023 di platform Twitter, yang kini bernama X, ia menulis: "Apakah seseorang itu bisa dianggap sebagai orang Jerman ditentukan oleh pola pikirnya, bukan oleh selembar kertas."

Berbeda dengan masa lalu, perebutan kekuasaan politik dalam kongres partai kali ini berlangsung tanpa gejolak maupun perpecahan. Dalam berbagai kongres AfD sebelumnya pernah terjadi saling kecam dengan penuh kemarahan dan serangan terbuka di atas panggung. Beberapa kali ketua partai bahkan dijatuhkan dari posisinya setelah adu argumen yang sengit.

Sebaliknya, di Erfurt semua pihak menunjukkan disiplin. Karena pada tahun 2026 masih akan diselenggarakan tiga pemilu parlemen negara bagian yang penting, dan AfD ingin untuk pertama kalinya di Jerman menempatkan seorang menteri-presiden di Sachsen-Anhalt dan Mecklenburg-Vorpommern, tidak boleh ada perselisihan yang dapat merusak hasil survei yang saat ini menguntungkan AfD. Tujuan itu berhasil dicapai.

Hanya sedikit rincian kebijakan dari Weidel

Karena tidak ada konflik terbuka, perdebatan politik pun nyaris tidak berlangsung. Ketua bersama yang terpilih kembali, Alice Weidel, sebagian besar menghindari pernyataan politik yang konkret. Ia hanya menyampaikan kritik umum terhadap kebijakan pemerintah Jerman selama 20 tahun terakhir: 

”Penyelamatan euro, penanganan krisis pengungsi, penyelamatan iklim, serta dukungan bagi Ukraina—yang berlangsung bersamaan dengan proses deindustrialisasi yang terus berlanjut dan kebijakan energi yang membawa dampak buruk—telah membuat masyarakat di negara kita merasa semakin terbebani."

Pada masa lalu, Weidel dan AfD menuntut agar Jerman kembali menggunakan energi nuklir, melanjutkan kembali pasokan gas Rusia ke Jerman, mengakhiri langkah-langkah perlindungan iklim, serta menghentikan dukungan Jerman kepada Ukraina, yang pada tahun 2022 diserang Rusia di seluruh wilayah negaranya dan sejak saat itu mempertahankan diri dari serangan tersebut.

Dalam kongres partai kali ini, Alice Weidel hanya menegaskan klaim AfD untuk memikul tanggung jawab pemerintahan. Ia tidak mengusulkan langkah-langkah politik yang konkret. Sebaliknya, di tengah sorak-sorai para delegasi, ia membangkitkan semangat nasional Jerman dengan mengatakan: " Mari kita selimuti seluruh negeri dengan hitam-merah-emas. Hitam-merah-emas: itulah yang kami hayati! Itulah warna-warna kita!"

Skandal nepotisme partai sayap kanan Jerman AFD

02:16

This browser does not support the video element.

Protes damai di Erfurt

Kongres partai tersebut diiringi oleh aksi-aksi protes yang sebagian besar berlangsung damai. Puluhan ribu orang berdemonstrasi di Erfurt menentang AfD. Aksi protes itu didukung oleh serikat pekerja, gereja-gereja, partai-partai politik, serta berbagai organisasi independen. Dalam sebuah aksi unjuk rasa di Erfurt, Jens-Christian Wagner, yang merupakan direktur  Buchenwald Memorial, yayasan peringatan bekas kamp konsentrasi di Thüringen, menyerukan kepada AfD: "Lakukan remigrasi terhadap diri kalian sendiri ke dalam buku-buku sejarah!"

Pernyataannya merujuk pada penggunaan istilah "remigrasi" oleh AfD—istilah yang digunakan partai tersebut untuk menggambarkan deportasi besar-besaran terhadap para migran, termasuk mereka yang memiliki izin tinggal sah atau kewarganegaraan, sebagaimana diusulkan oleh sejumlah tokoh partai.

Artikel ini terbit pertama kali dalam bahasa Inggris

Diadaptai oleh Ayu Purwaningsih

Editor: Rizki Nugraha

 

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait

Topik terkait

Tampilkan liputan lainnya