1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Kanselir Jerman Bertemu Presiden Rusia

14 Agustus 2008

Jumat ini (15/08) Kanselir Jerman Angela Merkel berkunjung ke daerah wisata Sochi di Rusia untuk bertemu dengan Presiden Dmitry Medvedev. Tema utama pembicaraan adalah situasi di Kaukasus selatan.

Menlu Jerman Steinmeier: Siapa yang memandang konflik Georgia dengan kacamata politik, pasti mengerti bahwa kita memerlukan Rusia untuk ikut bertanggung jawab.
Menlu Jerman Steinmeier: Siapa yang memandang konflik Georgia dengan kacamata politik, pasti mengerti bahwa kita memerlukan Rusia untuk ikut bertanggung jawab.Foto: AP

Perang di Georgia tidak menjadi alasan bagi Kanselir Jerman Angela Merkel untuk menunda pertemuannya dengan Presiden Rusia Dmitry Medvedev yang sudah lama direncanakan. Tapi tema pembicaraan dalam pertemuan di Sochi dengan sendirinya berbeda dari rencana semula.

Juru bicara pemerintah Jerman Thomas Steg menjelaskan, “Tadinya akan dibicarakan mengenai sikap Uni Eropa terhadap Rusia. Tapi sekarang krisis Ossetia Selatan dengan Georgia pastilah jauh lebih penting untuk dibicarakan dengan Presiden Rusia, bahkan mungkin menjadi satu-satunya topik pembicaraan.“

Selain berbicara dengan presiden Rusia, kanselir Jerman juga akan bertolak ke Tbilisi pekan depan untuk bertemu dengan Presiden Georgia Mikhail Saakashvili. Namun, seperti yang diungkapkan ketua komisi luar negeri parlemen Jerman Ruprecht Polenz, kanselir Jerman tidak akan berperan sebagai juru penengah antara kedua negara yang bertikai.

Polenz mengatakan, "Kanselir menegaskan bahwa Jerman tidak menginginkan peran sebagai juru penengah, itu adalah tugas Uni Eropa secara keseluruhan. Jerman punya hubungan baik dengan Rusia dan Georgia dan ingin membuka jalan supaya kedua negara yang terlibat konflik mengadakan kontak langsung.“

Pemerintah Jerman mendukung Uni Eropa dalam menjamin terjaganya gencatan senjata dan membantu warga sipil. Tapi Jerman tidak akan terlibat dalam perdebatan apakah Uni Eropa akan menjaga jarak dengan Rusia. Kanselir Merkel dan Menteri Luar Negeri Frank Walter Steinmeier sepakat mengenai hal itu.

"Siapa yang memandang konflik itu dengan kacamata politik, pasti mengerti bahwa kita memerlukan Rusia untuk ikut bertanggung jawab. Oleh sebab itu saya harap kita tidak hanyut dalam perdebatan untuk mencari siapa yang bersalah,“ tegas Steinmeier.

Tapi itu tidak berarti Merkel dan Medvedev hanya akan mengadakan pertemuan ramah tamah saja. Kedaulatan wilayah Georgia termasuk Ossetia Selatan dan Abkhazia yang berusaha memisahkan diri tidak akan dipermasalahkan oleh Kanselir Merkel, ujar juru bicara pemerintah Jerman Thomas Steg. Merkel akan menegaskan kepada presiden Rusia bahwa, "Konflik wilayah itu, juga Kaukasus selatan tidak akan dapat diselesaikan secara militer, melainkan dengan penyelesaian politik dan diplomatik.“

Pertemuan hari Jumat ini (15/08) merupakan pertemuan ketiga kalinya bagi Merkel dan Medvedev sejak Medvedev dilantik sebagai presiden Rusia bulan Mei lalu. Tapi terkait perkembangan aktual tampaknya pertemuan kali ini hanya akan berlangsung singkat karena Kanselir Merkel hanya akan berada di Sochi untuk beberapa jam saja dan membatalkan semua rencana kunjungannya.(ls)