Kapal Tanker Jerman Dibajak di Somalia
30 Januari 2009
Perompak Somalia membajak kapal tanker Jerman, sekalipun kapal itu berlayar dalam konvoi yang dilindungi sejumlah kapal internasional. 'Longchamp' membawa seorang kapten Indonesia, 12 awak kapal asal Filipina dan kargo bermuatan gas elpiji.
Longchamp adalah kapal pertama yang dibajak di Teluk Aden dalam hampir empat minggu terakhir. Menurunnya keberhasilan serangan perompak sejak angkatan laut dari sejumlah negara asing berpatroli di kawasan itu, menaikkan optimisme di kalangan pelaut dan perusahaan perkapalan. Namun pembajak rupanya berhasil mengelak dari kapal-kapal perang.
Kamis dini hari, tujuh perompak bersenjata menembaki kapal dan berhasil menaiki serta membajaknya, sekalipun kapal itu berada dalam konvoi dan angkatan laut India sempat menyerang, kata jurubicara MPC, perusahaan di Hamburg, salah satu pemilik 'Longchamp'. Dari sistem satelit milik MPC diketahui, kapal meninggalkan konvoi dan menuju pantai Somalia.
Lewat telepon kapten kapal memberitahukan bahwa seluruh awak dalam keadaan selamat. Sejauh ini tidak ada pembicaraan dengan pembajak mengenai uang tebusan.
Keberhasilan para perompak mengejutkan banyak pihak, termasuk angkatan laut Jerman yang mengirim dua kapal perang untuk ikut mengamankan kawasan tanduk Afrika.
Roland Vogler-Wander dari satuan anti bajak laut dari angkatan laut Jerman di Postdam mengatakan, "Apa yang terjadi merupakan kualitas baru serangan perompak, mengingat di lokasi sangat banyak kapal induk, banyak kapal kecil yang ikut menyerang. Yang seperti ini belum pernah kami alami."
Hari Kamis itu, kapal perang Jerman berhasil menggagalkan serangan perompak terhadap kapal dagang di teluk Aden. Dua kapal yang diserang gagal dibajak berkat bantuan angkatan laut Jerman, demikian keterangan Bundeswehr di situs internetnya. Apakah kedua kapal perang Jerman itu juga menerima permintaan tolong dari 'Longchamp', masih belum jelas.
Kapal tanker sepanjang hampir 100 meter itu bertolak dari Eropa menuju Asia. Ia melewati Terusan Suez dan menunggu satu hari agar dapat ikut dalam konvoi. Longchamp adalah kapal milik perusahaan MPC di Hamburg, namun dikelola oleh perusahaan Bernhard Schulte. Ia disewa oleh perusahan perkapalan di Liberia, tapi berlayar di bawah bendera Bahama.
Menurut Kantor Maritim Internasional IMB di Kuala Lumpur, serangan terakhir oleh pembajak Somalia tercatat 14 Januari tahun ini. Setelah itu reda karena buruknya kondisi udara dengan kecepatan angin hingga 30 knot yang membuat pembajak sulit beroperasi. Noel Choong dari IMB mengatakan, dalam beberapa hari terakhir udara membaik, kecepatan angin menurun dan pembajak rupanya mulai mencari kapal untuk dibajak.
IMB mencatat, selama tahun 2009 terdapat 15 serangan perompak, termasuk 3 pembajakan yang berhasil. Saat ini ada 10 kapal yang ditahan perompak, termasuk kapal tanker Jerman 'Longchamp'. (rp)