1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Jerman Siap Perkuat Peran di NATO

Dmytro Hubenko sumber: AFP, dpa, Reuters
22 Mei 2026

Di tengah pertemuan menteri luar negeri NATO di Swedia, Menlu Jerman Johann Wadephul menegaskan bahwa Berlin siap mengambil peran kepemimpinan yang lebih besar dan menginginkan peran NATO yang lebih besar bagi Eropa.

Para prajurit muda Batalion Pelatihan Angkatan Udara Germersheim berbaris, mengenakan seragam dinas biru Angkatan Udara Jerman
Jerman berencana untuk memperkuat kemampuan militernya secepat mungkinFoto: Ardan Fuessmann/IMAGO

Menjelang pertemuan Menlu NATO di kota pelabuhan Helsingborg, Swedia, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menegaskan kesiapan Berlin untuk mengambil peran kepemimpinan yang lebih besar di aliansi militer tersebut.

"Tujuan kami adalah pembagian peran dan tanggung jawab baru yang mencerminkan potensi ekonomi dan militer Jerman serta Eropa,” ujarnya di Berlin sebelum berangkat ke Swedia, sambil menambahkan bahwa "Jerman menerima tanggung jawab kepemimpinannya.”

"Kami menginginkan NATO yang lebih kuat dengan peran yang lebih besar bagi Eropa,” kata Wadephul. "Untuk mencapai hal ini, kami ingin menggabungkan kemampuan industri kami melalui kerja sama pertahanan yang lebih intensif.”

Ini adalah pertemuan pertama para menteri luar negeri NATO di Swedia sejak negara tersebut bergabung lebih dari dua tahun yang laluFoto: Dursun Aydemir/Anadolu/picture alliance

Ia juga menambahkan bahwa Jerman ingin mencapai target belanja 5% NATO dan memperkuat kemampuan pertahanannya secepat mungkin.

Dalam KTT NATO 2025, negara anggota sepakat untuk mengalokasikan setidaknya 3,5% dari PDB untuk belanja pertahanan, ditambah 1,5% untuk sektor terkait seperti infrastruktur, sehingga total target mencapai 5% per tahun pada 2035.

Kurangnya dukungan bagi Ukraina

Menlu Jerman Johann Wadephul mengatakan akan mengajukan "proposal konkret” tentang bagaimana NATO bisa terus mendukung Ukraina secara kuat dalam mempertahankan kebebasan di Eropa. Di sisi lain, Ia juga melihat NATO bisa memanfaatkan kemajuan industri pertahanan Ukraina yang signifikan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menilai banyak negara anggota belum memberikan dukungan finansial yang cukup bagi Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia.

Berbicara di Helsingborg, Swedia, Rutte menambahkan, bantuan untuk Ukraina "tidak terdistribusi secara merata di dalam NATO.”

"Hanya ada sejumlah negara yang benar-benar berkontribusi jauh di atas kapasitasnya dalam mendukung Ukraina, salah satunya Swedia. Kemudian juga Kanada, Jerman, Belanda, Denmark, dan Norwegia,” ujarnya.

AS kritik NATO soal perang Iran

Dalam pertemuan di Helsingborg, para menteri tak hanya akan membahas soal penguatan pertahanan Eropa, tetapi juga perang di Iran serta blokade Selat Hormuz.

Menlu AS Marco Rubio dijadwalkan tiba di Swedia pada Jumat (22/05). Saat menuju KTT, ia kembali mengkritik NATO karena tidak mendukung perang AS melawan Iran.

Presiden Donald Trump "tidak meminta mereka mengirim jet tempur. Tapi mereka menolak melakukan apa pun,” kata Rubio kepada wartawan. "Kami sangat kecewa.”

Potensi Trump Tinggalkan NATO

02:38

This browser does not support the video element.

Menyusul pernyataan kritis dari Kanselir Jerman Friedrich Merz baru-baru ini, Trump mengumumkan penarikan 5.000 tentara AS dari Jerman.

Di sisi lain, muncul ketidakpastian soal rencana penempatan ribuan pasukan ke Polandia, apakah akan tetap berjalan sesuai rencana atau tidak.

Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Iryanda Mardanuz

Editor: Adelia Dinda Sani

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait