1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Kesehatan

Jerman Perketat Aturan Usai Catat Rekor Harian Baru Corona

15 Oktober 2020

Pemerintah Jerman umumkan pembatasan baru menyusul kasus infeksi harian telah mencapai 6,638, tertinggi sejak Maret lalu. Aturan tentang penggunaan masker dan berapa banyak orang yang diizinkan bertemu telah diperketat.

Jerman | Wabah Corona
Foto: Christoph Hardt/Geisler-Fotopress/picture-alliance

Untuk memerangi lonjakan infeksi virus corona, Jerman mengumumkan pembatasan baru yang lebih ketat pada kehidupan publik, Rabu (14/10).

Pemerintah federal dan negara bagian telah menyetujui “pembatasan yang cukup luas” mengenai kontak antar warga, menyusul terus meningkatnya jumlah kasus COVID-19.

Langkah-langkah tersebut mencakup batasan jumlah orang pada pertemuan pribadi, dan jam malam untuk bar dan restoran di daerah yang dianggap sebagai hotspot. Langkah-langkah tersebut disepakati setelah pertemuan delapan jam antara Kanselir Jerman Angela Merkel dan 16 perdana menteri negara bagian di Jerman.

“Saya yakin bahwa apa yang kita lakukan sekarang akan menentukan bagaimana kita melewati pandemi ini,” kata Merkel.

“Kita sudah dalam fase pertumbuhan eskponensial, angka kasus harian menunjukkan itu,” tambahnya.

Merkel juga mengimbau warga negara yang lebih muda untuk menghindari pesta-pesta untuk saat ini, sehingga mereka dapat menikmati hidup setelahnya. “Kita harus menyerukan terutama bagi anak muda untuk tidak berpesta sekarang guna mendapatkan hidup yang lebih baik besok atau lusa,” katanya.

Pertemuan antara Merkel dan perdana menteri negara bagian digelar menyusul kasus harian virus corona di negara itu telah mencapai 5.000 pada hari Rabu (14/10) – tingkat kasus yang belum pernah tercatat sejak langkah-langkah jaga jarak ketat diberlakukan di Jerman pada musim semi lalu.

“Kita telah melewati perjalanan yang jauh. Tapi apakah itu cukup masih harus dilihat lagi,” kata Perdana Menteri negara bagian Bavaria Markus Söder.

Merkel sebut Jerman telah masuk fase pertumbuhan eksponensial kasus corona.Foto: Stefanie Loos/dpa/picture-alliance

Rekor harian tertinggi baru sejak Maret

Pada Kamis (15/10), Jerman kembali mencatat rekor kasus harian corona baru yaitu sebanyak 6.638 kasus. Angka ini menjadikan total kasus corona di Jerman menjadi 341.223 kasus, demikian menurut data dari Robert Koch Institute (RKI) untuk penyakit menular.

Rekor kenaikan harian Jerman sebelumnya tercatat pada 28 maret lalu sebanyak 6.294 kasus. Jerman juga melaporkan 33 kematian baru akibat COVID-19, sehingga total kematian akibat COVID-19 di jerman menjadi 9.710.

Apa saja batasan baru yang diterapkan di Jerman?

Di wilayah yang dianggap sebagai hotspot, semua pertemuan akan dibatasi hanya 10 orang, sedangkan pertemuan di ruang privat maksimal hanya bisa terdiri dari dua rumah tangga saja.

Hotspot didefinisikan sebagai area yang mencatat 50 infeksi baru per 100.000 orang selama periode tujuh hari berturut-turut.

Untuk non-hotspot, pertemuan di ruang publik dibatasi hingga 25 orang, sedangkan pertemuan pribadi dibatasi hingga 15 orang.

Sementara itu, pub dan restoran di area yang dianggap sebagai hotspot harus ditutup pada pukul 11 malam. Di hotspot seperti Berlin dan Frankfurt, peraturan ini sudah berlaku.

Namun, 16 negara bagian federal tidak dapat mencapai konsensus terkait pengunjung dari hotspot di Jerman sehingga keputusan akan masalah tersebut ditunda hingga 8 November mendatang.

Aturan tentang masker juga diperketat. Di wilayah dengan lebih dari 35 infeksi per 100.000 penduduk, penggunaan masker diwajibkan di semua tempat umum yang orang-orangnya berdekatan. Jika wilayah tersebut menjadi hotspot, pembatasan tersebut dapat diperketat lebih lanjut.

Beberapa kota di Jerman dilaporkan telah mencapai batas tingkat kasus corona yang lebih tinggi, termasuk Berlin, Frankfurt, dan Cologne.

Merkel juga mengumumkan rencana Jerman untuk membantu semua bisnis yang terkena dampak aturan baru. Setelah pertemuan tersebut, Merkel memperingatkan bahwa pembatasan lebih lanjut dapat diberlakukan jika grafik kenaikan jumlah kasus baru terus berlanjut.
Merkel telah berulang kali mengatakan bahwa dirinya sejatinya ingin menginhdari adanya penutupan kembali kehidupan sosila dan ekonomi seperti yang telah dilakukan di musim semi lalu.

Suntikan flu sama pentingnya

Sementara itu, Lothar Wieler, kepala badan pengendalian penyakit Jerman Robert Koch Institute (RKI), mendesak para kelompok rentan untuk mendapatkan suntikan flu musiman mereka tahun ini. Hal ini dilakukan guna menghindari sistem kesehatan yang kewalahan akibat penyakit flu dan COVID-19.

“Kita berada dalam situasi yang saya rasa pertumbuhan eksponensial kasus corona masih bisa diratakan, tetapi untuk itu kita perlu melakukan sebuah usaha,” katanya.

Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn mengumumkan pada Rabu (14/10) bahwa Jerman telah memesan tambahan enam juta dosis vaksin flu agar sebanyak mungkin orang dapat mengakses suntikan tersebut.

Pesanan baru itu menjadikan total dosis vaksin flu di Jerman mencapai 26 juta, hampir dua kali lipat dari yang digunakan musim lalu, kata Spahn.

gtp/pkp (dpa, AFP, Reuters, EPD)
 

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait