Kapal perang beserta armada Angkatan Laut Rusia bersandar di Jakarta untuk melakukan latihan bersama dengan AL Indonesia. Kedua negara berupaya menyeimbangkan relasi di tengah polarisasi politik dunia.
Kapal korvet Gromkiy-335 milik Rusia di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Maret 2026.Foto: Bay Ismoyo/AFP
Iklan
Armada Angkatan Laut beserta Kapal perang Rusia yakni korvet Gromkiy-335 serta kapal selam Petropavlovsk-Kamchatsky B-274 dan kapal tunda laut Andrey Stepanov bersandar di Dermaga IKT Eks Presiden, Tanjung Priok, Selasa (31/03), untuk menggelar latihan bersama dengan AL Indonesia.
Sebelumnya, kapal-kapal tersebut telah tiba di perairan pelabuhan Tanjung Priok pada hari Minggu (29/03).
"Kedua pihak menegaskan hubungan kerja sama di bidang Angkatan Laut yang telah terjalin lama dan berkomitmen untuk terus memperkuat interaksi demi menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia-Pasifik," jelas Kedutaaan Besar Rusia di Jakarta dalam sebuah pernyataan di media sosialnya.
Kapal selam Petropavlovsk-Kamchatsky B-274 milik Rusia di Pelabuhan Tanjung Priok.Foto: Bay Ismoyo/AFP
Lebih lanjut dikatakan bahwa dalam beberapa hari ke depan, kapal-kapal tersebut akan melakukan "latihan bersama dalam hal manuver dan komunikasi."
Kedatangan kapal-kapal tersebut disambut dengan upacara yang dihadiri Panglima Komando Armada III TNI AL, Brigadir Jenderal Dian Suryansyah, dan Wakil Komandan Pasukan dan Angkatan Laut Armada Pasifik Rusia, Laksamana Muda Evgeny Myasoedov.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Tunggul, dalam pernyataannya kepada kompas.com mengatakan selain passing exercise (latihan taktis) unsur kapal perang TNI AL dengan gugus tugas Rusia, kemitraan ini juga akan digunakan untuk pertukaran teknis dan meningkatkan hubungan profesional antar kedua angkatan laut. Rencananya kapal-kapal tersebut akan meninggalkan perairan Indonesia, 2 April mendatang.
Board of Peace dan Upaya Rekonstruksi Gaza
Board of Peace, forum internasional yang digagas oleh Donald Trump, mengusung agenda rekonstruksi dan stabilisasi Gaza. Negara mana saja yang memberikan dukungan, dan apa peran Indonesia dalam inisiatif ini?
Foto: Mark Schiefelbein/AP Photo/picture alliance
Dari Davos ke Washington
Pada Januari 2026, Presiden AS Donald Trump menggagas pembentukan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian untuk mengawasi proses perdamaian di Gaza. Satu bulan usai penandatanganan piagam BoP di Davos, Swiss, Trump mengundang negara anggota ke Washington, D.C. untuk menghadiri pertemuan perdana pada 19 Februari 2026. Dari total 60 negara yang diundang, 27 negara menyatakan kesediaannya hadir.
Foto: BPMI Sekretariat Presiden
Lembaga rekonstruksi khusus Gaza
BoP lahir dari kesepakatan gencatan senjata yang dinegosiasikan Israel dan Hamas untuk mengakhiri dua tahun perang. Meski awalnya dibentuk sebagai lembaga rekonstruksi khusus Gaza, piagamnya berkembang menjadi mandat yang lebih luas dan ambigu. Para anggota wajib membayar $1 miliar untuk memperpanjang keanggotaan setelah dua tahun pertama, dan Trump mengangkat dirinya sendiri sebagai ketua.
Foto: Denis Balibouse/REUTERS
BoP pesaing PBB?
Piagam BoP menyatakan bahwa “perdamaian yang berkelanjutan membutuhkan penilaian yang pragmatis, solusi yang masuk akal, dan keberanian untuk meninggalkan pendekatan serta institusi yang terlalu sering gagal.” “Piagam itu (BoP) secara terang-terangan dimaksudkan sebagai tantangan terhadap PBB dan merupakan tanda ketidakpercayaan terhadap PBB,” ujar Eliav Lieblich, pakar hukum internasional.
Foto: Mike Segar/REUTERS
Komitmen dana dan pengiriman pasukan
Terdapat komitmen pendanaan sebesar $7 miliar dari sembilan negara anggota BoP untuk paket bantuan Gaza. Mereka adalah Kazakstan, Azerbaijan, UEA, Maroko, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uzbekistan, dan Kuwait. Sementara itu Indonesia, Maroko, Kazakstan, Kosovo, dan Albania menyatakan kesediaan mengirim pasukan ke Gaza sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF).
Foto: Mark Schiefelbein/AP Photo/picture alliance
Keterlibatan Uni Eropa
Bulgaria, Hungaria, Albania, dan Kosovo adalah negara Eropa yang bergabung sebagai anggota penuh BoP. Sementara Italia, Siprus, Yunani, dan Rumania, serta Uni Eropa (UE), memutuskan untuk bergabung sebagai pengamat, yang berarti mereka tidak akan terlibat dalam pengambilan keputusan. Menurut seorang juru bicara, UE memiliki “sejumlah pertanyaan” mengenai beberapa bagian dari piagam BoP tersebut.
Foto: Chip Somodevilla/Getty Images
Peran Indonesia dalam BoP
Saat menghadiri pertemuan perdana BoP di Washington, Indonesia menjadi negara pertama yang terbuka menyatakan kesediaan mengirim pasukan. Presiden Prabowo menyampaikan dukungan terhadap rekonstruksi dan stabilisasi, termasuk kelanjutan gencatan senjata. Indonesia juga disebut akan berperan sebagai komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) dengan mengerahkan hingga 8.000 prajurit ke Gaza.
Foto: Denis Balibouse/REUTERS
Pasukan untuk tugas kemanusiaan
Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa pasukan yang dikirim akan berada di bawah kendali Indonesia, dengan tugas kemanusiaan, bukan tempur. Kementerian Luar Negeri RI juga mengatakan pengiriman pasukan tidak boleh dianggap sebagai langkah menuju normalisasi hubungan dengan Israel. Pasukan akan ditarik dan RI akan keluar dari BoP jika misi berubah atau dewan gagal memperjuangkan hak Palestina.
Foto: Claudio Pramana/ZUMA/picture alliance
Keraguan dalam pengiriman pasukan
Masyarakat sendiri tidak sepenuhnya setuju dengan rencana pengiriman tentara ke Gaza, jelas Hikmahanto Juwana, Guru Besar Hukum Internasional UI. "Di tingkat akar rumput, ada kecurigaan bahwa BoP hanya menjadi perpanjangan rencana Netanyahu melalui Presiden Trump,” ujarnya. "Ada kekhawatiran bahwa Pasukan Stabilisasi Internasional mungkin akan mencoba melucuti senjata Hamas,” tambah Hikmahanto.
Foto: Suzanne Plunkett/empics/picture alliance
Janji miliaran dolar untuk Gaza
Presiden Trump menjanjikan $10 miliar, tapi tidak menjelaskan ke mana dana tersebut akan dialokasikan. “Setiap dolar yang dikeluarkan adalah investasi bagi stabilitas dan harapan akan sebuah kawasan yang baru dan harmonis,” ujarnya.
Foto: Fabrice Coffrini/AFP
FIFA mendukung rekonstruksi Gaza lewat sepak bola
FIFA juga ikut menandatangani perjanjian kemitraan BoP. Rencana kolaborasi dengan FIFA mencakup pembangunan 50 lapangan mini dekat sekolah dan area permukiman di Gaza, lima lapangan di berbagai distrik, sebuah akademi FIFA berteknologi tinggi, serta stadion nasional baru berkapasitas 20.000 kursi. Trump mengatakan bahwa FIFA akan menggalang $75 juta untuk proyek-proyek terkait sepak bola di Gaza.
Foto: Will Oliver - Pool via Consolidated News Photos/picture alliance
10 foto1 | 10
Saling jaga relasi
Jakarta berupaya mempertahankan sikap diplomatik Non-Blok dengan bergabung dengan kelompok ekonomi berkembang BRICS yang mencakup Rusia dan Cina, yang merupakan rival Amerika Serikat.
Iklan
Namun di waktu yang sama, Presiden Prabowo Subianto turut menandatangani kesepakatan dagang AS dan bergabung dalam Board of Peace (BoP) garapan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Prabowo menawarkan untuk mengirim ribuan pasukan penjaga perdamaian untuk Gaza meski menyatakan menolak membayar iuran senilai 1 miliar dolar AS (16,9 triliun rupiah) untuk keanggotaan BoP.
Pekan lalu, Prabowo juga menyebut Indonesia akan menarik diri dari perjanjian dengan Washington atau mitra lainnya jika hal itu mengancam kepentingan nasional.
Pieter Pandie, peneliti hubungan internasional di Centre for Strategic and International Studies dalam sebuah wawancara dengan kantor berita AFP menyatakan bahwa kunjungan Rusia tersebut sebagian besar bersifat simbolis.
"Bagi Rusia, ini menunjukkan bahwa masih ada negara-negara yang bersedia berinteraksi dengannya meskipun perang di Ukraina masih berlangsung dan adanya sanksi dari Barat,” jelasnya.
"Bagi Indonesia, motifnya kurang jelas selain sekadar ingin berinteraksi dengan semua mitra di bawah apa yang disebut kebijakan Good Neighbour Policy oleh Prabowo.”
Bagaimana Perang Putin Memengaruhi Ekonomi Dunia
Efek perang Rusia terhadap Ukraina dirasakan di seluruh dunia. Harga makanan dan bahan bakar meningkat di mana-mana. Di beberapa negara kerusuhan pecah akibat naiknya harga barang kebutuhan utama.
Foto: Dong Jianghui/dpa/XinHua/picture alliance
Belanja Semakin Mahal di Jerman
Konsumen di Jerman merasakan kenaikan biaya hidup. Konsekuensi dari perang di Ukraina dan sanksi terhadap Rusia mulai terasa. Pada bulan Maret, tingkat inflasi Jerman mencapai level tertinggi sejak 1981. Pemerintah Jerman ingin segera mengembargo batubara Rusia, tetapi masih memperdebatkan pelarangan impor gas dan minyak dari Rusia.
Foto: Moritz Frankenberg/dpa/picture alliance
Antrian Mengisi Bahan Bakar di Kenya
Antrian panjang mobil di SPBU Nairobi. Di Kenya, warga juga merasakan dampak perang di Ukraina. Bahan bakar kian mahal, dan pasokannya terbatas, belum lagi krisis pangan. Duta Besar Kenya untuk PBB Martin Kimani dalam sidang Dewan Keamanan menyatakan keprihatinannya, dan membandingkan situasi di Ukraina timur dengan perubahan yang terjadi di Afrika setelah berakhirnya era kolonial.
Foto: SIMON MAINA/AFP via Getty Images
Siapa Amankan Suplai Gandum ke Turki?
Rusia adalah produsen gandum terbesar di dunia. Karena larangan ekspor dari Rusia, harga roti sekarang naik di banyak tempat, termasuk di Turki. Sanksi internasional telah mengganggu rantai pasokan. Ukraina juga merupakan salah satu dari lima pengekspor gandum terbesar di dunia, tetapi perang dengan Rusia membuat mereka tidak dapat mengirimkan barang dari pelabuhannya di Laut Hitam.
Foto: Burak Kara/Getty Images
Harga Gandum Melonjak di Irak
Seorang pekerja tengah menumpuk karung-karung tepung tergu di pasar Jamila, pasar grosir terpopuler di Baghdad. Harga gandum telah meroket di Irak sejak Rusia menginvasi Ukraina, karena kedua negara tersebut menyumbang setidaknya 30% dari perdagangan gandum dunia. Irak tetap netral sejauh ini, tetapi poster-poster pro-Putin sekarang telah dilarang di negara itu.
Foto: Ameer Al Mohammedaw/dpa/picture alliance
Unjuk Rasa di Peru
Para demonstran bentrok dengan polisi di ibukota Peru, Lima. Mereka memprotes kenaikan harga pangan, satu di antara rangkaian kenaikan harga. Krisis semakin diperburuk dengan adanya perang di Ukraina. Presiden Peru, Pedro Castillo memberlakukan jam malam dan keadaan darurat untuk sementara. Tapi jika peraturan tersebut dicabut, protes akan terus berlanjut.
Foto: ERNESTO BENAVIDES/AFP via Getty Images
Keadaan Darurat di Sri Lanka
Di Sri Lanka, warga turun ke jalan untuk mengekspresikan kemarahan mereka. Beberapa hari lalu, ada yang mencoba menyerbu kediaman pribadi Presiden Gotabaya Rajapaksa. Memuncaknya protes terhadap kenaikan biaya hidup, kekurangan bahan bakar, dan pemadaman listrik, mendorong presiden mengumumkan keadaan darurat nasional, sekaligus meminta bantuan pengadaan sumber daya dari India dan Cina.
Warga di Skotlandia juga memprotes kenaikan harga makanan dan energi. Di seluruh Inggris, serikat pekerja telah mengorganisir demonstrasi untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Brexit telah mengakibatkan kenaikan harga di banyak area kehidupan, dan perang di Ukraina makin memperburuk keadaan.
Foto: Jeff J Mitchell/Getty Images
Harga Ikan Goreng di Inggris Melonjak
Warga Inggris punya alasan untuk khawatir terkait hidangan nasional tercinta mereka "fish and chips". Sekitar 380 juta porsi goreng ikan dan kentang dikonsumsi di Inggris setiap tahun. Tetapi sanksi keras saat ini, berarti harga ikan putih dari Rusia, minyak goreng dan energi, semuanya melonjak naik. Pada Februari 2022, tingkat inflasi Inggris mencapai 6,2%.
Foto: ADRIAN DENNIS/AFP via Getty Images
Peluang Ekonomi bagi Nigeria?
Seorang pedagang di Ibafo, Nigeria, tengah mengemas tepung untuk dijual kembali. Nigeria telah lama ingin mengurangi ketergantungannya pada makanan impor, dan membuat ekonominya lebih tangguh lagi. Orang terkaya di Nigeria Aliko Dangot, baru-baru ini membuka pabrik pupuk terbesar di negara itu, dan berharap memiliki banyak pembeli. Apakah itu sebuah peluang? (kp/as)
Foto: PIUS UTOMI EKPEI/AFP via Getty Images
9 foto1 | 9
Bukan latihan gabungan perdana dengan Rusia
Ini bukanlah kali pertama Indonesia-Rusia menggelar latihan militer gabungan. Latihan perdana pernah dilakukan pada November 2024 di laut Jawa. Pada Mei 2025, Indonesia menyambut kapal-kapal dari Armada Pasifik Rusia korvet Aldar Tsidenzhapov (339) dan Rezkiy (343), serta kapal tanker Pechenga untuk melakukan latihan bersama menandai peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara.