1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Karir Politik Bo Xilai Tamat

10 April 2012

Partai Komunis Cina PKC menonaktifkan Bo Xilai dari elit partai. Tak hanya itu, PKC juga menyebut istri Bo Xilai yakni Gu Kailai sebagai tersangka pembunuhan seorang pengusaha asal Inggris.

Karir politik Bo Xilai tamatFoto: AP

Dua kabar mengejutkan terkait Bo Xilai yang dulu dianggap rising star dan calon pemimpin Cina masa depan itu, disampaikan oleh kantor berita resmi milik pemerintah Cina, Xinhua, pada hari Selasa (10/04).

Keputusan Komite Pusat dan Politbiro PKC itu, mengakhiri karir Bo Xilai yang dianggap cemerlang sekaligus kontroversial dari panggung politik Cina.

“Kamerad Bo Xilai diduga terlibat pelanggaran disiplin serius“ demikian diberitakan Xinhua mengutip keputusan pimpinan pusat partai yang memutuskan menonaktifkan Bo dari jabatan tinggi di PKC.

Sementara, dalam berita terpisah, Xinhua melaporkan bahwa “Polisi telah membentuk tim untuk menyelidiki ulang kasus kematian warga Inggris Neil Heywood“. Pengusaha asal Inggris itu ditemukan tewas di wilayah Chongqing, tempat Bo Xilai menjadi ketua partai, sebelum pada Maret lalu diberhentikan karena sejumlah skandal.

“Menurut hasil penyelidikan ulang, bukti-bukti menunjukkan bahwa Heywood mati karena pembunuhan dan Gu Kailai (istri Bo Xilai-red) dan pembantu rumah tangga mereka (keluarga Bo Xilai-red) yakni Zhang Xiaojun dicurigai terlibat“ kata Xinhua sambil menyebut adanya sengketa ekonomi yang tidak dijelaskan detailnya antara Gu Kailai dengan Neil Heywood.

Pengamat menilai, penonaktifan Bo Xilai berarti menamatkan karir politik tokoh yang pernah disebut sebagai calon pemimpin Cina masa depan itu. Pejabat pemerintah Cina tidak segera memberikan komentar terkait laporan Xinhua soal Bo Xilai.

Bo Xilai berambisi masuk menjadi Komite Politbiro di Partai Komunis Cina. Kongres PKC yang akan berlangsung pada akhir tahun ini akan memutuskan siapa saja yang menjadi pemimpin masa depan.

Bo Xilai (62 th) bersama istrinya menghilang dari kehidupan publik sejak ia digeser dari jabatannya sebagai ketua partai di Chongqing. Bo yang tampan dan cerdas, selama ini mempromosikan model alternatif bagi pertumbuhan ekonomi ala Cina.

Ia bersumpah akan mengurangi kesenjangan antara orang kaya dan miskin. Gagasan populis ini membangkitkan harapan di kalangan pendukungnya yang ingin agar Bo Xilai masuk ke dalam elit kepemimpinan pusat PKC.

ab/ rtr

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait