1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Kebijakan Perlindungan Iklim Jerman

23 Agustus 2007

Menteri Lingkungan puas dan menyebutnya sebagai lompatan kuantum. Namun kritik dari kalangan organisasi lingkungan terus berdatangan.

Merkel dan Gabriel di Greenland.
Merkel dan Gabriel di Greenland.Foto: AP

Belakangan ini Mentri Lingkungan Jerman Sigmar Gabriel kerap mengulang kalimat yang bombastis. Tak lama lagi pemerintah akan mempersembahkan paket kebijakan iklim dan energi terhebat yang pernah ada di Jerman, kata Gabriel.

Dan nyatanya, para pakar dari kementrian ekonomi dan lingkungan memeras otak selama beberapa pekan terakhir, nyaris tanpa istirahat. Mereka memikirkan bagaimana janji pemerintah koaliasi Jerman tentang perlindungan iklim dapat dipenuhi.

Program 30 poin yang dihasilkan, adalah salah satu topik utama rapat tertutup kabinet di kota Meseberg, Kamis (23/08). Gabriel tampak lebih dari sekedar puas.

"Tentu saja sulit jika harus memuji diri sendiri, tapi saya pikir, ini bisa dibilang lompatan kuantum dalam kebijakan perlindungan iklim. Kita sudah menghemat sekitar 2 juta ton CO2 pertahun. Ini paket yang luarbiasa."

Sebelumnya Gabriel kerap berselisih dengan Menteri Ekonomi Michael Glos yang menilai, beban yang ditanggung pihak perusahaan dengan adanya program tersebut, terlalu besar.

Glos memperkirakan ongkosnya mencapai 70 miliar Euro. Gabriel menolak dan menyebutnya angka yang mengerikan.

Menteri Lingkungan Gabriel menyimpan kartu yang lebih baik dalam perselisihan ini, karena Kanselir Jerman rupanya ingin ikut secara aktif dalam langkah-langkah pengurang emisi gas rumah kaca.

Sampai akhir tahun ini, Kanselir Merkel masih memimpin G8.

"Kami sebagai ketua G8 akan mengupayakan, bukan hanya agar Eropa mengambil peran perintis tapi juga agar AS dan negara-negara ambang industri berbuat sesuatu, karena Eropa tidak bisa memerangi perubahan iklim sendirian", kata Merkel.

Pengurangan 40% gas rumah kaca sampai tahun 2020, inilah tujuan ambisius pemerintah Jerman. Sektor rumah tangga harus diperhatikan mengingat sepertiga energi di Jerman digunakan oleh sektor ini. Inti program pemerintah Jerman: penghematan energi.

Masalahnya, dalam kertas kerja tersebut tak tercantum tindakan pengurangan yang kongkret yang bisa dilakukan masing-masing individu, misalnya dalam sektor lalu lintas. Regine Gunther dari organisasi lingkungan WWF mengatakan:

"Sasaran perlindungan iklim tak akan tercapai dengan program yang diajukan Kementrian Ekonomi, dan Lingkungan. Sama sekali tak ada rincian tindakan, di bidang apa saja mereka melakukannya, dan apa tujuannya, inilah kekurangan terbesar dalam program 30 poin."

Menurut perhitungan WWF, hasil terbaik yang bisa dicapai program itu hanya 2/3 dari penghematan yang dicita-citakan.

Tapi Menteri Lingkungan Jerman Sigmar Gabriel tetap pada keyakinannya. Musim gugur mendatang, paket kebijakan tentang iklim akan diajukan ke parlemen.

Dan dengan dukungan politik nasional yang ambisius, pada KTT iklim di Bali Desember mendatang, sang mentri akan meyakinkan negara-negara skeptis seperti AS, Cina dan India, untuk berbuat lebih banyak bagi perlindungan iklim.