1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Keberhasilan Misi Pembebasan Sandera Jerman di Irak

4 Mei 2006

Bebasnya kedua insinyur Jerman, Rene Bräunlich dan Thommas Nietzschke, yang sempat diculik di Irak tiga bulan lalu, menjadi sorotan utama sejumlah harian di Eropa.

Bräunlich dan Nitzschke dalam jumpa pers beberapa saat setelah kedatangan mereka di Berlin
Bräunlich dan Nitzschke dalam jumpa pers beberapa saat setelah kedatangan mereka di BerlinFoto: AP

Harian berpengaruh Jerman, Süddeutsche Zeitung menyebut proses pembebasan kedua tawanan tersebut sebagai sebuah kesuksesan yang terwujud melalui upaya diplomasi rahasia.

"Episode terakhir seputar pembebasan Thomas Nietzschke dan Rene Bräunlich diputar secara diam-diam dan sangat tenang, nyaris tanpa gema atau kegaduhan tak berarti. Namun ketenangan tersebut mungkin adalah hal terbaik yang dapat terjadi bagi kedua tawanan tersebut. Upaya secara diam-diam yang dijalankan staf penanggulangan krisis di Kementrian Luar Negeri dan perantaranya di Baghdad, pada akhirnya telah berhasil membuka jalan bagi pembebasan Nietzschke dan Bräunlich. Memang untuk membebaskan kedua sandra diperlukan uang tebusan yang tidak sedikit, pasalnya penculikan di Irak sudah menjadi bisnis yang menguntungkan.

Perusahaan di Leipzig tentunya tidak akan mengirimkan kembali pekerjanya ke Irak, karena penyanderaan yang baru-baru ini terjadi hampir membawa mereka ke tepi jurang kebangkrutan. Pun perusahaan yang lain juga telah membatalkan kontrak kerjanya. Kerusuhan yang terus menerus terjadi di Irak mengancam pembangunan kembali negara tersebut. Ini adalah sebuah tragedi. Namun bebasnya kedua sandra Jerman merupakan satu-satunya kabar gembira yang saat ini dapat diberitakan dari Baghdad."

Sedangkan harian Jerman, Rhein-Neckar-Zeitung dalam komentarnya mengingatkan, bahwa pembayaran uang tebusan tidak selalu menjadi jalan keluar atas masalah penyandraan di Irak.

"Memang proses pembebasannya berjalan sempurna. Setelah 13 minggu, akhirnya Nietzschke dan Bräunlich dapat kembali menghirup kebebasan. Seperti kasus Sussane Osthoff, keluarga Chrobog atau sandra Jerman lainnya yang dibebaskan setelah pemerintahJjerman membayar uang tebusan. Akan tetapi hasil yang menggembirakan tersebut tidak boleh dibiarkan menggiring kita ke arah yang keliru. Penyanderaan merupakan masalah hidup atau mati. Seringkali drama penculikan berakhir dengan jatuhnya korban jiwa. Dan negara tidak selalu dapat membeli kebebasan maupun keselamatan warganya dengan sejumlah uang."

Sementara harian Jerman lainnya, Westdeutsche Allgemeine Zeitung menurunkan komentar bernada pujian terhadap suksesnya proses pembebasan kedua sandera yang dilakukan oleh pemerintah jerman.

"Setelah harus menyaksikan drama penyanderaan yang berlangsung selama berbulan-bulan, akhirnya anggota keluarga dan teman-teman dari korban penculikan di Irak dapat bernafas lega. Pemerintah Jerman berhak menerima ucapan selamat atas keberhasilannya dalam membebaskan kedua warga Jerman yang diculik di Irak. Saat ini adalah waktu yang tepat untuk sedikit kegembiraan dan kelegaan. Karena tidak lama lagi, orang akan mempertanyakan alasan di balik penugasan kedua insinyur tersebut oleh perusahaan di Leipzig. Mengapa mereka harus berada di sana jika penculikan dan pembunuhan sudah menjadi keseharian di Irak. Setelah drama penyanderaan ini berakhir, semuanya akan kembali dikaji ulang dan sebuah kosekuensi dipastikan sudah menunggu."