Jualan Boneka Seks Serupa Bocah, Shein Bikin Prancis Emosi
Maren Sass
7 November 2025
Pemerintah Prancis menyerukan kepada Uni Eropa untuk jatuhkan sanksi terhadap perusahaan ritel Cina, Shein, atas penjualan boneka seks berwajah anak-anak di platform daringnya
Shein memicu kegemparan di Prancis setelah menjual boneka seks 'seperti anak-anak'Foto: Olivier Arandel/LP/IMAGO
Iklan
"Komisi Eropa harus bertindak,” titah Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot dalam wawancara dengan stasiun radio publik France Info. Ia menegaskan, perusahaan Cina, Shein "jelas telah melanggar aturan Eropa.”
"Komisi [Eropa] memang telah melakukan sejumlah penyelidikan. Kini penyelidikan itu harus disertai dengan sanksi,” tambahnya.
Menanggapi desakan itu, Uni Eropa menyatakan tengah menangani secara serius risiko dari produk-produk ilegal yang beredar di platform digital Shein.
Iklan
UE bahas langkah lanjutan
Kepala Urusan Digital Uni Eropa, Henna Virkkunen, dijadwalkan bertemu sejumlah menteri Prancis pada Kamis (07/11) untuk membahas "langkah-langkah lanjutan yang mungkin diambil oleh Uni Eropa.”
"Penjualan boneka seks yang menyerupai anak-anak adalah hal yang sangat mengkhawatirkan,” tandas juru bicara urusan digital UE, Thomas Regnier, kepada para wartawan. "Kami tidak ingin produk semacam ini ditawarkan kepada warga Eropa.”
Regnier menambahkan bahwa Uni Eropa belum berencana memblokir akses terhadap situs Shein di bawah Digital Services Act (DSA) — kerangka hukum Uni Eropa yang mengatur layanan daring dan melindungi hak-hak pengguna di kawasan tersebut.
Ia menegaskan, langkah pemblokiran merupakan "jalan terakhir” dan sepenuhnya menjadi keputusan otoritas Irlandia, negara tempat kantor pusat Shein di Uni Eropa berada.
Uni Eropa kini tengah berkonsultasi dengan Prancis untuk menilai apakah risiko yang ditemukan bersifat sistemik. "Jika terbukti demikian,” ujar Regnier, "Komisi tidak akan ragu untuk mengambil tindakan.”
Gambar ilustrasi Shein di ParisFoto: Sarah Meyssonnier/REUTERS
Kemarahan publik di Prancis
Kisruh ini berawal ketika situs e-niaga Shein di Prancis kedapatan menayangkan iklan boneka seks dengan rupa menyerupai anak kecil. Kabar itu memicu kemarahan publik dan ancaman boikot.
Shein kemudian mengumumkan telah menjatuhkan sanksi kepada penjual pihak ketiga dan melarang penjualan seluruh jenis boneka seks di platformnya.
Namun langkah tersebut belum meredakan amarah publik. Kantor Kejaksaan Paris telah membuka penyelidikan resmi, sementara pemerintah Prancis pada Rabu lalu mulai mempertimbangkan penangguhan sementara situs Shein di Prancis hingga perusahaan itu mematuhi peraturan nasional.
Ironisnya, polemik itu muncul pada hari yang sama ketika Shein membuka toko fisik pertamanya di Prancis, di tengah gelombang protes terhadap praktik ketenagakerjaan dan dampak lingkungan perusahaan tersebut.
Sebuah petisi daring yang menolak keberadaan toko tersebut di jantung ibu kota mode dunia itu telah mengumpulkan lebih dari 120.000 tanda tangan.
Kisah Kaum Pria Yang Memadu Asmara Dengan Boneka
Semakin banyak pria di Jepang menyerah dalam berusaha menemukan cinta sejati pada perempuan riil. Beberapa dari mereka beralih ke boneka silikon. Sekitar 2.000 boneka perempuan terjual setiap tahunnya di Jepang.
Foto: Getty Images/B.Mehri
Saat api asmara mulai padam
Ketika percikan asmara Masayuki Ozaki dengan istrinya mulai padam, fisioterapis berusia 45 tahun ini menemukan jalan keluar yang tidak biasa untuk menutupi kekosongan romantis: menjalin cinta dengan boneka silikon, boneka ukuran manusia in, bernama Mayu. Dia meletakkan boneka ini di tempat tidurnya, seatap dengan istri dan anak perempuannya di Tokyo. Akhirnya menyulut konflik.
Foto: Getty Images/B.Mehri
Bersumpah, ini cinta dalam hidupnya
Masayuki Ozaki bercerita, setelah istrinya melahirkan, mereka berhenti berhubungan intim. Dia merasa sangat kesepian. "Tapi saat aku melihat Mayu di toko,itu adalah cinta pada pandangan pertama," kata Ozaki. Dia kerap kencan dengan 'kekasih baru' nya. Dia mengenakannya dengan wig, mengenakan pakaian dan perhiasan serta mendadani pasangannya-- yang dianggap kurang lazim oleh masyarakat umum.
Foto: Getty Images/B.Mehri
Bawa bonekanya ke surga
Ozaki adalah satu dari sejumlah besar pria Jepang yang mengalihkan cintanya pada boneka karet. Dia juga mengaku mati rasa berhubungan dengan manusia."Saya mencintainya dan ingin selalu bersamanya selamanya."Saya tidak dapat membayangkan kembali berpasangan dengan manusia. Saya bahkan ingin dikuburkan bersama dia dan membawanya ke surga. "
Foto: Getty Images/B.Mehri
Mahar seharga mulai dari 6000 dollar AS
Menurut orang dalam industri boneka silikon ini, sekitar 2.000 boneka semacam itu terjual setiap tahunnya di Jepang. harganya mulai dari dari US$ 6.000. Setiap boneka dilengkapi dengan jemari yang dapat diatur, kepala dan alat kelamin yang mudah dibongkar pasang. Sebagian besar konsumen adalah duda, atau fetis manekin. Konsumen lain: kaum cacat fisik dan orang yang takut kena serangan jantung
Foto: Getty Images/B.Mehri
Manusia selalu ingin sesuatu, boneka tidak
Senji Nakajima hidup dengan boneka karetnya: Saori. Hubungan Nakajima dengan Saori telah menghancurkan keluarganya, tapi dia menolak meninggalkan 'kekasihnya' yang tak bernafas tersebut. "Orang selalu menginginkan sesuatu dari Anda - seperti uang atau komitmen," katanya. "Tapi tidak demikian dengan boneka. "Hatiku berdebar tiap pulang ke Saori," tambah pria beristri dan beranak dua ini.
Foto: Getty Images/B.Mehri
Beraktivitas bersama
Senji Nakajima adalah seorang pengusaha kelahiran Tokyo. Dia berusia 62 tahun. Setiap hari dia merawat bonekanya, seperti memandikannya. Dia juga membingkai foto 'kekasihnya' di dinding. Kegiatan lain dengan bonekanya adalah bermain ski dan berselancar. Terkadang mereka berpiknik bersama.
Foto: Getty Images/B.Mehri
Cinta sejati
Baik istri maupun anak perempuan Nakajima tidak menerima boneka berbentuk perempuan ini di rumah mereka. Tapi anak laki-lakinya bisa mengerti perasaan sang ayah. Nakajima puas dengan kehidupan barunya sekarang dan dia tidak pernah memikirkan untuk kembali ke masa lalu. Dia menantikan masa depannya dengan Saori, boneka kesayangannya. Dia percaya bahwa dia telah menemukan cinta sejati
Foto: Getty Images/B.Mehri
Mencari ketenangan hidup
Di Jepang makin meningkatnya jumlah pria yang dikenal dengan sebutan 'herbivora' berpaling dari cinta dan nilai maskulin tradisional ke kehidupan yang tenang dan tidak kompetitif. Itulah sebabnya Yoshitaka Hyodo, pengusaha produk erotika Jepang mengatakan, di masa depan dia yakin semakin banyak pria akan memilih hubungan dengan boneka. Ed: ap/as (afp/foto: Behrouz Mehri)
Foto: Getty Images/B.Mehri
8 foto1 | 8
Shein di bawah sorotan hukum Uni Eropa
Ini bukan kali pertamanya Shein berada dalam sorotan otoritas Eropa. Pada awal 2024, Uni Eropa memasukkan Shein ke dalam daftar platform daring besar yang dikenai kewajiban lebih ketat berdasarkan Digital Services Act.
Sejak itu, Komisi Eropa meluncurkan penyelidikan atas kemungkinan peredaran konten dan barang ilegal di pasar daring Shein — termasuk kekhawatiran terkait perlindungan anak di bawah umur, kesehatan publik, dan keamanan data pribadi.
Secara paralel, Uni Eropa juga bekerja sama dengan otoritas perlindungan konsumen di negara-negara anggota untuk menelusuri praktik pemasaran Shein yang diduga melanggar hukum perlindungan konsumen Uni Eropa.
Apabila Shein gagal menindaklanjuti temuan-temuan tersebut, perusahaan raksasa itu terancam denda bernilai jutaan euro.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris