Digugat Dorong Kecanduan Remaja, Meta Sepakat Bayar Rp278 T
27 Agustus 2026
Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, sepakat membayar hingga 16,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp278 triliun. Meta juga akan membatasi penggunaan media sosial oleh remaja sebagai bagian dari gugatan yang diajukan sejumlah negara bagian AS di California.
Kesepakatan ini masih harus mendapat persetujuan pengadilan.
Usulan tersebut diajukan ke pengadilan federal pada Rabu (26/08) untuk menyelesaikan gugatan dari gabungan 47 negara bagian AS.
Selain pembayaran, Meta juga setuju akan menerapkan sejumlah aturan dan perubahan untuk meningkatkan keamanan anak serta mengurangi penggunaan media sosial secara berlebihan, termasuk pada malam hari dan selama jam sekolah.
Apa kata para pejabat AS soal kesepakatan ini?
Jaksa Agung California Rob Bonta mengatakan Meta sepakat melakukan perubahan besar yang dapat mengurangi risiko bahaya dari platformnya. Perubahan tersebut, kata dia, akan dilakukan dalam beberapa bulan.
Ia menyebut kesepakatan ini sebagai "perubahan nyata, keterbukaan, dan perlindungan nyata yang bisa ditegakkan untuk anak-anak.”
Dalam dokumen kesepakatan disebutkan bahwa Meta tidak mengakui kesalahan atau pelanggaran hukum. Meta selama ini memang membantah semua tuduhan tersebut.
Namun, Jaksa Agung Virginia Jay Jones menilai Meta sengaja membahayakan kesehatan anak muda.
"Selama bertahun-tahun, Meta secara sengaja menipu publik mengenai fitur-fitur desain yang membuat ketagihan dan berbahaya yang telah mendatangkan malapetaka bagi kesehatan mental kaum muda,” kata Jones.
Menurutnya, kesepakatan ini akan menghentikan praktik tersebut dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi anak-anak dari bahaya di dunia maya.
Perubahan apa yang harus dilakukan Meta?
Meta mengusulkan sejumlah pembatasan bagi pengguna di bawah 18 tahun, termasuk batas maksimal waktu penggunaan harian.
Pengguna remaja akan dibatasi menggunakan berbagai platform Meta selama maksimal 2 jam per hari. Orang tua akan diberi wewenang untuk mencabut batasan ini. Jika Meta menemukan satu pengguna memiliki beberapa akun, pembatasan tersebut akan berlaku untuk semua akunnya.
Pengguna di bawah umur juga akan dilarang mengakses Meta antara tengah malam hingga pukul 06.00.
Dalam fitur yang disebut Meta sebagai "mode sekolah”, notifikasi akan otomatis dibisukan antara pukul 08.00 hingga 15.00. Remaja tidak akan menerima notifikasi, "kecuali pesan langsung (SMS) dan pemberitahuan terkait keamanan akun.
Usia minimum untuk membuat akun Facebook dan Instagram di sebagian besar negara bagian AS adalah 13 tahun (atau lebih tinggi di beberapa kasus). Namun, Jaksa Agung California meminta Meta untuk wajib menerapkan langkah tambahan demi menemukan dan menghapus akun pengguna yang lebih muda.
Meta juga wajib menanggapi 90% laporan remaja tentang konten yang berpotensi berbahaya dalam waktu enam jam.
Selain itu, untuk pengguna di bawah 18 tahun juga harus diberi pilihan untuk melihat linimasa (timeline) yang tidak hanya mengikuti minat atau kesukaan mereka sehingga menghadirkan konten yang lebih luas.
Respons Meta dan ajakan kepada YouTube hingga TikTok
Menurut Meta, kesepakatan tersebut dicapai bersama para jaksa agung dari Partai Republik dan Partai Demokrat, dan dibangun "berdasarkan upaya yang telah lama dilakukan untuk membantu orang tua dan mendukung remaja.”
Meta juga mengatakan bahwa mereka ingin memastikan remaja mendapat manfaat dari "standar baru di industri ini”, tetapi mengakui bahwa mereka tidak bisa melakukannya sendiri.
"Perlindungan ini hanya akan benar-benar efektif jika kami bekerja sama dengan rekan-rekan kami yaitu TikTok dan YouTube, untuk menerapkan langkah-langkah yang sama,” kata perusahaan tersebut.
Meta mengatakan pembayaran akan dilakukan secara bertahap selama 10 tahun, dengan total yang berpotensi mencapai 18 miliar dolar atau sekitar Rp318,6 triliun.
70% dari jumlah tersebut akan diberikan kepada negara bagian yang ikut dalam gugatan, dan sekitar 30% sisanya baru akan dibayarkan jika dua syarat tertentu terpenuhi.
Meta menyatakan bahwa syaratnya adalah "YouTube dan TikTok menerapkan batas harian satu jam, mode malam, dan verifikasi usia,” serta kedua perusahaan tersebut masing-masing membayar jumlah yang setara dengan porsi 30% mereka.
Jika YouTube dan TikTok ikut menerapkan aturan itu, Meta mengatakan akan memperketat aturannya sendiri. Batas penggunaan akan dikurangi menjadi satu jam per aplikasi, sementara mode malam diperpanjang dari pukul 22.00 hingga 07.00.
"Karena remaja berpindah-pindah dengan mudah di antara banyak aplikasi, kita membutuhkan solusi yang berlaku di seluruh industri,” kata Chief Legal Officer Meta, C.J. Mahoney. Ia juga mengajak TikTok dan YouTube segera menerapkan aturan tersebut.
Mahoney mengatakan, sebagai orang tua, ia bangga atas upaya Meta selama ini dalam melindungi pengguna muda, serta kesepakatan baru yang disebutnya "terobosan besar”.
Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Iryanda Mardanuz
Editor: Rizki Nugraha