Jerman Upayakan Pembebasan Jürgen Chrobog
30 Desember 2005
Pemerintah Jerman dan Yaman berusaha keras, agar mantan sekretaris negara Jerman Jürgen Chrobog serta keluarganya yang diculik di Yaman, dibebaskan secepatnya. Gubernur propinsi Shabwa, Abdallah Al-Kadi mengatakan, perundingan antara wakil Kementerian Dalam Negeri Yaman dengan para penculik berlangsung positif. Ia menambahkan, para sandera diperlakukan dengan baik, bahkan seperti tamu. Menurut laporan telivisi Jerman ARD, ada kemungkinan dalam waktu dekat ini keluarga Chrobog akan dibebaskan.
Namun sebaliknya, harian Yaman „Yemen Observer“ menulis, perundingan pertama antara pemerintah Yaman dengan para penculik gagal total. Disebutkan, salah seorang penculik bernama Abu Bakr Abu Al-Chair mengatakan, Yaman tidak menyanggupi memberikan jaminan akan memenuhi tuntutan penculik. Yakni membebaskan lima anggota sukunya yang dipenjara di kota Aden. Diakatakan, kelima orang itu dipenjara, karena sengketa suku. Bahkan satu di antara mereka sudah dijatuhi hukuman mati. Menurut keterangan penculik, keluarga Chrobog dalam kondisi baik. Mereka tidak akan disentuh, selama aparat keamanan tidak mencoba membebaskan mereka dengan menggunakan kekerasan.
Tim Krisis Kementeriaan Luar Negeri Jerman terus berupaya keras, agar sandera dibebaskan secepatnya dan tanpa halangan besar. Untuk itu Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier dengan rekannya dari Yaman bekerja sama secara intensiv. Namun, tidak diberikan keterangan yang lebih rinci, mengingat hal itu dapat membahayakan keselamatan para sandera.
Jürgen Chrobog dan keluarganya sejak Natal lalu berada di Yaman dengan tujuan wisata. Bersama sejumlah orang lain, mereka tergabung dalam kelompok wisata. Mereka menempuh perjalanan darat dari kota Aden. Seluruhnya diangkut dengan beberapa kendaraan. Bahkan ada petugas keamanan yang mendampingi mereka. Saat makan siang keluarga Chrobog dipisahkan oleh petugas keamanan, dan kesempatan ini digunakan oleh para penyandera untuk menculik Chrobog serta istri dan tiga putranya.
Penculikan ini bukan yang pertama di Yaman. Sudah empat kasus yang dapat dicatat tahun ini. Semasa pemerintahan Kanselir Gerhard Schröder, Jürgen Chrobog pernah menjabat sebagai Pemimpin Tim Krisis di Kementerian Luar Negeri Jerman. Beberapa prestasinya antara lain, pembebasan sejumlah wisatawan Jerman di gurun Sahara, bulan Agustus 2003. Namun, menurut seorang psikolog ahli trauma Christian Lüdke, meskipun Chrobog berpengalaman dalam penanganan kasus penculikan, sekarang dengan menjadi korban, reaksi Chrobog tidak akan berbeda dengan korban penculikan lainnya.