Mengapa orang-orang bertingkah konyol dan berkostum gila-gilaan di masa karnaval? Apa hubungan orang Romawi kuno dengan karnaval? Apa peran angka 11? Inilah latar belakang acara Karnaval di Jerman.
Gegap gempitanya karnaval di Köln, Jerman, terutama pada puncaknya di hari Rosenmontag (Senin Mawar)Foto: Rolf Vennenbernd/dpa/picture alliance
Iklan
Di Jerman, pada pukul 11:11 pagi hari Kamis sebelum hari Katolik, Rabu Abu, adalah pembukaan pesta Karnaval yang dikenal sebagai ödikenal sebagai Weiberfastnacht (Hari Karnaval Perempuan). Di wilayah aliran Sungai Rhein, Jerman— ribuan orang mengenakan kostum warna-warni mengikuti perayaan jalanan selama beberapa hari, dengan puncaknya pada Senin Mawar (Rosenmontag).
Di Kota Köln, motto karnaval tahun ini adalah "FasteLOVEnd – wenn Dräum widder blöhe" (saat mimpi mekar kembali). Slogan tersebut sedikit mengingatkan pada "generasi bunga” di era 1960-an dan 1970-an, di masa ketika orang-orang mengagungkan semangat "perdamaian dan cinta" yang riang, sebagai reaksi terhadap krisis global.
"Di masa-masa sulit, karnaval memberikan kenyamanan, kegembiraan, keakraban komunitas, dan juga sedikit harapan," jelas Presiden Komite Festival Karnaval Köln, Christoph Kuckelkorn: "Kami ingin mengajak orang-orang untuk membenamkan diri dalam dunia mimpi karnaval bersama kami dan membiarkan diri mereka melayang sedikit — dan mungkin mereka ingin membuat dunia nyata sedikit lebih baik saat mereka terbangun.'"
11 Perayaan Karnaval Megah di Jerman
Jerman memulai karnaval tahunan 11 November dan berlangsung hingga puncaknya Februari, di saat banyak negara di dunia juga rayakan pesta karnaval tahunan. Tradisi karnaval Jerman sangat unik dan selalu penuh warna-warni.
Foto: Oliver Berg/dpa/picture alliance
Mulainya Karnaval
Tanggal 11 bulan 11 jadi hari yang dinantikan para pecinta karnaval. Tanggal tersebut menandakan dimulainya perayaan karnaval, tepat jam 11:11 pada 11 November. Pembukaan pesta karnaval tahunan biasanya berlangsung di alun-alun kota atau balai kota di kawasan sepanjang sungai Rhein. Biasanya orang-orang berpesta sepanjang malam mengenakan kostum yang unik.
Foto: Federico Gambarini/dpa/picture alliance
Januari jadi Musim Karnaval di kota Köln
Meski karnaval telah dimulai dari tanggal 11 November, klub-klub karnaval di Jerman biasanya merayakan puncaknya sepanjang Januari. Di kota Köln, yang dikenal sebagai pusatnya pesta karnaval, acara yang disebut "Stunksitzung" sangat populer. Pertunjukan kabaret anarkis di raung pertunjukan ini telah diadakan selama lebih dari 40 tahun. Tiket masuknya selalu habis terjual jauh hari sebelumnya.
Foto: Ina Fassbender/AFP/Getty Images
Rehat Sejenak
Setelah pembukaan karnaval tahunan tanggal 11.11, kota Mainz kembali sepi. Hal ini dikarenakan banyak warga yang lebih fokus pada musim Adven dan baru resmi merayakan dimualinya karnaval pada 1 Januari. Di kota di pinggiran Rhein ini, sebuah parade dengan band dan drum berpawai melintasi kota pada pukul 11:11.
Foto: Andreas Arnold/dpa/picture alliance
Ayo Ikut Nyanyi!
Mulai digelar satu dekade yang lalu, sebuah kampanye yang diubah jadi acara budaya "Loss mer singe" bertujuan untuk memperkenalkan lagu-lagu baru karnaval dalam bahasa dialek Kölsch kepada semua orang. Acara ini berupa tur ke pub-pun di kota Köln, di mana ratusan pengunjung menyanyikan lagu-lagu karnaval bersama-sama.
Foto: Political-Moments/IMAGO
Apa itu Biwak di Düsseldorf?
Klub-klub karnaval di kota Düsseldorf menyelenggarakan acara yang disebut "Biwak" yang diadakan mulai pukul 11:11 pagi untuk berpesta dan memperkenalkan diri kepada penduduk, atau yang mereka sebut sebagai "orang-orang bodoh".
Foto: Federico Gambarini/dpa/picture alliance
Proklamasi "Pangeran" di Köln
"Dreigestirn" atau "tiga serangkai orang bodoh" merupakan simbol karnaval tradisional di Köln. Tiga serangkai ini terdiri dari pangeran, petani dan seorang gadis. Selama proklamasi, pangeran mengayunkan "Pristche" kepada rakyatnya yang "bodoh". Petani melambangkan fakta bahwa Köln telah membebaskan diri dari kekuasaan para uskup agung. Sedangkan, perempuan melambangkan pelindung kota.
Foto: Christoph Hardt/Panama Pictures/picture alliance
Pesta Tanpa Henti
Kamis terakhir sebelum Prapaskah sangat mirip dengan pesta 11 November. Di alun-alun kota, ribuan orang turun ke jalan pada pukul 11.11 pagi untuk menikmati pidato, musik, dan bahkan minum lebih banyak alkohol. Para pecinta karnaval sejati biasanya akan mengambil cuti seminggu hingga Rabu Abu untuk berpesta secara ekstensif sebelum masa Prapaskah dimulai.
Foto: Rolf Vennenbernd/dpa/picture alliance
Kostum Buatan Sendiri
Di kota Köln pada hari Minggu, parade karnaval "Schull und Veedelszöch" diadakan oleh ratusan sekolah dan klub karnaval. Parade ini orisinal, politis dan penuh warna. Orang-orang yang berpartisipasi juga biasanya membuat kostum mereka sendiri, kostum terbaik dan paling imajinatif dipilih oleh juri untuk ikut serta dalam parade puncak Rosenmontag.
Foto: Oliver Berg/dpa/picture alliance
Parade Megah Rosenmontag
Parade yang ditunggu-tunggu pecinta karnaval, Rosenmontag! Parade atau acara ini adalah puncak musim karnaval yang digelar hari Senin. Pawai kendaraan hias warna-warni yang mengolok-olok para politisi bergantian dengan band dan kelompok tari yang diorganisir oleh asosiasi karnaval. Sepanjang parade, puluhan ton permen, makanan kemasan dan karangan bunga kecil dilemparkan ke kerumunan penonton.
Foto: Uwe Kraft/IMAGO
Simbol "Nubbel" pada Rabu Abu
Manusia jerami besar yang disebut "Nubbel" digantung di atas pub-pub di kota Köln. Nubbel dibakar pada malam sebelum Rabu Abu dan jadi lambang semua dosa yang dilakukan oleh "orang-orang bodoh" selama musim karnaval, dan juga semua kemalangan yang baru saja terjadi. Di Dusseldorf, karakter serupa yang disebut "Hoppeditz" juga dibakar pada malam yang sama.
Foto: Robert Schmiegelt/Geisler-Fotopress/picture alliance
Tradisi Makan Ikan
Pada hari Rabu Abu, masa Prapaskah dimulai dan berlangsung hingga Jumat Agung, biasanya umat Katolik menjalani periode puasa enam minggu tanpa makan daging. Namun, hidangan ikan diizinkan dimakan setiap hari Jumat. Hidangan tradisional ikan mengawali periode puasa pada Rabu Abu. (fs/as)
Foto: picture-alliance/imageBROKER/J. Hubatka
11 foto1 | 11
Berakar dari budaya Romawi
Selama pesta Karnaval, masyarakat di Kota Köln biasanya mengambil jeda dari kehidupan sehari-hari. Ritual ini sudah berlangsung sejak 2.000 tahun yang lalu. Inilah kota yang menjadi akar perayaan karnaval di Jerman.
2000 tahun silam, kota ini masih disebut Colonia Claudia Ara Agrippinensium. Di kota yang didirikan oleh bangsa Romawi ini, orang-orang merayakan festival Saturnalia untuk menghormati Dewa Saturnus, seperti yang mereka lakukan di mana pun di Kekaisaran Romawi.
Perayaan itu ditandai dengan banyak minum alkohol dan menari, dan sebagai hiburan bagi semua orang. Orang-orang kaya menukar pakaian bangsawan mereka dengan tunik sederhana milik budak mereka dan bahkan melayani mereka. Para budak juga diizinkan untuk menyampaikan kritik tajam terhadap tuan mereka. Padahal jika sehari-hari, budak mengkritik majikan biasanya dapat mengakibatkan mereka menerima hukuman berat. Namun apabila hal itu dilakukan saat festival karnaval berlangsung, dunia berubah drastis.
Bahkan ada parade dengan kapal di atas kereta; nama latinnya adalah "Carrus navalis" — kedengarannya sangat mirip dengan kata ‘carnival'. Masyarakat Colonia Claudia Ara Agrippinensiums berdandan dan mengiringi kereta yang dihias indah dengan timpani, seruling, dan kerincingan.
Sementara perayaan Saturnalia di Kekaisaran Romawi biasanya jatuh pada bulan Desember, masyarakat Jerman merayakan pesta tradisional lain di musim semi. Mereka mengenakan topeng yang menakutkan dan membuat keributan dengan menabuh genderang dan lonceng untuk mengusir roh jahat musim dingin. Itulah akar kedua dari perayaan karnaval di Jerman — bahkan hingga saat ini, tradisi ini masih hidup di kurun waktu Fastnacht (waktu sebelum puasa), di selatan Jerman.
Musim Karnaval di Jerman
Pesta karnaval di Jerman, yang sering disebut sebagai "musim ke-5" ini, memasuki masa puncaknya. Kota-kota yang berada di sepanjang sungai Rhein akan dipenuhi orang-orang berkostum aneh.
Foto: picture-alliance/dpa/N. Armer
Köln, ibukota Karnaval
Perayaan Karnaval berlangsung di kota-kota yang ada di tepi sungai Rhein. Namun perayaan terbesar ada di kota Köln. Hampir seluruh kota larut dalam hingar-bingar Karnaval. Jangan heran kalau orang-orang terlihat tertawa-tawa dan minum-minum di jalan atau di kendaraan umum. Kalau ada yang spontan menggandeng tangan Anda dan mengajak berdansa, jangan heran. Itu memang biasa pada musim Karnaval.
Foto: picture-alliance/Geisler-Fotopress/C. Hardt
Boleh dicium, pipinya yang merah
Jangan pula kaget kalau Anda mendadak mendapat ciuman di pipi dari orang yang tidak Anda kenal, lelaki atau perempuan. Itu juga hal biasa selama hari-hari Karnaval. Bagi para penggemarnya, itu adalah pertanda semangat persahabatan Karnaval. Jadi siap-siap saja!
Foto: picture-alliance/dpa/O. Berg
Macam-macam kostum
Apa saja boleh. Itulah motto kostum selama Karnaval. jadi terserah Anda mau berpakaian sebagai apa atau mau meniru siapa. Karnaval tidak hanya dirayakan di jalanan, melainkan juga di dalam gedung, di restoran dan bar.
Foto: picture-alliance/dpa/R. Vennenbernd
Siap menerima kebisingan
Salah satu alat musik terpenting adalah drum yang ditabuh bertalu-talu. Selama pawai Karnaval, musik tidak berhenti berbunyi, dan biasanya cukup keras. Orang-orang menari secara spontan di jalan, berdansa dan bergoyang sampai malam.
Foto: picture-alliance/Fotostand/Metzemacher
Ikut bergembira
Kalau Anda ingin betemu orang Jerman dan ikut pesta, pergilah ke pub atau rumah minum. Pesta karnaval berlangsung di setiap distrik di seluruh kota. Minuman yang terus mengalir dan paling diminati adalah bir asal Köln, yang disebut Kölsch. Hampir setiap kota di Jerman punya bir sendiri.
Foto: picture-alliance/dpa/H. Kaiser
Lantai dansa
Selama masa karnaval, biasanya di dalam pub hanya ada meja. Selebihnya adalah lantai dansa. Ada makanan yang dihidangkan, tapi jangan berharap makanan hangat. Biasanya hanya roti dingin. Kalau mau minum, jangan menunggu datangnya pelayan untuk memesan. Bir akan diedarkan dalam gelas-gelas, hampir setiap saat, Anda tinggal mengambilnya, tapi tentu saja tidak gratis.
Foto: picture-alliance/dpa Themendienst/H. Kaiser
Pawai besar hari Senin Karnaval
Hari pawai terbesar adalah hari Senin Karnaval, yang dinamakan Rosenmontag (Senin Mawar). Selain itu, ada bermacam-macam pawai di bagian kota, sampai hari Selasa, termasuk pawai anak-anak sekolah. Sesi karnaval akan diakhiri hari Rabu, yang disebut Aschermittwoch (Rabu Abu). Pada hari ini, tidak ada lagi pawai atau kostum Karnaval. (hp/vlz)
Foto: picture-alliance/dpa/dpaweb/R. Vennenbernd
7 foto1 | 7
Bagaimana karnaval menjadi festival keagamaan?
Setelah Kaisar Theodosius mendeklarasikan agama Kristen sebagai agama negara pada tahun 380, berakhirlah Saturnalia. Gereja juga memiliki pandangan negatif terhadap ritual pagan yang dilakukan oleh orang Jerman.
Namun, untuk menghindari pelarangan perayaan sama sekali, gereja hanya membingkai ulang festival tersebut: Ritualnya tidak lagi ditujukan untuk mengusir roh-roh jahat musim dingin, tetapi mengusir iblis, musuh terbesar agama Kristen.
Tanggal perayaannya tunduk pada tahun liturgi. Selama waktu antara Rabu Abu dan Sabtu Suci, umat beriman diharapkan berpuasa atau makan lebih sedikit dan lebih banyak berdoa.
Namun, sebelum periode puasa 40 hari menjelang Paskah dimulai, orang-orang diizinkan merayakan dengan meriah. Kata karnaval terdiri dari dua kata dalam bahasa Latin: "Carne" berarti daging dan "vale" artinya selamat tinggal. Jadi jika digabung: Selamat tinggal daging alias tidak makan daging dulu sepanjang masa puasa.
Hal itu membantu karnaval menjadi suatu festival Kristen yang mapan, terutama di wilayah-wilayah yang kemudian sebagian besar beragama Katolik, dan tidak hanya di Eropa.
Para penakluk dari Spanyol dan Portugal membawa tradisi karnaval ke Karibia, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan, yang menjadi tempat di mana karnaval pun berhasil berakar.
Rio de Janeiro Datang ke Hamburg
Rio de Janeiro adalah atraksi baru di Miniatur Wunderland Hamburg, model kereta api terbesar di dunia. Bagian Amerika Selatan pertama di Wunderland dibukauntuk umum setelah empat tahun bekerja di dua benua.
Foto: Marcus Brandt/dpa/picture alliance
Karnaval Warna-warni
Ada suasana Karnaval di Hamburg di tengah pembukaan model Miniatur Wunderland Rio de Janeiro minggu ini, seluas 46 meter persegi. Model "Sambodromo" — arena terkenal di dunia, di mana kompetisi Karnaval tahunan antara sekolah samba berlangsung, mungkin adalah salah satu proyek paling mewah yang pernah dilakukan oleh Wunderland.
Foto: picture alliance/dpa
Detail yang teliti
Adegan Sambodromo menampilkan lebih dari 11.000 figur. Penari dan tiga kendaraan hias Karnaval berwarna-warni menjadi hidup di sini. Sosok-sosok penonton dan penari yang bergaya penuh cinta menyampaikan perasaan sesungguhnya dari suasana Karnaval yang mencolok. Salah satu pendiri Wunderland Frederick Braun mengatakan bagian Rio memakan waktu 60.000 jam kerja dan menelan biaya €1,5 juta.
Foto: Marcus Brandt/dpa/picture alliance
Pantai yang terkenal di seluruh dunia
Pantai di Copacabana di Rio melambangkan cara hidup orang Brasil. Sekarang, pantai itu bisa dilihat dalam skala kecil di Hamburg. Hanya dengan melihat adegan yang direkonstruksi memberi Anda, seperti yang mungkin dikatakan orang Brasil, perasaan "saudade" — perasaan melankolis, nostalgia mengingat dan merindukan sesuatu atau seseorang.
Foto: Marcus Brandt/dpa/picture alliance
Favela yang populer
"Santa Marta" adalah salah satu dari banyak favela, atau kawasan kumuh, di Rio. Ini mencakup lereng sebuah bukit di distrik Botafogo selatan. Dengan hampir 8.000 penduduk, ini adalah salah satu yang terbesar. Gubuk-gubuknya, yang telah direkonstruksi dengan cermat dalam bentuk model, telah menjadi daya tarik wisata.
Foto: Marcus Brandt/dpa/picture alliance
Sepak bola di favelas
Sepak bola adalah olahraga nasional Brasil. Di sini, kita melihat pertandingan seru yang dimainkan di tengah favela. Favela di Rio sering dikaitkan dengan kekerasan dan kejahatan, tetapi juga merupakan pusat budaya dan olahraga bagi sebagian penduduk yang berjuang untuk bertahan hidup setiap hari.
Foto: Marcus Brandt/dpa/picture alliance
Kawasan seniman
Santa Teresa terletak di sebuah bukit di atas kota. Taman-taman indah dan vila-vila dari era kolonial memberikan karakter tersendiri bagi distrik ini. Saat ini, banyak seniman tinggal di sana. Tangga terkenal di dunia "Escadaria Selaron", menghubungkan distrik Santa Teresa dan Lapa dan digambarkan secara otentik dalam model.
Foto: Marcus Brandt/dpa/picture alliance
Pemandangan otentik
Model Rio de Janeiro adalah proyek terbesar Miniatur Wunderland hingga saat ini oleh — dan patung Kristus Penebus yang terkenal di gunung Corcovado, tentu saja adalah suatu keharusan. Bagian ini dibangun dalam kolaborasi pertama kali dengan keluarga pembuat model Martinez di Buenos Aires. Hal ini memungkinkan untuk menggabungkan perspektif Amerika Selatan dan Eropa.
Foto: Marcus Brandt/dpa/picture alliance
Kepuasan luar biasa
Pendiri Miniatur Wunderland, Gerrit Braun dan Frederik Braun, senang dengan bagian Rio yang baru. "Bekerja melintasi benua dan zona waktu adalah pertaruhan besar, terutama di tengah pandemi, yang membuat komunikasi pribadi di lokasi tidak mungkin untuk waktu yang lama," kata mereka. Tapi mereka lebih dari puas dengan hasil kerja beberapa tahun terakhir. (rs/hp)
Foto: Marcus Brandt/dpa/picture alliance
8 foto1 | 8
Ribuan orang berbondong-bondong ke Rio de Janeiro setiap tahun untuk merayakan karnaval dengan festival jalanan bersemangat tarian samba.
Pada zaman dulu, karnaval mungkin berada di bawah pengawasan gereja, tetapi para pastor dan uskup masih memandang pesta pora itu dengan kecurigaan. Namun mereka menoleransi periode karnaval yang digunakan untuk mengolok-olok ritual gereja, termasuk pemilihan "paus bodoh" yang masuk ke gereja dengan menunggangi seekor keledai.
Iklan
Lagu-lagu satire, pesta topeng, dan kenakalan di sana-sini
Bersama dengan gereja, warga kota menentukan bagaimana karnaval bisa dirayakan. Termasuk di dalamnya pekerja harian yang melantunkan lagu-lagu satire di alun-alun dan di depan penginapan, atau pemain sulap dan pelawak yang berparade di jalan. Sebaliknya, kaum kelas atas merayakan dengan cara mereka sendiri: Elektor Köln Clemens August, misalnya, menyelenggarakan pesta topeng tahunan yang mewah untuk pejabat gereja dan masyarakat kelas atas kota itu.
Ketika pasukan Napoleon menduduki kawasan yang dialiri Sungai Rhein, termasuk Kota Köln, mereka bersikap skeptis terhadap para peserta karnaval (yang dikenal sebagai "orang-orang konyol atau bodoh") dan melarang festival tersebut untuk sementara waktu. Upaya tersebut hanya berhasil sebagian, karena para "orang-orang bodoh" itu hanya memindahkan perayaan mereka dari jalanan ke rumah-rumah penginapan.
Pada tahun 1815, pasukan Prusia tiba di Köln, dan kota itu kembali berada di bawah kekuasaan Jerman. Pasukan pendudukan baru mengizinkan perayaan karnaval, yang menurut para pengamat saat itu, semakin tak terkendali: "Pesta pora dan kekasaran menyebar luas. Dengan demikian, di balik kedok kekonyolan atau kebodohan, banyak kejahatan dilakukan, dan banyak orang dibalik topeng yang tidak bermoral dan tidak bijaksana."
Pada tahun 1907, beginilah cara seorang seniman tak dikenal menggambarkan festival Saturnalia RomawiFoto: akg-images/picture alliance
Karnaval yang terorganisir
Akhirnya, warga Köln yang berpengaruh tidak mau lagi menerima hal ini. Mereka mendirikan "Festordnende Comité" (komite penyelenggara festival) pada tahun 1823, dan menciptakan tokoh "Pahlawan Karnaval".
Sang pahlawan ini diharapkan untuk "membimbing kesengsaraan dari kejadian-kejadian biasa kembali ke jalur yang diinginkan karena karakternya yang mulia" dan mengalahkan semua keluhan — dan memulai prosesi kemenangannya melalui Kota Köln pada hari Senin pra-Paskah atau sebelum masa puasa.
Sejak 1883, ia telah bergabung dengan Gadis atau Putri Köln, yang melambangkan kota yang bebas, yang tidak tunduk pada kekuatan asing mana pun. Gadis itu diperankan oleh seorang pria, karena masyarakat karnaval pada waktu itu — dan sering kali masih — secara tradisional semuanya terdiri dari laki-laki.
Petani, dengan alat pengiriknya, dianggap sebagai tanda keberanian Köln. Bersama-sama, "tiga serangkai" ini menguasai orang-orang bodoh di kota itu selama satu musim penuh karnaval.
Di tempat lain, pasangan pangeran dan putri berkuasa. Namun, semua tokoh yang merayakan memiliki satu kesamaan: Mereka membuka musim karnaval pada tanggal 11 November pukul 11:11, dan perayaan jalanan juga dimulai pukul 11:11 pada Weiberfastnacht.
Angka ajaib: 11
Angka 11 adalah repdigit pertama, angka yang terdiri dari digit yang berulang. Seperti banyak angka lainnya, angka ini memiliki banyak legenda dan tradisi yang terkait dengannya.
Tanggal 11 November juga merupakan Hari Raya Santo Martinus, yang pada Abad Pertengahan merupakan awal dari periode puasa hingga Natal. Sebelum memasuki masa puasa, orang-orang ingin bertingkah seenaknya. Dalam tradisi karnaval, angka 11 yang terdiri dari dua angka satu, melambangkan kesetaraan "orang-orang bodoh atau konyol", tidak ada yang bernilai lebih tinggi satu sama lain.
Dan tentu saja, angka tersebut memiliki interpretasi Kristen: 11 adalah satu lebih dari 10 jari dan satu kurang dari 12 Rasul. Artinya tidak dianggap sepenuhnya manusiawi (seperti 10 jari) atau suci (seperti 12 Rasul), sehingga membawa konotasi "dosa" atau ketidaksempurnaan.
Pelecehan seksual di Gereja Katolik telah menjadi topik yang dikritik dalam parade kendaraan hias selama bertahun-tahunFoto: Martin Gerten/dpa/picture alliance
Hak istimewa orang konyol atau bodoh
Bisakah Anda berbuat dosa saat "musim kelima", yakni sebutan lain untuk musim karnaval?
Seperti halnya orang Romawi kuno, "orang-orang konyol atau bodoh" sepakat pada satu hal: Tidak apa-apa untuk bertindak berlebihan dan mengkritik pihak berwenang. Baik dalam pidato karnaval, ketika seseorang naik panggung dan menyampaikan pendapat dan mengeritik politisi dengan kendaraan hias dalam prosesi Senin pra-Paskah, yang juga berisi keluhan dan mengkritik politik dunia; atau dalam pilihan kostum setiap individu. Di sini, protes bisa dilakukan dengan cara-cara kreatif, seperti memakai kostum yang mencerminkan masalah sosial atau isu lingkungan yang sedang jadi perdebatan. Jadi tak heran misalnya jika ada seseorang berkostum seperti bola dunia yang memanas (melambangkan kritikan pada pemerintah untuk bisa berbuat lebih dalam mengatasi laju pemanasan global) atau hiu yang rakus uang dan eksploitatif.
Selama beberapa tahun terakhir, muncul perdebatan tentang pelarangan sejumlah kostum yang bersifat rasis dan menghina budaya lain, misalnya melalui "blackfacing”. Blackfacing adalah praktik di mana seseorang, biasanya nonkulit hitam, melukis wajahnya dengan warna hitam atau menggunakan dandanan untuk meniru penampilan orang kulit hitam.
Namun hingga kini belum ada pelarangan seperti itu, karena dianggap mustahil untuk bisa diberlakukan di kota-kota tempat puluhan ribu orang merayakan karnaval.
Namun, Komite Festival Köln telah secara tegas menandaskan: "Karnaval Köln menjunjung tinggi nilai-nilai tertentu. Nilai-nilai ini mencakup kebebasan berperilaku serta toleransi, rasa hormat, dan keberagaman. Jadi, setiap orang harus bertanya pada diri sendiri apakah pilihan kostum mereka dapat menyinggung orang lain. Maka, alternatif yang baik pasti dapat ditemukan, karena tidak ada batasan untuk berimajinasi di karnaval."
*Artikel ini awalnya ditulis dalam bahasa Jerman dan merupakan versi terbaru dari artikel yang pertama kali diterbitkan pada 11 November 2022.
Karnaval di Jerman
Dimulai pada tanggal 11 November, pukul 11 lewat 11 menit, pesta karnaval kini memasuki puncaknya.
Foto: DW/Maksim Nelioubin
Awal Puncak Perayaan
Kamis, 27 Februari 2014, pukul 11:11, secara resmi dimulai puncak pesta Karnaval, yang terutama dirayakan di wilayah Rheinland, dengan pusat karnaval di kota Mainz, Düsseldorf dan Köln.
Foto: picture-alliance/dpa
Weiberfastnacht
Puncak karnaval dimulai dengan perayaan Weiberfastnacht, hari di mana para perempuan dapat melakukan "semua" yang mereka inginkan untuk menunjukkan persamaan derajat dengan pria.
Foto: picture-alliance/dpa
Perayaan Tahunan
Puncak pesta karnaval di Rheinland setiap tahunnya diadakan pada minggu terakhir sebelum hari Rabu Abu, saat dimulainya masa puasa bagi penganut agama Katolik.
Foto: picture-alliance/dpa
Rheinland Warna Warni
Antara hari Kamis dan Rabu Abu, kota-kota di Rheinland berubah menjadi ajang pesta: dengan kostum, pawai dan konsumsi minuman beralkohol.
Foto: picture-alliance/dpa
Senin Bunga Mawar
Pawai terbesar digelar pada hari Senin, yang dikenal sebagai Rosenmontag. Permen dan penganan manis dilemparkan dari kendaraan pawai ke arah warga di sepanjang rute pawai.
Foto: picture-alliance/dpa
Fasching
Selain di Rheinland, karnaval juga dirayakan di wilayah lainnya di Jerman, tapi dengan nama yang berbeda, seperti "Fasching" yang dikenal di selatan Jerman.
Foto: picture-alliance/dpa
Anak-anak bergembira
Anak-anak kecil senang sekali dalam masa karnaval. Terutama ketika pawai lewat dan orang-orang dalam parade mulai membagikan gula-.gula dan mainan.
Foto: Fotolia/S.Kobold
Karnaval di Köln
Kota Köln yang terletak di negara bagian Nord Rhein Westfallen menjadi salah satu lokasi paling meriah dalam mas akarnaval di Jerman.
Foto: Fotolia/Heinz Waldukat
Berbagi keriaan
Anak-anak juga ikut dalam parade atau pawai. Tak hanya menerima, ada juga anak-anak yang bertugas membagikan gula-gula bagi penonton pawai.
Foto: DW/Maksim Nelioubin
Kostum unik
Tua muda, besar kecil, laki perempuan, semua ikut bersukaria di masa karnaval. Kostum mereka pun unik-unik.