Kampanye Pemilihan Presiden AS Berjalan Mulus
4 November 2008
Harian Perancis berhaluan independen Le Monde menulis :
Masuknya seorang pria berusia 47 tahun yang berkulit hitam ke gedung putih adalah bukti kepercayaan Amerika Serikat terhadap nilai yang terpenting dan kemampuan untuk melupakan drama rasisme dan perbudakan. Politik dalam negeri Barack Obama mengembangkan program mengatasi krisis ekonomi yang lebih baik. Ia memberikan peran baru bagi negara sebagai regulator. Ia juga menunjukkan kesadaran akan pentingnya lingkungan hidup, dimana pemerintah Bush menolak semua perubahan dalam sikap konsumsi. Lawan Obama John McCain semakin bergerak ke haluan kanan dan membela nilai ultra konservatif pihak Republik. Ia hanya bisa membayangkan menang, jika warga Amerika terbelah. McCain mewakili kontinuitas, Obama mewakili harapan.
Sementara harian Kurier yang terbit Wina Austria menulis tentang karisma Barack Obama :
Kisah hidup Obama mempesona. Kemungkinan bahwa ia akan menjadi orang Amerika keturunan Afrika pertama yang menjejakkan kakinya di Gedung Putih begitu besarnya, sesuai dengan slogannya ‚Yes, we can'. Semua bisa terjadi. Termasuk mengatasi sikap tanpa toleransi dan praduga lama. Ini impian Amerika yang dijalani Obama. Dan ini tidak hanya membakar semangat warga minoritas dan kaum muda saja. Jika, pihak Demokrat berhasil mempertahankan keunggulan jajak pendapat hingga akhir pemilihan, maka Amerika Serikat punya harapan untuk bangkit kembali. Sosok Obama menjadi idola mereka yang terlupakan. Ia memberikan harapan, bahwa semua bisa diraih. Suasana optimis inilah yang dibutuhkan Amerika Serikat. Bukan hanya fakta-fakta yang medukung Obama, melainkan kondisi psikologis warga Amerika.
Harian Spanyol berhaluan liberal kanan El Mundo juga berpihak pada Obama :
Para penganut nilai demokrasi di Eropa bisa merasa lega jika melihat pemilihan presiden di Amerika Serikat. Karena siapa pun yang keluar sebagai pemenang, pemenangnya tetaplah warga Eropa. Cara memimpin yang lebih buruk daripada George W. Bush tidak bisa terbayangkan. Kedua kandidat menjaga jarak dari mantan presiden ini. Jadi, hari Selasa, keinginan warga Eropa pasti akan terwujud. Hasil pemilihan tidak akan bisa membuat kami memihak. Jika kami boleh memilih, maka kami akan memilih calon dari partai Demokrat Barack Obama.
Sementara, Corriere della Sera harian Italia yang terbit di Milan menulis tentang kemungkinan terpilihnya Barack Obama sebagai Presiden Amerika Serikat :
Jika Obama menang, kata ‚jika' ditekankan disini karena masih belum pasti, maka masuknya ia ke gedung putih bersama keluarganya adalah impian nasional yang menjadi kenyataan. Ini adalah perwujudan dari janji Amerika Serikat akan kebebasan dan persamaan yang ternodai oleh perbudakan dan pemisahan ras. Tetapi tentu saja, lawan Barack Obama masih bisa membuat kejutan. John McCain bisa mengejar ketinggalan menjelang garis finis, seperti yang sudah pernah ia lakukan dalam karir politiknya.
Terakhir, komentar Harian konservatif Inggris Times :
Pertarungan memperebutkan jabatan presiden sebenarnya bisa dengan mudah menjadi perdebatan tentang ras atau usia. Bisa saja kampanye lebih berkonsentrasi pada kalimat tidak pantas yang dilontarkan pastor Obama, atau pendeta Wright. Atau juga mengomentari pertemuan antara Obama dan teroris William Ayers. Namun Senator McCain dan senator Obama memilih untuk tidak menempuh jalur itu. Biasanya kampanye Amerika Serikat dipenuhi oleh trik-trik kotor. Kali ini lain. Pemilihan ini menunjukkan bahwa demokrasi terus memiliki kemampuan untuk memberikan inspirasi.