1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Sosial

Kanselir Jerman Kecam Pernyataan Presiden Prancis Soal NATO

8 November 2019

Angela Merkel bantah pernyataan Emmanuel Macron bahwa NATO dalam keadaan "mati otak." Kanselir Jerman itu mengatakan kondisi aliansi militer ini tidak membutuhkan mesin penyambung hidup.

Deutschland | PK von Angela Merkel und  Jens Stoltenberg
Foto: Reuters/F. Bensch

Kanselir Jerman Angela Merkel setelah pertemuan dengan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg di Berlin Kamis (07/11), melontarkan kecaman keras tanggapi komentar Presiden Prancis Emmanuel Macron tentang NATO. Sebelumnya pada hari yang sama Macron menyebut NATO telah berada dalam keadaan "mati otak".

Presiden Prancis itu menekankan perlunya perubahan peran Amerika Serikat dalam organisasi tersebut.. "Pandangan ini tidak sesuai dengan pandangan saya," tegas Merkel.

Merkel menilai pernyataan Macron ini sebagai "kata-kata drastis" yang tidak ia setujui. Ia pun menegaskan kembali komitmen Jerman terkait perannya dalam NATO. "Serangan verbal seperti itu tidak lah perlu," ujar Merkel.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg bersama Kanselir Jerman Angela Merkel usai pertemuan di Berlin, kembali menegaskan pentingnya peran Jerman dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Stoltenberg menggambarkan Jerman ada "di jantung NATO" sedangkan Merkel mengatakan NATO adalah "landasan keamanan" bagi Jerman.

Stoltenberg mengunjungi Berlin guna menghadiri acara yang terkait peringatan 30 tahun runtuhnya Tembok Berlin serta membahas tema pertahanan Jerman

.

Kontroversi keanggotaan Turki di NATO

Kanselir Merkel menanggapi pertanyaan tentang kontroversi keanggotaan Turki di NATO mengingat aksi militer baru-baru ini di Suriah mengatakan, bahwa mengusir Turki dari aliansi pertahanan ini tidak akan membawa dampak yang berarti.

"Kita harus terus memupuk dialog dan tetap menjaga kontak," kata Kanselir Jerman itu kepada wartawan. Sekjen NATO juga menyatakan keinginan, agar semua pihak dapat bersatu di masa-masa sulit.

Stoltenberg juga menyambut baik kabar bahwa Jerman akan meningkatkan anggaran militernya hingga 2 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Petinggi NATO itu mengatakan, telah bertemu dengan Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer untuk membahas hal ini lebih mendalam lagi.

Menhan Jerman, Kramp-Karrenbauer sebelumnya mengatakan Jerman harus bertindak lebih banyak lagi dalam sektor pertahanan.

Dampak menjauhnya AS dari NATO bagi Eropa

NATO baru-baru ini dihujani banyak kecaman, menyusul ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk "memoderasi" komitmen AS terhadap NATO jika negara-negara anggota aliansi gagal memenuhi target anggaran pertahanan sebesar 2 persen dari Produk Domestik Bruto mereka.

"Penyatuan kembali Jerman dan Eropa tidak akan mungkin tanpa jaminan keamanan dari Amerika Serikat," kata Stoltenberg."Tiap upaya untuk menjauhkan Eropa dari Amerika Utara tidak hanya akan melemahkan aliansi transatlantik, tetapi juga berisiko memecah Eropa."

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang mengunjungi Jerman minggu ini juga menekankan pentingnya aliansi NATO.

"Menurut saya, NATO tetap merupakan kemitraan yang penting dan kritis, dan secara historis ini mungkin adalah salah satu kemitraan paling kritis dan strategis yang tercatat dalam sejarah," kata Pompeo kepada wartawan di kota Leipzig di bagian timur Jerman.

ae/as (Reuters, dpa)