Para murid sebuah sekolah sekolah di Swiss ikut dalam studi pada Universtias Pendidikan Swiss. Mereka menguji Elisabeth dan tutor kecerdasan buatan atau AI lainnya.
Fisika, sejarah, bahasa Prancis. Perangkat itu menantang murid dalam sejumlah mata pelajaran, menguji apa yang sudah mereka ketahu dan memperdalam jika diperlukan. Model AI ini mendorong murid untuk belajar, bukan sekadar memberikan jawaban. Kepala institut yang melatih guru sekolah ini ingin menunjukkan bagaimana AI sebaiknya digunakan dalam pengajaran.
"Kami ingin mencari tahu di mana teknologi AI masuk akal untuk digunakan, dan di mana tidak," kata seorang murid. Juga kapan lebih baik tidak menggunakan laptop dan ponsel, dan sebaliknya bekerja dengan kertas dan pensil, atau melakukan eksperimen fisik. "Di situlah kami ingin mengasah keahlian kami."
