Jerman Tingkatkan Bantuan Bagi Afghanistan
18 April 2008
Utusan khusus Perserikatan Bangsa Bangsa untuk Afghanistan Kai Eide terutama hendak memusatkan perhatian pada pembangunan kembali negara itu. Khususnya yang merupakan program PBB di Afghanistan. Akan tetapi diplomat kawakan dari Norwegia ini tentu saja berusaha meningkatkan kerjasama antara Pakta Pertahana Atlantik Utara NATO dan PBB di Afghanistan. Tegasnya kerjasama antara petugas militer dan petugas bantuan sipil di negara Hindukush tersebut.
Eide mengatakan pada saat berkunjung ke Berlin, ia memiliki pengalaman bertugas bersama militer. Disebutkannya: "Saya 11 tahun lamanya bertugas di NATO, empat tahun diantaranya sebagai dutabesar Norwegia. Saya tahu bagaimana situasi dalam NATO, dan yakin suara saya akan didengar di sana. Tapi, walaupun saya ingin meningkatkan kerjasama sipil dan militer, tetap saja NATO dan PBB di Afghanistan harus melaksanakan tugas yang berbeda."
Utusan khusus PBB untuk Afghanistan itu menegaskan, yang paling penting saat ini di Afghanistan adalah memperkuat kahakiman dan mendidik lebih banyak polisi. Eide mengatakan, selama ini masyarakat internasional terlalu berkonsentrasi pada penugasan militer di Afghanistan.
Eide menambahkan: "Saat ini kami menyepakati hal baru, bahwa kemajuan hanya dapat dicapai dengan bekerjasama dan harus memiliki motivasi politik. Dengan pengerahan tentara saja kami tidak akan sukses."
Sementara itu, pemerintah Jerman menjanjikan peningkatan bantuan keuangan bagi pembangunan kembali di sektor sipil.
Menteri Pertahanan Franz Josef Jung seusai pertemuan mengatakan: "Saya menjanjikan dukungan tegas Jerman bagi tugas penting yang diemban Eide. Karena kami merasa yakin, bahwa Jerman dapat memperoleh kepercayaan dari rakyat Afghanistan. Kepercayaan warga hanya dapat diraih, jika kami dapat menjamin keamanan secara militer, sekaligus juga mendorong pembangunan kembali dan perkembangan."
Namun dalam prakteknya, selalu terdapat masalah. Misalnya dalam pengiriman tenaga pelatih Jerman bagi polisi Afghanistan. Di sejumlah negara bagian Jerman, proses pemberian izin bagi penugasan ke luar negeri dapat memakan waktu berbulan-bulan. Bahkan beberapa negara bagian Jerman, seperti Bayern menolak tegas pengiriman petugas polisinya untuk misi yang dinilai amat berbahaya itu. Menteri Pertahanan Jung mengingatkan, semua negara bagian Jerman harus siap mengirimkan para pelatih kepolisian ke Afghanistan. (as)