1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
SosialIndonesia

Kemenag Imbau Tak Ada Sweeping Rumah Makan saat Puasa

18 Februari 2026

Wakil Menteri Agama RI mengimbau tak ada sweeping warung makan saat Ramadan. Ia menekankan pentingnya saling menghormati demi menjaga persatuan.

Ilustrasi pelayan menyiapkan makanan di rumah makan
Imbau tak ada sweeping, Kemenag minta masyarakat saling menghormatiFoto: C. Andhika/DW

Wakil Menteri Agama RI (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i mengimbau seluruh masyarakat Indonesia bisa saling menghormati saat bulan Ramadan. Dia mengimbau agar tak ada sweeping warung makan saat puasa.

"Enggak ada, nggak ada sweeping-sweeping lah. Itulah bentuk penghormatan kita. Selain kita yang berpuasa, masih ada saudara kita yang tidak berpuasa," ujar Syafi'i seusai sidang isbat penetapan 1 Ramadan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2).

Syafi'i ingin sikap saling menghormati juga timbul dari orang yang berpuasa. Dia meminta umat muslim yang berpuasa agar maklum saat menemukan orang yang makan di warung atau restoran saat siang hari.

"Kita yang berpuasa ini harus menyadari juga, ternyata kan enggak semua orang berpuasa. Sehingga masih memungkinkan ada fasilitas-fasilitas yang masih terus bisa dinikmati oleh orang yang tidak puasa," ungkapnya.

Dia merasa tak adil bila ada yang tak berpuasa, lalu kesulitan mencari makanan karena warung dan restoran tutup. Dalam kata lain tak perlu memaksa orang melakukan hal yang sama.

"Kan nggak mungkin gara-gara kita puasa, maka semuanya harus merasakan puasa," kata dia.

"Dalam arti yang enggak puasa pun karena keyakinan yang berbeda, harus tidak bisa makan, tidak bisa minum dan sebagainya. Tapi harus dipertimbangkan pada koridor membangun kebersamaan, membangun kekompakan, saling menghormati sehingga persatuan kita tidak terganggu karena perbedaan-perbedaan," sambungnya.

 

Baca selengkapnya di DetikNews

Kemenag Imbau Tak Ada Sweeping Rumah Makan saat Puasa: Saling Hormati

 

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait