Keadaan Darurat Diberlakukan Di Somalia
28 Desember 2006MOGADISHU: Pemerintah peralihan di Somalia memberlakukan keadaan darurat. Diharapkan langkah ini dapat memulihkan ketenangan dan memacu dilakukannya perlucutan senjata. Demikian menurut seorang jurubicara pemerintah. Sehubungan dengan bergerak majunya pasukan Somalia dan Ethiopia menuju Mogadishu, milisi Islam telah meninggalkan kota itu. Pimpinan kelompok radikal Islam, Syekh Sharif Syekh Ahmad, mengemukakan kepada pemancar Al Jazeera, dengan langkah itu pihaknya hendak mencegah timbulnya pertumpahan darah. Sementara ini para pendukung pemerintah Somalia mengemukakan telah menguasai bandar udara dan istana presiden di Mogadishu. - Dewan Keamanan PBB di New York dalam putaran kedua juga tidak berhasil menyepakati imbauan bagi segera dilakukannya gencatan senjata di Somalia.
