Bekas Menteri Perhubungan Igansius Jonan secara mengejutkan dilantik menjadi Menteri ESDM. Dia akan berduet dengan Arcandra Tahar yang sempat dilengserkan setelah tersangkut skandal kewarganegaraan ganda
Foto: Reuters/Beawiharta
Iklan
Presiden Joko Widodo secara mengejutkan mengangkat Ignasius Jonan sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Uniknya ia diduetkan dengan bekas menteri ESDM, Arcandra Tahar yang bakal aktif sebagai wakil menteri.
Padahal Juli lalu Jonan dicopot dari jabatannya sebagai Menteri Perhubungan menyusul perombakan Kabinet Kerja jilid dua. Sementara Arcandra sempat menduduki posisi puncak di Kemeterian ESDM selama 18 hari sebelum diberhentikan setelah terbelit skandal kewarganegaraan ganda. Dia kemudian dinyatakan berkewarganegaraan Indonesia setelah melalui proses pemeriksaan.
Keputusan tersebut diumumkan Kementerian Hukum dan HAM awal September silam. Selama ini tugas menteri ESDM dipegang oleh Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan.
Pakar Pengeboran Minyak
Untuk Arcandra sendiri Jokowi menciptakan posisi wakil menteri yang sebelumnya tidak ada. Pria asal Minangkabau itu diminati Jokowi lantaran pengalaman dan pengetahuannya seputar teknologi kelautan. Arcandra mendapat gelar doktor dari Texas A&M Univeristy di bidang Teknik Kelautan.
Sebelum kembali ke Indonesia, Arcandra banyak berkecimpung di industri perminyakan lepas pantai. Ia antara lain mengembangkan sejumlah teknologi pengeboran minyak di laut dalam yang kini sedang diprores untuk difaftarkan ke lembaga paten.
Tahun 2014 Indonesia mengimpor produk senilai 178 milyar Dollar AS. Angka itu menempatkan Indonesia di peringkat 27 negara pengimpor terbesar di dunia. Apa saja barang yang paling banyak kita beli dan dari mana asalnya?
Foto: picture-alliance/dpa
1. Bahan Bakar Minyak, 26 Milyar Dollar AS
Setiap tahun Indonesia membeli produk minyak yang telah diolah senilai 26 milyar Dollar AS atau sekitar 339 trilyun Rupiah. Bahan bakar minyak menempati urutan teratas dalam daftar impor terbesar Indonesia. Singapura adalah sumber terbesar dengan 54%, disusul Malaysia 16% dan Korea Selatan 15%.
Foto: R. Gacad/AFP/Getty Images
2. Minyak Mentah, 12,1 Milyar Dollar AS
Setelah bahan bakar minyak, pemerintah juga gemar mengimpor minyak mentah dari luar negeri, nilainya mencapai 156 trilyun Rupiah. Sebagian besar minyak bumi didatangkan dari Arab Saudi (32%), Nigeria (26%) dan Azerbaidjan (17%).
Foto: picture-alliance/epa
3. Gas Elpiji, 4 Milyar Dollar AS
Meningkatnya permintaan akan gas Elpiji memaksa pemerintah membuka keran impor. Tahun 2014 silam Indonesia mengimpor gas senilai 54 trilyun Rupiah, antara lain dari Qatar (49%), Uni Emirat Arab (24%) dan Arab Sauid (18%).
Foto: Getty Images
4. Suku Cadang Kendaraan, 3 Milyar Dollar AS
Setiap tahun Indonesia mengimpor suku cadang kendaraan senilai 39 trilyun Rupiah dari Jepang (43%) dan Thailand (32%). Produk tersebut terutama ditujukan untuk produksi otomotif dalam negeri, yang menurut Kementerian Perindustrian, kapasitasnya sudah menembus angka 2 juta unit per tahun.
Foto: Bay Ismoyo/AFP/Getty Images
5. Telekomunikasi dan Penyiaran, 2,7 Milyar USD
Melonjaknya pertumbuhan industri penyiaran dan telekomunikasi ikut berimbas pada neraca impor Indonesia. Tahun 2014 silam Indonesia mengimpor perlengkapan digital senilai 35 trilyun Rupiah. Kebanyakan alat telekomunikasi dan penyiaran yang dibeli Indonesia berasal dari Cina (62%) dan Vietnam (33%)
Foto: picture-alliance/dpa
6. Komputer, 2,2 Milyar USD
Cina dan Vietnam lagi-lagi mendominasi produk impor komputer di Indonesia dengan pangsa pasar masing-masing sebesar 62% dan 11%. Tahun 2014 nilai barang yang kita impor mencapai 28 trilyun Rupiah. Negara lain yang ikut menjual produk komputernya ke Indonesia adalah Singapura dan Malaysia.
Foto: picture-alliance/dpa/S. Hoppe
7. Gandum, 2 Milyar USD
Untuk memenuhi kebutuhan industri pangan dalam negeri, Indonesia setiap tahun mengimpor gandum senilai lebih dari 26 trilyun Rupiah. Sumber terbesar adalah Australia (54%), Kanada (19%) dan Amerika Serikat (14%)